alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Polisi Amankan Ratusan Butir Obat Keras Ilegal yang Dijual Bebas di Jepara

JEPARA – Belum lama ini polres Jepara menangkap seorang pengedar obat keras tak berizin. Total 510 butir obat keras diamankan.

Tersangka merupakan ATJ, 37, warga Dukuh Ngemplak, Desa Karanggondang, Mlonggo. Ia berjualan obat keras demi memeroleh keuntungan. Obat-obat itu ia peroleh dari aplikasi belanja online.

Kasatres Narkoba Polres Jepara AKP Noerbianto menjelaskan pihaknya menangkan tersangka pada awal Agustus (02/08). Sekitar pukul 12.40 di sebuah lokasi pencucian mobil daerah Kedung Penjalin, Karanggondang. Tempat dimana ATJ juga sempat bertransaksi.


“Setelah kami temukan ia menjual obat keras tersebut, kami langsung memeriksa rumah tersangka dan didapati barang bukti,” jelas AKP Noerbianto.

Dari penggeledahan rumah tersangka, polisi mendapati barang bukti seperti obat keras merk Yurindo sejumlah 510 butir, dua pack plastik untuk membungkus obat, satu unit sepeda motor, satu smartphone dan sim cardnya yang digunakan untuk bertransaksi, dan uang tunai hasil penjualan obat keras tersebut. Nominalnya Rp 295.000.

Baca Juga :  Dibangun Kemen PUPR, TPA Karimunjawa Kini Jadi Milik Aset Daerah

Atas perbuatannya ATJ dijerat pasal 197 sub pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Tersangka terbukti dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tidak memiliki izin edar,” kata AKP Noerbianto.

ATJ langsung diamankan oleh polisi. Saat ini ATJ mendekam di Rutan Polres Jepara. (nib)

JEPARA – Belum lama ini polres Jepara menangkap seorang pengedar obat keras tak berizin. Total 510 butir obat keras diamankan.

Tersangka merupakan ATJ, 37, warga Dukuh Ngemplak, Desa Karanggondang, Mlonggo. Ia berjualan obat keras demi memeroleh keuntungan. Obat-obat itu ia peroleh dari aplikasi belanja online.

Kasatres Narkoba Polres Jepara AKP Noerbianto menjelaskan pihaknya menangkan tersangka pada awal Agustus (02/08). Sekitar pukul 12.40 di sebuah lokasi pencucian mobil daerah Kedung Penjalin, Karanggondang. Tempat dimana ATJ juga sempat bertransaksi.

“Setelah kami temukan ia menjual obat keras tersebut, kami langsung memeriksa rumah tersangka dan didapati barang bukti,” jelas AKP Noerbianto.

Dari penggeledahan rumah tersangka, polisi mendapati barang bukti seperti obat keras merk Yurindo sejumlah 510 butir, dua pack plastik untuk membungkus obat, satu unit sepeda motor, satu smartphone dan sim cardnya yang digunakan untuk bertransaksi, dan uang tunai hasil penjualan obat keras tersebut. Nominalnya Rp 295.000.

Baca Juga :  Mutasi Jabatan di Jepara Tunggu Rekom KASN

Atas perbuatannya ATJ dijerat pasal 197 sub pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Tersangka terbukti dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tidak memiliki izin edar,” kata AKP Noerbianto.

ATJ langsung diamankan oleh polisi. Saat ini ATJ mendekam di Rutan Polres Jepara. (nib)


Most Read

Artikel Terbaru