alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Diguyur Hujan Deras, Jepara Dikepung Banjir

JEPARA – Hujan deras disertai petir melanda sejumlah wilayah di Jepara dini hari kemarin  hingga sekitar pukul 06.00. Kondisi itu mengakibatkan beberapa kawasan Kota Jepara tergenang dan sejumlah wilayah mengalami luapan air sungai dan tanggul jebol.

Genangan air tersebut muncul sekitar pukul 05.00. Mulai surut sekitar pukul 08.00 pagi. Bahkan, genangan tersebut menggenangi beberapa perkantoran dan beberapa kediaman warga. Di antaranya di kompleks perkantoran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, dan rumah dinas Wakil Bupati Jepara. Air juga menggenangi beberapa fasilitas umum, mulai dari Pasar Jepara 2, serta Alun-Alun Jepara 1 dan 2.

Dari pantauan di lapangan kemarin, sekitar pukul 06.00 air masih menggenangi beberapa titik ruas jalan protokol di Kota Jepara. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Dr. Sutomo,  Jalan MH Tamrin, Jalan Chairil Anwar, Jalan Kartini, Jalan Kol. Sugiono, dan Jalan MT Haryono. Ketinggian air banjir tiap lokasinya berbeda. Mulai 10 sentimeter hingga 15 sentimeter.


Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Pengairan Agus Priyadi mengungkapkan banjir yang terjadi di dalam kota diakibatkan curah hujan tinggi serta aliran sungai di dalam kota terhambat masuk ke tempat pembuangan. Pasalnya, saat itu air laut pasang. Sehingga ketinggian permukaan laut dan sungai sama. “Jadinya posisi air kan agak imbang. Sehingga masuknya ke laut saling antre dan tidak bisa cepat,” terangnya.

Baca Juga :  Pengajuan Penggabungan Puluhan SD di Jepara masih Nyantol di Provinsi

Menurutnya, kawasan Jepara Kota merupakan daratan yang berada di titik terendah di Kabupaten Jepara. Ketinggian permukaan tanahnya hanya beberapa meter dengan permukaan laut. Sehingga, ketika air laut pasang dan ditambah curah hujan tinggi, rawan terjadi genangan. “Sebab itu kami mengusulkan dibantu pompa. Salah satunya tahun ini sudah memasang pompa di Tambaksari dan sudah dihidupkan,” imbuh Agus.

Selain di Tambaksari, pompa air yang berada di kawasan Shopping Jepara Center juga terus ia upayakan agar segera kembali dipasang. Pasalnya beberapa waktu lalu kedua pompa di kawasan tersebut dicopot untuk didesain ulang.

Banjir di Jepara tak hanya terjadi di Kota. Namun juga di Mantingan. Banjir di sana terjadi karena luapan sungai. Berlangsung sekitar dua jam. Sekitar pukul 05.00 phingga pukul 07.00. Selain di Mantingan, banjir juga menggenangi persawahan warga di Desa Bondo, Bangsri. Di sana, banjir terjadi akibat luapan sungai Kali Kemangi yang tanggulnya jebol di dua titik.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto menerangkan curah hujan tinggi di Kabupaten Jepara berlangsung hingga akhir bulan depan. Dari pemetaan wilayah yang dilakukan BMKG terkait curah hujan, antara rendah, sedang, dan tinggi, Jepara masuk daerah dengan curah hujan tinggi. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hujan deras disertai petir melanda sejumlah wilayah di Jepara dini hari kemarin  hingga sekitar pukul 06.00. Kondisi itu mengakibatkan beberapa kawasan Kota Jepara tergenang dan sejumlah wilayah mengalami luapan air sungai dan tanggul jebol.

Genangan air tersebut muncul sekitar pukul 05.00. Mulai surut sekitar pukul 08.00 pagi. Bahkan, genangan tersebut menggenangi beberapa perkantoran dan beberapa kediaman warga. Di antaranya di kompleks perkantoran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, dan rumah dinas Wakil Bupati Jepara. Air juga menggenangi beberapa fasilitas umum, mulai dari Pasar Jepara 2, serta Alun-Alun Jepara 1 dan 2.

Dari pantauan di lapangan kemarin, sekitar pukul 06.00 air masih menggenangi beberapa titik ruas jalan protokol di Kota Jepara. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Dr. Sutomo,  Jalan MH Tamrin, Jalan Chairil Anwar, Jalan Kartini, Jalan Kol. Sugiono, dan Jalan MT Haryono. Ketinggian air banjir tiap lokasinya berbeda. Mulai 10 sentimeter hingga 15 sentimeter.

Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Pengairan Agus Priyadi mengungkapkan banjir yang terjadi di dalam kota diakibatkan curah hujan tinggi serta aliran sungai di dalam kota terhambat masuk ke tempat pembuangan. Pasalnya, saat itu air laut pasang. Sehingga ketinggian permukaan laut dan sungai sama. “Jadinya posisi air kan agak imbang. Sehingga masuknya ke laut saling antre dan tidak bisa cepat,” terangnya.

Baca Juga :  Pengerjaan Jembatan Bungpis di Jepara Capai 90 Persen

Menurutnya, kawasan Jepara Kota merupakan daratan yang berada di titik terendah di Kabupaten Jepara. Ketinggian permukaan tanahnya hanya beberapa meter dengan permukaan laut. Sehingga, ketika air laut pasang dan ditambah curah hujan tinggi, rawan terjadi genangan. “Sebab itu kami mengusulkan dibantu pompa. Salah satunya tahun ini sudah memasang pompa di Tambaksari dan sudah dihidupkan,” imbuh Agus.

Selain di Tambaksari, pompa air yang berada di kawasan Shopping Jepara Center juga terus ia upayakan agar segera kembali dipasang. Pasalnya beberapa waktu lalu kedua pompa di kawasan tersebut dicopot untuk didesain ulang.

Banjir di Jepara tak hanya terjadi di Kota. Namun juga di Mantingan. Banjir di sana terjadi karena luapan sungai. Berlangsung sekitar dua jam. Sekitar pukul 05.00 phingga pukul 07.00. Selain di Mantingan, banjir juga menggenangi persawahan warga di Desa Bondo, Bangsri. Di sana, banjir terjadi akibat luapan sungai Kali Kemangi yang tanggulnya jebol di dua titik.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto menerangkan curah hujan tinggi di Kabupaten Jepara berlangsung hingga akhir bulan depan. Dari pemetaan wilayah yang dilakukan BMKG terkait curah hujan, antara rendah, sedang, dan tinggi, Jepara masuk daerah dengan curah hujan tinggi. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/