alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Warga Jepara Gotong Royong Tutup Lubang dengan Bongkahan Batu Bata

JEPARA – Kerusakan jalan cukup parah terlihat di Jalan Gotri-Kudus tepatnya di dekat Jembatan Bakalan, Jepara pada Senin (11/4). Bahkan, titik itu sempat memakan korban. Tak ingin hal serupa kembali terjadi. Warga sekitar pun kemudian bergotong royong menutupi lubang dengan bongkahan batu bata.

Baca Juga : Hindari Lubang, Mobil Hantam Pembatas Jembatan Bakalan

Iin, warga Desa Bakalan mengatakan kecelakaan tunggal sempat terjadi pada Rabu (6/4). Diduga kecelakaan itu terjadi akibat menghindari jalan berlubang di dekat Jembatan Bakalan. Diketahui mobil Wuling Confero itu sempat menabrak pembatas jembatan Bakalan hingga ringsek bagian depan. “Saking ingin menghindari lubang itu, sayangnya malah keblabasan terus oleng,” katanya.


Iin menuturkan kejadian itu terjadi pada malam hari dan saat itu dia berada di lokasi kejadian. “Waktu usai salat tarawih. Wah, itu langsung banyak orang,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika pemilik mobil itu berasal dari Semarang, berjalan dari arah barat. “Kalau tidak ada pembatas malah langsung oleng ke sungai,” paparnya. Pada saat kejadian itu juga, kata dia, sempat menyerempet pengendara motor. Pengendara motor itu jatuh. “Terus dibawa ke rumah sakit,” kata Iin.

Baca Juga :  Putri Batik Cilik Jepara Wakili Jateng Maju Tingkat Nasional

Dia menjelaskan, jalan rusak itu aslinya lubangnya sangat dalam. Namun, dari pantauan di lokasi. Iin menunjukkan jika lubang itu telah ditutupi dengan bongkahan batu bata. Dia mengaku jalan itu rusak parah beberapa tahun ke belakang. “Toh, disini juga banyak pabriknya. Jadi, banyak kontainer atau truk yang berlalu lalang. Ya, namanya jalan dilewati kendaraan muatan terus,” imbuhnya.

Senada dengan Iin, Wiwik, warga RT 7/RW 2 Desa Margorejo, Kalinyamatan, Jepara juga membenarkan hal tersebut. Bahkan, beberapa hari yang lalu jalan rusak itu juga sempat memakan korban kembali. “Malah sorenya sebelum kejadian itu sudah ada yang jatuh kok,” ucapnya.

Wiwik pun berharap jalan tersebut agar segera ditembel atau ditangani dengan semestinya. Mengingat, meskipun sudah diatasi dengan bongkahan batu bata. Lubang itu pasti akan terkikis lagi. “Apalagi kalau malam hari kan tidak kelihatan, kasihan yang lewat,” katanya. (ark/khim)

JEPARA – Kerusakan jalan cukup parah terlihat di Jalan Gotri-Kudus tepatnya di dekat Jembatan Bakalan, Jepara pada Senin (11/4). Bahkan, titik itu sempat memakan korban. Tak ingin hal serupa kembali terjadi. Warga sekitar pun kemudian bergotong royong menutupi lubang dengan bongkahan batu bata.

Baca Juga : Hindari Lubang, Mobil Hantam Pembatas Jembatan Bakalan

Iin, warga Desa Bakalan mengatakan kecelakaan tunggal sempat terjadi pada Rabu (6/4). Diduga kecelakaan itu terjadi akibat menghindari jalan berlubang di dekat Jembatan Bakalan. Diketahui mobil Wuling Confero itu sempat menabrak pembatas jembatan Bakalan hingga ringsek bagian depan. “Saking ingin menghindari lubang itu, sayangnya malah keblabasan terus oleng,” katanya.

Iin menuturkan kejadian itu terjadi pada malam hari dan saat itu dia berada di lokasi kejadian. “Waktu usai salat tarawih. Wah, itu langsung banyak orang,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika pemilik mobil itu berasal dari Semarang, berjalan dari arah barat. “Kalau tidak ada pembatas malah langsung oleng ke sungai,” paparnya. Pada saat kejadian itu juga, kata dia, sempat menyerempet pengendara motor. Pengendara motor itu jatuh. “Terus dibawa ke rumah sakit,” kata Iin.

Baca Juga :  Shahnaz, Mahasiswi Unisnu Jepara Raih Juara 2 ESA 2021 Kwarda Jateng

Dia menjelaskan, jalan rusak itu aslinya lubangnya sangat dalam. Namun, dari pantauan di lokasi. Iin menunjukkan jika lubang itu telah ditutupi dengan bongkahan batu bata. Dia mengaku jalan itu rusak parah beberapa tahun ke belakang. “Toh, disini juga banyak pabriknya. Jadi, banyak kontainer atau truk yang berlalu lalang. Ya, namanya jalan dilewati kendaraan muatan terus,” imbuhnya.

Senada dengan Iin, Wiwik, warga RT 7/RW 2 Desa Margorejo, Kalinyamatan, Jepara juga membenarkan hal tersebut. Bahkan, beberapa hari yang lalu jalan rusak itu juga sempat memakan korban kembali. “Malah sorenya sebelum kejadian itu sudah ada yang jatuh kok,” ucapnya.

Wiwik pun berharap jalan tersebut agar segera ditembel atau ditangani dengan semestinya. Mengingat, meskipun sudah diatasi dengan bongkahan batu bata. Lubang itu pasti akan terkikis lagi. “Apalagi kalau malam hari kan tidak kelihatan, kasihan yang lewat,” katanya. (ark/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/