alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Banjir di Tegalsambi Jepara Mulai Surut

JEPARA – Banjir yang sempat melanda Desa Tegalsambi, Tahunan sudah surut kemarin. Genangan air masih dijumpai di pekarangan rumah warga. Utamanya yang berada di dataran paling rendah. Genangan itu setinggi mata kaki.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, genangan air di lahan pertanian sekitar jembatan RT 9 RW 2 Desa Tegalsambi juga mulai berkurang. Saat banjir Minggu (9/1), air dari sungai sempat meluap menggenangi lahan pertanian.

Sementara itu, di jalan dan gang akses jalan sudah surut total. Beberapa lumpur yang mulai mengering tampak di jalan. Warga yang rumahnya terendam juga telah membersihkan sisa banjir sejak subuh. Warga telah beraktivitas seperti biasa.


Nur Hayati, salah satu warga yang bermukim di area dataran rendah mulai membersihkan rumahnya sejak subuh. Lalu selesai pukul tujuh. Ia bercerita, pernah tersengat listrik saat banjir. Saat paling parah, banjir di dalam rumahnya bisa mencapai sepinggul orang dewasa. “Setahun itu banjir bisa terjadi 9-12 kali, tergantung cuaca. Utamanya saat hujan deras,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seorang Warga di Jepara Tenggelam saat Memancing, Begini Kronologinya

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso melalui Sekretaris Desa Tegalsambi Vida menjelaskan, banjir yang kerap terjadi ini perlu normalisasi sungai. Puhaknya sudah mengusulkan berkali-kali setiap musayawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). Meski begitu, belum ada jawaban. Ia berharap, tahun ini mulai dinormalisasi sehingga banjir bisa dicegah.

Selain karena hujan dengan intensitas tinggi, Tegalsambi juga mendapat air kiriman. Juga sampah kiriman. Sampah terbawa arus sungai. Menyumbat di saluran air. Bahkan saat wilayah yang lebih tinggi terjadi hujan lebat, sedangkan Tegalsambi tidak turun hujan, air di sungai meluap.

Sementar itu, soal banjir kali ini, pihaknya juga telah mendapat bantuan seratus sak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara. Sak itu digunakan untuk membuat tanggul darurat. (nib/war)

JEPARA – Banjir yang sempat melanda Desa Tegalsambi, Tahunan sudah surut kemarin. Genangan air masih dijumpai di pekarangan rumah warga. Utamanya yang berada di dataran paling rendah. Genangan itu setinggi mata kaki.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, genangan air di lahan pertanian sekitar jembatan RT 9 RW 2 Desa Tegalsambi juga mulai berkurang. Saat banjir Minggu (9/1), air dari sungai sempat meluap menggenangi lahan pertanian.

Sementara itu, di jalan dan gang akses jalan sudah surut total. Beberapa lumpur yang mulai mengering tampak di jalan. Warga yang rumahnya terendam juga telah membersihkan sisa banjir sejak subuh. Warga telah beraktivitas seperti biasa.

Nur Hayati, salah satu warga yang bermukim di area dataran rendah mulai membersihkan rumahnya sejak subuh. Lalu selesai pukul tujuh. Ia bercerita, pernah tersengat listrik saat banjir. Saat paling parah, banjir di dalam rumahnya bisa mencapai sepinggul orang dewasa. “Setahun itu banjir bisa terjadi 9-12 kali, tergantung cuaca. Utamanya saat hujan deras,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seorang Warga di Jepara Tenggelam saat Memancing, Begini Kronologinya

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso melalui Sekretaris Desa Tegalsambi Vida menjelaskan, banjir yang kerap terjadi ini perlu normalisasi sungai. Puhaknya sudah mengusulkan berkali-kali setiap musayawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). Meski begitu, belum ada jawaban. Ia berharap, tahun ini mulai dinormalisasi sehingga banjir bisa dicegah.

Selain karena hujan dengan intensitas tinggi, Tegalsambi juga mendapat air kiriman. Juga sampah kiriman. Sampah terbawa arus sungai. Menyumbat di saluran air. Bahkan saat wilayah yang lebih tinggi terjadi hujan lebat, sedangkan Tegalsambi tidak turun hujan, air di sungai meluap.

Sementar itu, soal banjir kali ini, pihaknya juga telah mendapat bantuan seratus sak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara. Sak itu digunakan untuk membuat tanggul darurat. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/