alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

BPKAD Jepara Sebut Realisasi PAD 2021 Sektor Pajak Lampaui Target

JEPARA – Target pendapatan asli daerah (PAD) Jepara dari sektor pajak daerah tahun tahun lalu melampaui target. Target yang harus dicapai sebesar Rp 145,610 miliar. Hingga akhir Desember lalu, sudah terealisasi Rp 170,338 miliar. Capaiannya terlampaui 17 persen.

Bahkan, target tersebut telah terlampui meski masih November. Targetnya terlampui sebesar Rp 7,066 miliar. Atau realisasinya mencapai 104,9 persen.

Kendar Praptomo, Kabid Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) faktor terlampauinya target tersebut karena Covid-19 mulai mereda. ”Sehingga ekonomi mulai kembali bergerak,” ungkapnya.


Meski begitu, ada pula beberapa objek pajak yang belum bisa mencapai target. Dari 11 objek pajak, ada tiga yang tidak tercapai targetnya. Yakni Pajak Air Tanah yang targetnya Rp 1 miliar hanya terealisasi Rp 751,9 juta; Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang targetnya Rp 5 miliar terealisasi Rp 2,093 miliar; dan Pajak Sarang Burung Walet Rp 2 juta hanya terealisasi Rp 1,75 juta. ”Sarang burung wallet memang jelas tidak ada potensinya karena tinggal satu saja,” tutur Kendar.

Baca Juga :  Bupati Jepara Luncurkan Vaksinasi Berhadiah Motor, Ini Tujuannya

Target realiasi PAD tahun 2021 sempat dikurangi di beberapa objek. Pasalnya, hingga triwulan ke tiga tahun 2021 realisasi pendapatannya masih minim. Hal serupa juga sempat terjadi di tahun 2020 dampak pandemi Covid-19. ”Tahun 2020 juga ada refocusing anggaran. Termasuk pendapatannya dikurangi 50 hingga 70 persen. Namun di tahun 2021 tidak sebesar itu. Namun disesuaikan, sekitar 40 persen,” jelas Kendar. (rom/war)

JEPARA – Target pendapatan asli daerah (PAD) Jepara dari sektor pajak daerah tahun tahun lalu melampaui target. Target yang harus dicapai sebesar Rp 145,610 miliar. Hingga akhir Desember lalu, sudah terealisasi Rp 170,338 miliar. Capaiannya terlampaui 17 persen.

Bahkan, target tersebut telah terlampui meski masih November. Targetnya terlampui sebesar Rp 7,066 miliar. Atau realisasinya mencapai 104,9 persen.

Kendar Praptomo, Kabid Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) faktor terlampauinya target tersebut karena Covid-19 mulai mereda. ”Sehingga ekonomi mulai kembali bergerak,” ungkapnya.

Meski begitu, ada pula beberapa objek pajak yang belum bisa mencapai target. Dari 11 objek pajak, ada tiga yang tidak tercapai targetnya. Yakni Pajak Air Tanah yang targetnya Rp 1 miliar hanya terealisasi Rp 751,9 juta; Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang targetnya Rp 5 miliar terealisasi Rp 2,093 miliar; dan Pajak Sarang Burung Walet Rp 2 juta hanya terealisasi Rp 1,75 juta. ”Sarang burung wallet memang jelas tidak ada potensinya karena tinggal satu saja,” tutur Kendar.

Baca Juga :  Tiga Paket Peningkatan Jalan di Jepara Dilelang Lebih Awal

Target realiasi PAD tahun 2021 sempat dikurangi di beberapa objek. Pasalnya, hingga triwulan ke tiga tahun 2021 realisasi pendapatannya masih minim. Hal serupa juga sempat terjadi di tahun 2020 dampak pandemi Covid-19. ”Tahun 2020 juga ada refocusing anggaran. Termasuk pendapatannya dikurangi 50 hingga 70 persen. Namun di tahun 2021 tidak sebesar itu. Namun disesuaikan, sekitar 40 persen,” jelas Kendar. (rom/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/