alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Serang Polisi saat Gerebek Pengedar Narkoba di Jepara, Tiga Orang Jadi Tersangka, Dua Buron

JEPARA – Satresnarkoba Polres Jepara berusaha menggerebek pelaku pengedar narkoba berinisial S di RT 4/RW 5, Desa Karanggondang, Mlonggo, Jumat (6/5) lalu. Namun, saat hendak ditangkap, anggota keluarga S justru menyerang petugas. Bahkan, sempat melukai petugas. Akibatnya, saat ini tiga orang telah ditetapkan tersangka dan dua orang lain masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka tersebut, di antaranya M, 50, istri S; AN, 22, dan AM, 18, yang merupakan anak S; serta DT, 24, adik S. Saat ini DT masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. ”Ini (penyeranga terhadap petugas, Red) masuk dalam tindak pidana melawan petugas yang sedang menjalankan tugas yang sah,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi kemarin.

Rozi menjelaskan, asal keluarga tersebut bisa menganiaya anggota polisi berawal saat petugas kepolisian tengah menyelidiki pelaku pengedar narkoba S. Saat itu petugas telah berhasil mengamankan pelaku beserta beberapa barang bukti. Bahkan, tangan S telah diikat dengan cable tis. Oleh petugas, S dibawa ke belakang rumah oleh untuk mencari barang bukti lain yang dibuang.


Sedangkan petugas lain menggeledah isi rumah S. ”Saat penggeledahan, petugas mendapat perlawanan dari keluarga S. Mulai dari istri, anak adik S. Perlawanannya dengan merebut HP S yang telah diamankan, merebut barang bukti lain, merusak kendaraan petugas, serta melakukan tindak kekerasan ke petugas hingga menyebabkan luka-luka,” papar Rozi.

Baca Juga :  Kapolres dan Kajari Jepara “Geruduk” Makodim, Ada Apa?

Akibat perlawanan tersebut, S yang merupakan residivis kasus narkoba dan sempat mendekam di Nusakambangan berhasil kabur. Begitu pula tersangka penganiayaan DT. Setelah melawan petugas, ia pun turut melarikan diri.

Saat itu, yang menjadi korban adalah Kepala Satresnarkoba Polres Jepara AKP AKP Noor Biyanto dan seorang anggotanya IPDA Cahyo Fajarisma, 35.

Selain penetapan tersangka, ada beberapa barang bukti yang diamankan. Meliputi satu unit mobil Suzuki Ertiga warna hitam, satu buah tongkat kayu dengan panjang sekitar 50 sentimeter, dua buah spion mobil warna hitam, sebuah kemeja warna hijau yang dipakai petugas, dan sebuah kaus singlet warna putih.

Saat ini, baik S dan DT masih dalam pengejaran. Sementara tiga tersangka yang telah ditahan dikenai Pasal 214 KUHP atau Pasal 213 KUHP Jo Pasal 211 KUHP Jo Pasal 212 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Satresnarkoba Polres Jepara berusaha menggerebek pelaku pengedar narkoba berinisial S di RT 4/RW 5, Desa Karanggondang, Mlonggo, Jumat (6/5) lalu. Namun, saat hendak ditangkap, anggota keluarga S justru menyerang petugas. Bahkan, sempat melukai petugas. Akibatnya, saat ini tiga orang telah ditetapkan tersangka dan dua orang lain masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka tersebut, di antaranya M, 50, istri S; AN, 22, dan AM, 18, yang merupakan anak S; serta DT, 24, adik S. Saat ini DT masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. ”Ini (penyeranga terhadap petugas, Red) masuk dalam tindak pidana melawan petugas yang sedang menjalankan tugas yang sah,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi kemarin.

Rozi menjelaskan, asal keluarga tersebut bisa menganiaya anggota polisi berawal saat petugas kepolisian tengah menyelidiki pelaku pengedar narkoba S. Saat itu petugas telah berhasil mengamankan pelaku beserta beberapa barang bukti. Bahkan, tangan S telah diikat dengan cable tis. Oleh petugas, S dibawa ke belakang rumah oleh untuk mencari barang bukti lain yang dibuang.

Sedangkan petugas lain menggeledah isi rumah S. ”Saat penggeledahan, petugas mendapat perlawanan dari keluarga S. Mulai dari istri, anak adik S. Perlawanannya dengan merebut HP S yang telah diamankan, merebut barang bukti lain, merusak kendaraan petugas, serta melakukan tindak kekerasan ke petugas hingga menyebabkan luka-luka,” papar Rozi.

Baca Juga :  Pansus I DPRD Jepara Kebut Ranperda Pencalonan Petinggi

Akibat perlawanan tersebut, S yang merupakan residivis kasus narkoba dan sempat mendekam di Nusakambangan berhasil kabur. Begitu pula tersangka penganiayaan DT. Setelah melawan petugas, ia pun turut melarikan diri.

Saat itu, yang menjadi korban adalah Kepala Satresnarkoba Polres Jepara AKP AKP Noor Biyanto dan seorang anggotanya IPDA Cahyo Fajarisma, 35.

Selain penetapan tersangka, ada beberapa barang bukti yang diamankan. Meliputi satu unit mobil Suzuki Ertiga warna hitam, satu buah tongkat kayu dengan panjang sekitar 50 sentimeter, dua buah spion mobil warna hitam, sebuah kemeja warna hijau yang dipakai petugas, dan sebuah kaus singlet warna putih.

Saat ini, baik S dan DT masih dalam pengejaran. Sementara tiga tersangka yang telah ditahan dikenai Pasal 214 KUHP atau Pasal 213 KUHP Jo Pasal 211 KUHP Jo Pasal 212 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/