alexametrics
24.4 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Banprov Rumah Tak Layak Huni di Jepara Masih Abu-Abu

JEPARA – Tahun ini dipastikan seribu unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Jepara mendapat bantuan renovasi yang bersumber dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2021. Namun, bantuan renovasi RTLH yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa dipastikan.

Bila dibandingkan tahun lalu, ada sekitar 260 unit rumah yang mendapatkan bantuan. Dan mulai dicairkan sekitar September. Bantuan tersebut melalui bantuan keuangan (bankeu) di tiap desa. Aliran dananya langsung masuk ke rekening desa.

Hanya disalurkan berdasarkan tingkat sosial ekonomi desa. Dikhususkan bagi desa zona kemiskinannya merah atau kuning. Tiap desa dijatah bantuan renovasi tiga unit RTLH. Sedangkan desa makmur atau zona hijau tidak mendapat alokasi bankeu tersebut.


Penggunaannya dimonitoring oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara. Besaran bantuan saat itu sekitar Rp 12 juta. Dengan ketentuan, Rp 10 juta untuk renovasi, sedangkan sisanya untuk kegiatan padatkarya.

Baca Juga :  Bupati Jepara: Masalah Pembangunan Hotels Indonesia di Karimunjawa segera Diselesaikan

“Untuk tahun ini, bankeu renovasi RTLH dari provinsi belum bisa diprediksi. Soalnya alokasinya biasanya di awal tahun,” terang Kepala Disperkim Jepara Hartaya melalui Kabid Kawasan Permukiman Hanif K.

Meski begitu, dirinya menegaskan masih ada renovasi RTLH dari sumber Dana Alokasi Khusus pemerintah pusat tahun ini. Ada sekitar 70 unit RTLH yang mendapatkan alokasi dana itu. Masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp 20 juta.

Bantuan renovasi RTLH dari DAK diserahkan langsung kepada pemilik rumah. Sasarannya ialah RTLH yang berada di kawasan kumuh. “Untuk program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu). Itu di wilayah Pecangaan,” terangnya. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Tahun ini dipastikan seribu unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Jepara mendapat bantuan renovasi yang bersumber dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2021. Namun, bantuan renovasi RTLH yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum bisa dipastikan.

Bila dibandingkan tahun lalu, ada sekitar 260 unit rumah yang mendapatkan bantuan. Dan mulai dicairkan sekitar September. Bantuan tersebut melalui bantuan keuangan (bankeu) di tiap desa. Aliran dananya langsung masuk ke rekening desa.

Hanya disalurkan berdasarkan tingkat sosial ekonomi desa. Dikhususkan bagi desa zona kemiskinannya merah atau kuning. Tiap desa dijatah bantuan renovasi tiga unit RTLH. Sedangkan desa makmur atau zona hijau tidak mendapat alokasi bankeu tersebut.

Penggunaannya dimonitoring oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara. Besaran bantuan saat itu sekitar Rp 12 juta. Dengan ketentuan, Rp 10 juta untuk renovasi, sedangkan sisanya untuk kegiatan padatkarya.

Baca Juga :  Dindikpora Jepara Bantah Video yang Viral Termasuk Aksi Bullying

“Untuk tahun ini, bankeu renovasi RTLH dari provinsi belum bisa diprediksi. Soalnya alokasinya biasanya di awal tahun,” terang Kepala Disperkim Jepara Hartaya melalui Kabid Kawasan Permukiman Hanif K.

Meski begitu, dirinya menegaskan masih ada renovasi RTLH dari sumber Dana Alokasi Khusus pemerintah pusat tahun ini. Ada sekitar 70 unit RTLH yang mendapatkan alokasi dana itu. Masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp 20 juta.

Bantuan renovasi RTLH dari DAK diserahkan langsung kepada pemilik rumah. Sasarannya ialah RTLH yang berada di kawasan kumuh. “Untuk program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu). Itu di wilayah Pecangaan,” terangnya. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/