alexametrics
24.3 C
Kudus
Sunday, July 31, 2022

Ribut-ribut Stok Pertalite Berkurang, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Jepara

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi bersama manajemen SPBU dan Pertamina kemarin. Hasilnya pemkab mengajukan tambahan kuota pertalite sebesar 15 ribu kiloliter.

Diberitakan sebelumnya masyarakat Kabupaten Jepara lebih dari sepekan terakhir terakhir harus rela mengantre bila ingin membeli BBM jenis pertalite. Panjang antrean sekitar 50 sampai 100 meter. Bahkan beberapa pengantre kecewa. Sudah antre lama, tapi tak kebagian.

Hal itu terjadi diduga karena adanya pengurangan stok pertalite.


Pasalnya, kuota pertalite yang di terima Kabupaten Jepara tahun ini jauh berkurang dibanding tahun kemarin. Tahun 2021 stok pertalite Jepara mencapai 81 ribu kiloliter. Sementara tahun ini hanya 66 ribu kiloliter. Atau terjadi pengurangan sekitar 15 kiloliter. Sehingga Pemkab mengajukan kenaikan agar jumlah yang diterima sama dengan tahun kemarin. ”Harapannya BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas mengabulkannya,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko dalam rapat kemarin.

Menurutnya, antrean panjang pembeli pertalite itu salah satunya juga disebabkan kenaikan harga pertamax. Jarak harga antara pertamax dengan pertalite sebesar Rp 5 ribu. Itu membuat masyarakat yang semula menggunakan pertamax beralih ke pertalite.

”Itu sebagai hukum alam. Namun karena keterbatasan kuota pertalite dari BPH Migas, menjadikan masyarakat terjadi panic buying,” papar Edy.

Namun saat ini belum ada keputusan rinci dari pemerintah terkait pembelian BBM bersubsidi. Sehingga, dalam upaya mengurai antrean pembelian pertalite di beberapa SPBU di Jepara, melarang pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken. ”Eceran itu yang diberkenankan pertamax ke atas,” tegas Edy.

Baca Juga :  Jadikan Koreografi Jadi Identitas

Agar tak terjadi kecurangan, pengawasan terkait distribusi pertalite juga ditingkatkan. Pihaknya pun mengimbau masyarakat bila menjumpai hal yang melanggar aturan terkait penjualan BBM subsidi agar melaporkannya ke Pertamina. Sehingga nantinya SPBU tersebut mendapat pembinaan dari Pertamina.

Dari situ pula bisa jadi indikator. Bagi SPBU yang pernah mendapatkan pembinaan, jumlah relaksasi BBM jenis pertalite akan dibatasi. Sehingga, penentuan jumlah tambahan itu berdasarkan performa masing-masing SPBU.

Sementara itu M.Chairudin Ardy, perwakilan Paguyuban Pengelola SPBU Kabupaten Jepara setuju dengan langkah Pemkab Jepara. Berupa adanya penambahan kuota pertalite.

”Juga kalau bisa pengirimannya dapat tepat waktu sesuai permintaan,” ungkap Ardy.

Ia pun berharap penyesuaian harga bahan bakar kendaraan tak terlampau jauh dengan harga pertalite. Juga berharap ke Pemkab agar turut mensosialisasikan kondisi pertalite saat ini. Pihaknya juga meminta agar ditegakkan regulasi yang jelas terhadap para pengecer atau konsumen yang terindikasi menimbun BBM jenis pertalite.

Salah satu warga pengantre pertalite di Jepara asal Bawu Ihsan mengaku antre pertalite karena harganya jauh di bawah pertamax. Pertamax Rp 12.500 sementara pertalite hanya Rp 7.650.

”Saya kecewa ketika antre lama, eh gak kebagian alias habis (pertalite, Red),” keluhanya. (rom/zen)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi bersama manajemen SPBU dan Pertamina kemarin. Hasilnya pemkab mengajukan tambahan kuota pertalite sebesar 15 ribu kiloliter.

Diberitakan sebelumnya masyarakat Kabupaten Jepara lebih dari sepekan terakhir terakhir harus rela mengantre bila ingin membeli BBM jenis pertalite. Panjang antrean sekitar 50 sampai 100 meter. Bahkan beberapa pengantre kecewa. Sudah antre lama, tapi tak kebagian.

Hal itu terjadi diduga karena adanya pengurangan stok pertalite.

Pasalnya, kuota pertalite yang di terima Kabupaten Jepara tahun ini jauh berkurang dibanding tahun kemarin. Tahun 2021 stok pertalite Jepara mencapai 81 ribu kiloliter. Sementara tahun ini hanya 66 ribu kiloliter. Atau terjadi pengurangan sekitar 15 kiloliter. Sehingga Pemkab mengajukan kenaikan agar jumlah yang diterima sama dengan tahun kemarin. ”Harapannya BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas mengabulkannya,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko dalam rapat kemarin.

Menurutnya, antrean panjang pembeli pertalite itu salah satunya juga disebabkan kenaikan harga pertamax. Jarak harga antara pertamax dengan pertalite sebesar Rp 5 ribu. Itu membuat masyarakat yang semula menggunakan pertamax beralih ke pertalite.

”Itu sebagai hukum alam. Namun karena keterbatasan kuota pertalite dari BPH Migas, menjadikan masyarakat terjadi panic buying,” papar Edy.

Namun saat ini belum ada keputusan rinci dari pemerintah terkait pembelian BBM bersubsidi. Sehingga, dalam upaya mengurai antrean pembelian pertalite di beberapa SPBU di Jepara, melarang pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken. ”Eceran itu yang diberkenankan pertamax ke atas,” tegas Edy.

Baca Juga :  Sempat Mandeg, Lanjutan Puskesmas Pecangaan Jepara Dianggarkan Rp 4 Miliar

Agar tak terjadi kecurangan, pengawasan terkait distribusi pertalite juga ditingkatkan. Pihaknya pun mengimbau masyarakat bila menjumpai hal yang melanggar aturan terkait penjualan BBM subsidi agar melaporkannya ke Pertamina. Sehingga nantinya SPBU tersebut mendapat pembinaan dari Pertamina.

Dari situ pula bisa jadi indikator. Bagi SPBU yang pernah mendapatkan pembinaan, jumlah relaksasi BBM jenis pertalite akan dibatasi. Sehingga, penentuan jumlah tambahan itu berdasarkan performa masing-masing SPBU.

Sementara itu M.Chairudin Ardy, perwakilan Paguyuban Pengelola SPBU Kabupaten Jepara setuju dengan langkah Pemkab Jepara. Berupa adanya penambahan kuota pertalite.

”Juga kalau bisa pengirimannya dapat tepat waktu sesuai permintaan,” ungkap Ardy.

Ia pun berharap penyesuaian harga bahan bakar kendaraan tak terlampau jauh dengan harga pertalite. Juga berharap ke Pemkab agar turut mensosialisasikan kondisi pertalite saat ini. Pihaknya juga meminta agar ditegakkan regulasi yang jelas terhadap para pengecer atau konsumen yang terindikasi menimbun BBM jenis pertalite.

Salah satu warga pengantre pertalite di Jepara asal Bawu Ihsan mengaku antre pertalite karena harganya jauh di bawah pertamax. Pertamax Rp 12.500 sementara pertalite hanya Rp 7.650.

”Saya kecewa ketika antre lama, eh gak kebagian alias habis (pertalite, Red),” keluhanya. (rom/zen)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/