alexametrics
26.9 C
Kudus
Saturday, January 22, 2022

Tahun Ini SD di Jepara Digelontor Dana Alokasi Khusus Senilai Rp 10 Miliar

JEPARA – Sekolah dasar (SD) di Jepara mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 10 miliar tahun ini. Dana itu akan digunakan untuk rehab sekolah dan pembangunan sarana di beberapa titik.

Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Widiyantoro menjelaskan dana ini akan diberikan melalui tiga tahap dari pusat. Nantinya, pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Disdikpora Jepara akan mengajukan ke pusat dan kontrak akan diberikan. Sementara itu pencairan diberikan penuh bila pembangunan sudah selesai.

“Pembangunan yang dilakukan dengan rekanan, akan terlaksana dulu, baru dana cair,” ungkapnya.

Widiyantoro mengaku, untuk DAK ini pihaknya telah mengusulkan Rp 20 miliar kepada pusat. Meski begitu, yang diterima separo dari pengajuan. Ia menjelaskan, ini berkaitan dengan sinkronisasi data dari sekolah. “Ada sekolah yang tidak peka untuk mengajukan ini, jadi tidak terdata,” ungkapnya.

DAK akan digunakan untuk rehabilitasi, pembangunan, dan pengadaan sarana. Untuk rehabilitasi, dikategorikan sebagai rehab sedang, berat, dan ringan. Tahun ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi di 14 sekolah dengan total 33 ruangan.

Baca Juga :  Sempat Kabur, Tersangka Investasi Bodong di Jepara Akhirnya Ditahan

Ada juga alokasi untuk pembangunan sarana utilitas. Seperti kamar mandi. Ada 20 sekolah yang mendapat bantuan alokasi ini. “Misalnya kamar mandi, masih ada sekolah yang kamar mandinya tidak layak atau kamar mandinya menumpang dengan warga,” ungkapnya.

Selain itu, ada pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yakni lima sekolah, perpustakaan di sembilan sekolah, dan pembangunan ruang guru di dua sekolah. “Ada sekolah yang ruang gurunya disekat dengan ruangan lain,” imbuhnya.

Ada juga pembangunan laboratorium yang di dalamnya juga diadakan komputer dan mebel. Pemilihan lokasi sekolah yang mendapat dana alokasi mempertimbangkan urgensi. Juga melihat kondisi yang paling membutuhkan. “Untuk target serapan, dari awal kami targetkan 100 persen,” tandasnya. (nib/war)

JEPARA – Sekolah dasar (SD) di Jepara mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 10 miliar tahun ini. Dana itu akan digunakan untuk rehab sekolah dan pembangunan sarana di beberapa titik.

Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Widiyantoro menjelaskan dana ini akan diberikan melalui tiga tahap dari pusat. Nantinya, pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Disdikpora Jepara akan mengajukan ke pusat dan kontrak akan diberikan. Sementara itu pencairan diberikan penuh bila pembangunan sudah selesai.

“Pembangunan yang dilakukan dengan rekanan, akan terlaksana dulu, baru dana cair,” ungkapnya.

Widiyantoro mengaku, untuk DAK ini pihaknya telah mengusulkan Rp 20 miliar kepada pusat. Meski begitu, yang diterima separo dari pengajuan. Ia menjelaskan, ini berkaitan dengan sinkronisasi data dari sekolah. “Ada sekolah yang tidak peka untuk mengajukan ini, jadi tidak terdata,” ungkapnya.

DAK akan digunakan untuk rehabilitasi, pembangunan, dan pengadaan sarana. Untuk rehabilitasi, dikategorikan sebagai rehab sedang, berat, dan ringan. Tahun ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi di 14 sekolah dengan total 33 ruangan.

Baca Juga :  Relokasi Puskesmas Tahunan Jepara Terhambat, Apa Sih Penyebabnya?

Ada juga alokasi untuk pembangunan sarana utilitas. Seperti kamar mandi. Ada 20 sekolah yang mendapat bantuan alokasi ini. “Misalnya kamar mandi, masih ada sekolah yang kamar mandinya tidak layak atau kamar mandinya menumpang dengan warga,” ungkapnya.

Selain itu, ada pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yakni lima sekolah, perpustakaan di sembilan sekolah, dan pembangunan ruang guru di dua sekolah. “Ada sekolah yang ruang gurunya disekat dengan ruangan lain,” imbuhnya.

Ada juga pembangunan laboratorium yang di dalamnya juga diadakan komputer dan mebel. Pemilihan lokasi sekolah yang mendapat dana alokasi mempertimbangkan urgensi. Juga melihat kondisi yang paling membutuhkan. “Untuk target serapan, dari awal kami targetkan 100 persen,” tandasnya. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru