alexametrics
30 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

PLN UIK Tanjung Jati B Jepara Dukung Pembentukan Desa Mandiri Sampah

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan sosialisasi pembentukan desa mandiri sampah (DMS) di Gedung Setda Kabupaten Jepara, pada hari Selasa 12 April 2022. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jepara.

Dalam acara itu PLN UIK Tanjung Jati B turut memberikan kontribusi dalam upaya pembentukan Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara. Yaitu memberikan bantuan dua unit sepeda motor bak yang secara simbolis diserahkan oleh Manager ASP Kom dan Mum PLN UIK Tanjung Jati B Jatie Kuncara.

Saat ditemui di sela-sela acara, Jati mengungkapkan bantuan hibah motor bak ini sebagai salah satu wujud kepedulian PLN UIK Tanjung Jati B terhadap lingkungan. Dalam hal ini mengenai permasalahan sampah. ”Harapannya dengan kontribusi bantuan ini akan dapat turut mengurangi permasalahan sampah di daerah Jepara serta akan dapat mengerakkan perekonomian masyarakat juga,” tutur Jatie.


Selanjutnya bantuan dua unit motor bak ini akan difungsikan sebagai motor pengangkut sampah bagi warga Desa Keling dan Kancilan. Sampah yang terkumpul kemudian akan didaur ulang dan dikelola menjadi bahan baku dan barang baru. Sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Sebagaimana dengan konsep Desa Mandiri Sampah. Yaitu desa yang mampu mengelola sampah domestiknya, baik sampah organik dan anorganik, serta hanya residu yang akan dibuang ke TPA. ”Sedangkan biaya dan pendapatan pengelolaan sampah menjadi kewenangan Bumdes,” terangnya.

Baca Juga :  Empat Pemain PSM Makassar Gabung Persijap Jepara, Siapa Mereka?

Dalam acara itu hadir juga Bupati Jepara Dian Kristiandi dan jajaran Pemkab Jepara, seluruh camat dan petinggi/kepala desa di Jepara serta berbagai perusahan yang beroperasional di Jepara. Termasuk juga PLN Tanjung Jati B.

Dalam sambutannya, bupati Jepara menjelaskan bahwa, 1,2 juta penduduk di Jepara dalam sehari pasti menghasilkan sampah. ”Kita bisa bayangkan warga satu rumah menghasilkan sampah ½ – 2 Kg dalam sehari. Belum lagi dihitung satu bulan, satu tahun. Maka ini menjadi suatu keprihatinan kita bersama,” kata Dian-panggilan akrab Dian Kristiandi.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara apabila dihitung dari jumlah penduduk, timbulan sampah di Jepara mencapai 40

5,9 ton. Sementara kemampuan TPA hanya mampu menampung 100 ton per hari.
Dian juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan.

”Kontribusi ini, kami atas nama pemerintah memberikan satu bentuk apresiasi, semoga saja memberikan dorongan semangat kepada yang lain yang sama-sama mempunyai satu kepedulian terhadap persoalan sampah ini. Dan jika bisa kita manfaatkan bersama juga bisa bernilai ekonomis bagi mayarakat,” tambahnya. (zen)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan sosialisasi pembentukan desa mandiri sampah (DMS) di Gedung Setda Kabupaten Jepara, pada hari Selasa 12 April 2022. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jepara.

Dalam acara itu PLN UIK Tanjung Jati B turut memberikan kontribusi dalam upaya pembentukan Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara. Yaitu memberikan bantuan dua unit sepeda motor bak yang secara simbolis diserahkan oleh Manager ASP Kom dan Mum PLN UIK Tanjung Jati B Jatie Kuncara.

Saat ditemui di sela-sela acara, Jati mengungkapkan bantuan hibah motor bak ini sebagai salah satu wujud kepedulian PLN UIK Tanjung Jati B terhadap lingkungan. Dalam hal ini mengenai permasalahan sampah. ”Harapannya dengan kontribusi bantuan ini akan dapat turut mengurangi permasalahan sampah di daerah Jepara serta akan dapat mengerakkan perekonomian masyarakat juga,” tutur Jatie.

Selanjutnya bantuan dua unit motor bak ini akan difungsikan sebagai motor pengangkut sampah bagi warga Desa Keling dan Kancilan. Sampah yang terkumpul kemudian akan didaur ulang dan dikelola menjadi bahan baku dan barang baru. Sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Sebagaimana dengan konsep Desa Mandiri Sampah. Yaitu desa yang mampu mengelola sampah domestiknya, baik sampah organik dan anorganik, serta hanya residu yang akan dibuang ke TPA. ”Sedangkan biaya dan pendapatan pengelolaan sampah menjadi kewenangan Bumdes,” terangnya.

Baca Juga :  Festival Kupat Lepet Ramaikan Pesta Lomban di Jepara Dipastikan Meriah

Dalam acara itu hadir juga Bupati Jepara Dian Kristiandi dan jajaran Pemkab Jepara, seluruh camat dan petinggi/kepala desa di Jepara serta berbagai perusahan yang beroperasional di Jepara. Termasuk juga PLN Tanjung Jati B.

Dalam sambutannya, bupati Jepara menjelaskan bahwa, 1,2 juta penduduk di Jepara dalam sehari pasti menghasilkan sampah. ”Kita bisa bayangkan warga satu rumah menghasilkan sampah ½ – 2 Kg dalam sehari. Belum lagi dihitung satu bulan, satu tahun. Maka ini menjadi suatu keprihatinan kita bersama,” kata Dian-panggilan akrab Dian Kristiandi.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara apabila dihitung dari jumlah penduduk, timbulan sampah di Jepara mencapai 40

5,9 ton. Sementara kemampuan TPA hanya mampu menampung 100 ton per hari.
Dian juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan.

”Kontribusi ini, kami atas nama pemerintah memberikan satu bentuk apresiasi, semoga saja memberikan dorongan semangat kepada yang lain yang sama-sama mempunyai satu kepedulian terhadap persoalan sampah ini. Dan jika bisa kita manfaatkan bersama juga bisa bernilai ekonomis bagi mayarakat,” tambahnya. (zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/