alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Pajak Hotel Lesu, Setengah Tahun Realisasi PAD Jepara Cuma Dapat Rp 1,5 Miliar

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak hotel dan restoran dinilai belum maksimal. Utamanya hotel. Masih lesu. Rencananya akan diusulkan perubahan target.

Slamet Kendar Praptomo, Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara mengatakan pihaknya ditarget cukup tinggi untuk capaian pajak hotel dan restoran tahun ini. Pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan pajak restoran karena biasanya melampaui target. Namun, untuk pajak hotel pihaknya cukup waspada. Sebab hingga saat ini usaha hotel masih pemulihan setelah dihentak pandemi.

Tahun ini, pajak hotel ditarget Rp 6,3 miliar. Sementara pajak restoran Rp 10,1 miliar. Hingga kemarin, BPKAD telah menerima Rp 6,07 miliar untuk pajak restoran. Namun untuk pajak hotel baru Rp 1,5 miliar.


Kecilnya angka ini juga terjadi pada tahun sebelumnya. Pada 2021, pihaknya ditarget Rp 6 miliar untuk pajak hotel. Namun diusulkan perubahan karena terlalu tinggi. Akhirnya terealisasi Rp 2,1 miliar. “Mungkin nanti kita usulkan perubahan target lagi,” kata Kendar.

Baca Juga :  Ziarah Makam Leluhur Awali Rangkaian Hari Jadi Jepara

Pihaknya juga terkendala penangihan untuk penginapan semacam homestay. Sebab beberapa homestay juga telah bekerjasama dengan aplikasi penginapan sehingga terkena charge.

Ia menilai Karimunjawa belum menjadi pemasukan besar pajak. Hingga kini masih kecil nilai pajaknya. “Total hotel di Jepara tidak sampai seratus, itu termasuk Karimunjawa,” ungkap Kendar.

Pihaknya bahkan sempat mendapat keluhan oleh beberapa pengusaha hotel di Karimunjawa. Ada pemilik hotel yang mengeluhkan sepinya Karimunjawa. “Walaupun pariwisata sudah dibuka, ini masih sepi. Mereka kaget karena Karimunjawa tidak seramai Lombok dan daerah wisata lain,” imbuhnya. (nib/war)

JEPARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak hotel dan restoran dinilai belum maksimal. Utamanya hotel. Masih lesu. Rencananya akan diusulkan perubahan target.

Slamet Kendar Praptomo, Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara mengatakan pihaknya ditarget cukup tinggi untuk capaian pajak hotel dan restoran tahun ini. Pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan pajak restoran karena biasanya melampaui target. Namun, untuk pajak hotel pihaknya cukup waspada. Sebab hingga saat ini usaha hotel masih pemulihan setelah dihentak pandemi.

Tahun ini, pajak hotel ditarget Rp 6,3 miliar. Sementara pajak restoran Rp 10,1 miliar. Hingga kemarin, BPKAD telah menerima Rp 6,07 miliar untuk pajak restoran. Namun untuk pajak hotel baru Rp 1,5 miliar.

Kecilnya angka ini juga terjadi pada tahun sebelumnya. Pada 2021, pihaknya ditarget Rp 6 miliar untuk pajak hotel. Namun diusulkan perubahan karena terlalu tinggi. Akhirnya terealisasi Rp 2,1 miliar. “Mungkin nanti kita usulkan perubahan target lagi,” kata Kendar.

Baca Juga :  Ziarah Makam Leluhur Awali Rangkaian Hari Jadi Jepara

Pihaknya juga terkendala penangihan untuk penginapan semacam homestay. Sebab beberapa homestay juga telah bekerjasama dengan aplikasi penginapan sehingga terkena charge.

Ia menilai Karimunjawa belum menjadi pemasukan besar pajak. Hingga kini masih kecil nilai pajaknya. “Total hotel di Jepara tidak sampai seratus, itu termasuk Karimunjawa,” ungkap Kendar.

Pihaknya bahkan sempat mendapat keluhan oleh beberapa pengusaha hotel di Karimunjawa. Ada pemilik hotel yang mengeluhkan sepinya Karimunjawa. “Walaupun pariwisata sudah dibuka, ini masih sepi. Mereka kaget karena Karimunjawa tidak seramai Lombok dan daerah wisata lain,” imbuhnya. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru