alexametrics
34.4 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Viral Video Pengunjung Kafe di Jepara Ricuh, Polisi Temukan Miras 

JEPARA – Beberapa hari terakhir, beredar video viral yang berisikan pemuda berkelahi. Kejadian itu, terjadi di 87 King Coffee & Space, Desa Manyargading, Kalinyamatan, kemarin malam. Saat penyelidikan kemarin, polisi menemukan dua botol minuman keras (miras).

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus kemarin pagi, kafe tersebut dalam kondisi berantakan. Ada meja yang terbalik, pecahan kaca, sandal-sandal berserakan, sampah, dan tempat di halaman depan kafe.

Seorang pekerja membersihkan lokasi tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh wartawan, muncul seorang ibu yang memberitahu pekerja tersebut untuk menyingkir. Gerbang kafe ditutup dengan digembok. Wartawan Koran ini, diminta pergi.


Terkait alasan kericuhan, wartawan tidak mendapat info detail. Kepala Polsek (Kapolsek) Kalinyamatan Yusron menyebut, pihaknya menemukan dua botol miras di lokasi kejadian. ”Kemungkinan ada yang membawa miras dari luar. Ketika kami ke sana (kafe, Red) memang ada botolnya (miras),” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat mengetahui ada kejadian itu, pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 23.00 pihaknya membubarkan kericuhan tersebut. Di kafe itu, pihaknya juga menyayangkan ada warga, anak kecil, dan pengunjung kafe yang tidak mengenakan masker.

Baca Juga :  Kerusakan Jalan Nasional di Jepara hanya Ditambal Sulam

Dia mengaku, kafe tersebut berulang kali diimbau polisi dan aparat untuk tutup sementara. Bahkan, pada 4 Desember lalu, pihaknya bersama camat, danramil, dan warga sempat memerintahkan kafe itu, untuk menghentikan live music. Setelah penghentian itu, tiga hari kafe tidak beroperasi. ”Tapi, kemarin (Rabu, 8 Desember, Red) itu buka lagi,” ujarnya.

Terkait dua botol miras yang ditemukan, pihaknya sedang melanjutkan pemeriksaan. Ia juga mengundang pemilik kafe untuk dimintai keterangan.

Di media sosial (medsos) beredar kabar, pemilik kafe tersebut merupakan orang Jakarta. Namun, hal ini disangkal kapolsek. ”Bukan, itu (kafe, Red) pemiliknya orang Manyargading (Jepara),” jelasnya.

Sebelum kejadian, pihaknya sebenarnya telah mengimbau kafe tersebut berulang kali. Ia juga mengungkapkan kafe tersebut sering membawa keresahan warga sekitar.

”Sampai saat ini, belum ada laporan yang masuk. Baik dari pemilik kafe atau yang merasa menjadi korban. Namun, kami masih menyelidiki peristiwa ini. Kami berupaya mencari pelaku keributan dan apa yang menjadi latar belakangnya,” imbuh Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi. (nib/lin)

JEPARA – Beberapa hari terakhir, beredar video viral yang berisikan pemuda berkelahi. Kejadian itu, terjadi di 87 King Coffee & Space, Desa Manyargading, Kalinyamatan, kemarin malam. Saat penyelidikan kemarin, polisi menemukan dua botol minuman keras (miras).

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus kemarin pagi, kafe tersebut dalam kondisi berantakan. Ada meja yang terbalik, pecahan kaca, sandal-sandal berserakan, sampah, dan tempat di halaman depan kafe.

Seorang pekerja membersihkan lokasi tersebut. Ketika dimintai keterangan oleh wartawan, muncul seorang ibu yang memberitahu pekerja tersebut untuk menyingkir. Gerbang kafe ditutup dengan digembok. Wartawan Koran ini, diminta pergi.

Terkait alasan kericuhan, wartawan tidak mendapat info detail. Kepala Polsek (Kapolsek) Kalinyamatan Yusron menyebut, pihaknya menemukan dua botol miras di lokasi kejadian. ”Kemungkinan ada yang membawa miras dari luar. Ketika kami ke sana (kafe, Red) memang ada botolnya (miras),” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat mengetahui ada kejadian itu, pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 23.00 pihaknya membubarkan kericuhan tersebut. Di kafe itu, pihaknya juga menyayangkan ada warga, anak kecil, dan pengunjung kafe yang tidak mengenakan masker.

Baca Juga :  Bejat! Tak Kuat Menahan Hawa Nafsu, Ayah di Jepara Nekat Cabuli Anak Tirinya

Dia mengaku, kafe tersebut berulang kali diimbau polisi dan aparat untuk tutup sementara. Bahkan, pada 4 Desember lalu, pihaknya bersama camat, danramil, dan warga sempat memerintahkan kafe itu, untuk menghentikan live music. Setelah penghentian itu, tiga hari kafe tidak beroperasi. ”Tapi, kemarin (Rabu, 8 Desember, Red) itu buka lagi,” ujarnya.

Terkait dua botol miras yang ditemukan, pihaknya sedang melanjutkan pemeriksaan. Ia juga mengundang pemilik kafe untuk dimintai keterangan.

Di media sosial (medsos) beredar kabar, pemilik kafe tersebut merupakan orang Jakarta. Namun, hal ini disangkal kapolsek. ”Bukan, itu (kafe, Red) pemiliknya orang Manyargading (Jepara),” jelasnya.

Sebelum kejadian, pihaknya sebenarnya telah mengimbau kafe tersebut berulang kali. Ia juga mengungkapkan kafe tersebut sering membawa keresahan warga sekitar.

”Sampai saat ini, belum ada laporan yang masuk. Baik dari pemilik kafe atau yang merasa menjadi korban. Namun, kami masih menyelidiki peristiwa ini. Kami berupaya mencari pelaku keributan dan apa yang menjadi latar belakangnya,” imbuh Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi. (nib/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/