alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Banjir di Jepara Mulai Surut, Warga Swadaya Bersihkan Sampah Drainase

JEPARA – Banjir di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, mulai surut kemarin. Sekitar 90 rumah yang sempat terdampak tak lagi tergenang air luapan Sungai Sungapan di wilayah itu.

Diberitakan sebelumnya banjir pada Sabtu (11/12) menggenangi ruas jalan provinsi Jepara-Demak. Ketinggian airnya sekitar 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Sehingga, ruas jalan tersebut ditutup warga. Pengendara diminta mencari jalur alternatif lainnya.

Sementara itu, ketinggian air di pemukiman warga ketinggiannya beragam. Mulai 10 sentimeter hingga 50 sentimeter. Salah satu pemukiman yang terdampak ada di RT 9/RW 2. Akibat banjir tersebut, sebagian besar masyarakat Tegalsambi menghentikan aktivitasnya.


Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso mejelaskan banjir terjadi Sabtu Juli (11/12) dini hari. Banjir itu disinyalir karena pendangkalan sungai dan drainase yang mampet. Sehingga air meluap dan air tak bisa masuk ke drainase yang mengalir ke sungai. ”Warga lalu kerja bakti membersihkan selokan dan sungai. Alhamdullah air mulai lancar,” katanya.

Baca Juga :  Ali Suwarno Jadi Kades PAW Semat di Jepara

Sabtu malam diguyur hujan hingga dini hari kemarin. Meski demikian, tak ada banjir kiriman lagi dari luapan air sungai. Air yang menggenangi rumah warga berangsur surut. Kemarin pagi tinggal lima rumah. Sore hari sudah surut total.

”Masalah utamanya adalah saluran air atau drainase yang mampet dan mengalami pendangkalan,” jelasnya.

Solusi agar tak terulang banjir sama, lanjutnya, normalisasi drainase di sepanjang jalan di RT 09, 10, dan 11. Semuanya di RW 02. Serta penguatan tanggul atau pembangunan talud Sungai Sungapan yang berpotensi jebol.

”Di samping itu perlu peningkatan jalan dan penataan lingkungan,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Banjir di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, mulai surut kemarin. Sekitar 90 rumah yang sempat terdampak tak lagi tergenang air luapan Sungai Sungapan di wilayah itu.

Diberitakan sebelumnya banjir pada Sabtu (11/12) menggenangi ruas jalan provinsi Jepara-Demak. Ketinggian airnya sekitar 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Sehingga, ruas jalan tersebut ditutup warga. Pengendara diminta mencari jalur alternatif lainnya.

Sementara itu, ketinggian air di pemukiman warga ketinggiannya beragam. Mulai 10 sentimeter hingga 50 sentimeter. Salah satu pemukiman yang terdampak ada di RT 9/RW 2. Akibat banjir tersebut, sebagian besar masyarakat Tegalsambi menghentikan aktivitasnya.

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso mejelaskan banjir terjadi Sabtu Juli (11/12) dini hari. Banjir itu disinyalir karena pendangkalan sungai dan drainase yang mampet. Sehingga air meluap dan air tak bisa masuk ke drainase yang mengalir ke sungai. ”Warga lalu kerja bakti membersihkan selokan dan sungai. Alhamdullah air mulai lancar,” katanya.

Baca Juga :  Gus Haiz Nakhodai Pengcab FORKI Jepara

Sabtu malam diguyur hujan hingga dini hari kemarin. Meski demikian, tak ada banjir kiriman lagi dari luapan air sungai. Air yang menggenangi rumah warga berangsur surut. Kemarin pagi tinggal lima rumah. Sore hari sudah surut total.

”Masalah utamanya adalah saluran air atau drainase yang mampet dan mengalami pendangkalan,” jelasnya.

Solusi agar tak terulang banjir sama, lanjutnya, normalisasi drainase di sepanjang jalan di RT 09, 10, dan 11. Semuanya di RW 02. Serta penguatan tanggul atau pembangunan talud Sungai Sungapan yang berpotensi jebol.

”Di samping itu perlu peningkatan jalan dan penataan lingkungan,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/