alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Atasi Penyebaran PMK pada Hewan Ternak, Gubernur Jateng Instensifkan Surveilans

JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu peternakan sapi unggulan di Desa Sumanding, Kembang, Jepara, kemarin. Sapi-sapi di sana merupakan bantuan dari Pemprov Jateng pada 2013 lalu. Beberapa kali jadi juara produk ternak tingkat Jateng. Hanya, beberapa waktu terakhir marak adanya PMK menyerang sapi. Untuk itu, ia menginstruksikan agar para surveilans intensif terjun ke lapangan.

Sebab, dari keterangan Ganjar sudah ada empat daerah di Jateng yang terindikasi ada ternak yang terinveksi penyakit tersebut. Meliputi Rembang, Boyolali, Banjarnegara, dan Wonosobo. ”Sudah dipastikan oleh kawan-kawan Dinas Peternakan. Termasuk oleh dokter hewan,” ungkap Ganjar.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tak perlu panik. Sebab, penyakit tersebut sejauh ini tidak menular kepada manusia. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan tim untuk mengatasi permasalahan penyakit tersebut di Jateng. Termasuk sapi-sapi yang dikelola kelompok tani di Desa Sumanding. Kemarin tak ada satupun ternak yang terdeteksi penyakit tersebut.

Baca Juga :  Operasi Patuh Candi 2021 Digelar untuk Tegakkan Prokes dan Lalin

Terkait ternak yang saat ini telah terkonfirmasi penyakit tersebut, nantinya akan dikarantina, sehingga penyebarannya tak semakin meluas. ”Ternak dari luar daerah diperketat bila ingin masuk ke Jateng. Kami sudah bicara dengan kapolda juga, sehingga dilakukan kontrol di daerah perbatasan,” tandasnya.

Terkait sapi-sapi yang dikembangkan di Desa Sumanding merupakan jenis sapi lokal peranakan ongole. Provinsi memberi bantuan kelompok tani di desa ini dalam tiga tahap. Pertama ada delapan ekor. Kemudian 10 ekor dan terakhir 13 ekor. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu peternakan sapi unggulan di Desa Sumanding, Kembang, Jepara, kemarin. Sapi-sapi di sana merupakan bantuan dari Pemprov Jateng pada 2013 lalu. Beberapa kali jadi juara produk ternak tingkat Jateng. Hanya, beberapa waktu terakhir marak adanya PMK menyerang sapi. Untuk itu, ia menginstruksikan agar para surveilans intensif terjun ke lapangan.

Sebab, dari keterangan Ganjar sudah ada empat daerah di Jateng yang terindikasi ada ternak yang terinveksi penyakit tersebut. Meliputi Rembang, Boyolali, Banjarnegara, dan Wonosobo. ”Sudah dipastikan oleh kawan-kawan Dinas Peternakan. Termasuk oleh dokter hewan,” ungkap Ganjar.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tak perlu panik. Sebab, penyakit tersebut sejauh ini tidak menular kepada manusia. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan tim untuk mengatasi permasalahan penyakit tersebut di Jateng. Termasuk sapi-sapi yang dikelola kelompok tani di Desa Sumanding. Kemarin tak ada satupun ternak yang terdeteksi penyakit tersebut.

Baca Juga :  Disparbud Jepara Digelontor Pusat Rp 1,4 Miliar, Buat Apa Saja Sih?

Terkait ternak yang saat ini telah terkonfirmasi penyakit tersebut, nantinya akan dikarantina, sehingga penyebarannya tak semakin meluas. ”Ternak dari luar daerah diperketat bila ingin masuk ke Jateng. Kami sudah bicara dengan kapolda juga, sehingga dilakukan kontrol di daerah perbatasan,” tandasnya.

Terkait sapi-sapi yang dikembangkan di Desa Sumanding merupakan jenis sapi lokal peranakan ongole. Provinsi memberi bantuan kelompok tani di desa ini dalam tiga tahap. Pertama ada delapan ekor. Kemudian 10 ekor dan terakhir 13 ekor. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/