alexametrics
25.9 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Ngeri, Bocah Tiga Tahun Tewas Terlindas Truk Tronton di Jepara

JEPARA – Kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan truk tronton di simpang SPBU Pulodarat, Pecangaan, Rabu (12/1) kemarin. Bocah berumur sekitar tiga tahun tewas di tempat. Terlindas ban truk tronton. Korban dibonceng kakeknya, S, 65, saat kejadian.

Menurut salah satu warga sekitar, Sugeng, pengendara motor melaju saat lampu merah menyala dari arah Terminal Pecangaan. Lurus. Lajunya cukup pelan. Sementara dari arah utara melaju truk tronton ke arah Terminal Pecangaan. Kedua kendaraan terlibat tabrakan. Adu banteng.

S, 65, yang mengendarai sepeda motor itu, membonceng cucunya yang berumur sekitar tiga tahun. S dan sepedanya terpental ke tepi jalan. Sedangkan cucunya jatuh ke badan jalan. “Si anak itu meninggal di tempat. Kepalanya yang kena,” kata warag yang juga ikut membantu membopong korban usai kejadian itu.


Saat kejadian, Sugeng sedang menjaga warung. Mendengar kabar kecelakaan di depannya, ia langsung datang ke lokasi. Suasana sedang hujan. Ia sempat melihat kakek tersebut langsung merangkul jasad cucunya di pinggir jalan. Setelah merangkul jasad cucunya, tak lama S pingsan. Ia melihat hanya bagian depan motor S yang rusak. Seperti lampu depan pecah.

Baca Juga :  Miris! Ada 17 Ribu Anak di Jepara Tak Sekolah

Ahmad Murofik, Bhabinkamtibmas Polisi Sektor Pecangaan menjelaskan, pengendara motor merupakan warga Lebuawu RT 22 RW 04. Ia membenarkan jasad anak tersebut merupakan cucu dari S. Diperkirakan, S berumur 65 tahun.

Ahmad menjelaskan, S melanggar aturan lalu lintas. Saat itu lampu merah masih menyala namun ia menerobos. Dan terlibat kecelakaan dengan truk tronton. “Cukup besar trontonnya. Kapasitas 35 ton,” ungkap Ahmad.

“Saat berjalan, truk diketahui sedang tidak membawa muatan. Sebelum truk berjalan, di depannya ada sedan putih,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua kendaraan sedang tidak melaju kencang. “Itu pelan-pelan kok. Sedannya lurus dari utara, truk tronton melaju ke arah terminal. Pengendara motor ada tepat di depan kantor Petinggi Desa Pulodarat ingin melaju lurus,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, meski menerobos lampu merah, S berpakaian lengkap. Juga dengan helm. Hanya, cucunya tidak mengenakan helm.

Setelah kejadian itu, truk tronton, motor, dan sopir truk dibawa ke Mapolres Jepara untuk dimintai keterangan. (nib/war)

JEPARA – Kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan truk tronton di simpang SPBU Pulodarat, Pecangaan, Rabu (12/1) kemarin. Bocah berumur sekitar tiga tahun tewas di tempat. Terlindas ban truk tronton. Korban dibonceng kakeknya, S, 65, saat kejadian.

Menurut salah satu warga sekitar, Sugeng, pengendara motor melaju saat lampu merah menyala dari arah Terminal Pecangaan. Lurus. Lajunya cukup pelan. Sementara dari arah utara melaju truk tronton ke arah Terminal Pecangaan. Kedua kendaraan terlibat tabrakan. Adu banteng.

S, 65, yang mengendarai sepeda motor itu, membonceng cucunya yang berumur sekitar tiga tahun. S dan sepedanya terpental ke tepi jalan. Sedangkan cucunya jatuh ke badan jalan. “Si anak itu meninggal di tempat. Kepalanya yang kena,” kata warag yang juga ikut membantu membopong korban usai kejadian itu.

Saat kejadian, Sugeng sedang menjaga warung. Mendengar kabar kecelakaan di depannya, ia langsung datang ke lokasi. Suasana sedang hujan. Ia sempat melihat kakek tersebut langsung merangkul jasad cucunya di pinggir jalan. Setelah merangkul jasad cucunya, tak lama S pingsan. Ia melihat hanya bagian depan motor S yang rusak. Seperti lampu depan pecah.

Baca Juga :  Sembilan Kecamatan di Jepara Diusulkan Jadi Kawasan Industri, Mana Saja?

Ahmad Murofik, Bhabinkamtibmas Polisi Sektor Pecangaan menjelaskan, pengendara motor merupakan warga Lebuawu RT 22 RW 04. Ia membenarkan jasad anak tersebut merupakan cucu dari S. Diperkirakan, S berumur 65 tahun.

Ahmad menjelaskan, S melanggar aturan lalu lintas. Saat itu lampu merah masih menyala namun ia menerobos. Dan terlibat kecelakaan dengan truk tronton. “Cukup besar trontonnya. Kapasitas 35 ton,” ungkap Ahmad.

“Saat berjalan, truk diketahui sedang tidak membawa muatan. Sebelum truk berjalan, di depannya ada sedan putih,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua kendaraan sedang tidak melaju kencang. “Itu pelan-pelan kok. Sedannya lurus dari utara, truk tronton melaju ke arah terminal. Pengendara motor ada tepat di depan kantor Petinggi Desa Pulodarat ingin melaju lurus,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, meski menerobos lampu merah, S berpakaian lengkap. Juga dengan helm. Hanya, cucunya tidak mengenakan helm.

Setelah kejadian itu, truk tronton, motor, dan sopir truk dibawa ke Mapolres Jepara untuk dimintai keterangan. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/