alexametrics
32.2 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Pembahasan Ranperda RTRW Ditunda, Begini Tanggapan Pj Bupati Jepara

JEPARA – Rapat pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) ditunda. Sebelumnya pembahasan dijadwalkan kemarin (13/6).

Edy Supriyanta, Penjabat (Pj) Bupati Jepara mengatakan kepada bagian hukum dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyiapkan semua pembahasan dalam dua hari. Pihaknya belum mendapatkan hard copy dan bahan untuk dipelajari.

Edy juga meminta kepada seluruh OPD untuk memahami pasal-pasal yang ada pada Ranperda. “Jangan sampai nanti tidak paham saat pembahasan terakhir dengan dewan,” ungkapnya.


Kepala Bagian Hukum Wafa Evi Syahiroh mengatakan pihaknya sudah memulai susunan draf RTRW sejak 2017. “Kami sudah melakukan kajian-kajian juga sempat dibahas dengan dewan,” ungkap Wafa.

Baca Juga :  Pasien Poli Jiwa di RSUD Jepara Butuh Fasilitas Rehabilitasi

Selain itu, ia menilai yang paling mendesak adalah persoalan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Wasiyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara juga menyampaikan pihaknya khawatir dengan keberadaan tambak yang terancam. Bila KPI tidak diperjelas letaknya dimana saja.

Ia berharap tambak ikan yang tersebar di beberapa kecamatan bisa terlindungi meski KPI telah ditetapkan nantinya. (nib/war)

JEPARA – Rapat pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) ditunda. Sebelumnya pembahasan dijadwalkan kemarin (13/6).

Edy Supriyanta, Penjabat (Pj) Bupati Jepara mengatakan kepada bagian hukum dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyiapkan semua pembahasan dalam dua hari. Pihaknya belum mendapatkan hard copy dan bahan untuk dipelajari.

Edy juga meminta kepada seluruh OPD untuk memahami pasal-pasal yang ada pada Ranperda. “Jangan sampai nanti tidak paham saat pembahasan terakhir dengan dewan,” ungkapnya.

Kepala Bagian Hukum Wafa Evi Syahiroh mengatakan pihaknya sudah memulai susunan draf RTRW sejak 2017. “Kami sudah melakukan kajian-kajian juga sempat dibahas dengan dewan,” ungkap Wafa.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Ngamuk di Jepara, Berhenti saat Azan Berkumandang

Selain itu, ia menilai yang paling mendesak adalah persoalan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Wasiyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara juga menyampaikan pihaknya khawatir dengan keberadaan tambak yang terancam. Bila KPI tidak diperjelas letaknya dimana saja.

Ia berharap tambak ikan yang tersebar di beberapa kecamatan bisa terlindungi meski KPI telah ditetapkan nantinya. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/