alexametrics
32.8 C
Kudus
Wednesday, July 27, 2022

Perkara Kecelakaan Tambang Ilegal di Rembang Diproses Polisi

REMBANG – Perkara kecelakaan tambang di Kecamatan Sale, Rembang, diproses pihak kepolisian. Diketahui, tambang tersebut berada di luar area PT Sinar Asia Fortuna (SAF).

Diberitakan sebelumnya, terjadi kesalahan kerja penulisan bahwa lokasi kecelakaan berada dalam area PT SAF. Sebenarnya, lokasi kecelakaan itu, merupakan area tambang lain yang berada di sekitar PT SAF.

Kejadiannya, informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, korban bernama Leles Imam Tobroni, 39, warga Desa/Kecamatan Tahunan, Jepara, yang merupakan operator alat berat. Petaka bermula ketika korban hendak memarkir alat berat. Diduga karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut terperosok. Korban sempat di bawa ke puskesmas Sale untuk menerima tindakan medis. Namun sayangnya, nyawa korban tak bisa diselamatkan.


Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan Teguh Yudi Pristiyanto menyampaikan, lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan. Saat ini telah ditangani oleh Polres Rembang.

Dia menegaskan, lokasi tersebut bukan termasuk dalam area PT SAF. Disinggung terkait nama perusahaan yang menjadi lokasi kecelakaan kerja itu, Teguh enggan menjawab. Dia hanya menyarankan wartawan untuk minta keterangan kepada Polres Rembang. ”Bukan (wilayah PT SAF). Konfirmasi saja langsung ke Polres, karena saat ini sedang ditangani polres,” jelasnya.

Baca Juga :  BPKAD Jepara Ungkap Capaian Pajak Daerah Kurang Lima Persen

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo membenarkan terkait kecelakaan tambang tersebut. Untuk sementara, pihaknya masih melaksanakan penyelidikan. ”Memenuhi unsur pidana atau tidak masih kami gali. Perkembangan selanjutnya nanti kami informasikan,” katanya.

Pihaknya sudah melaksanakan penyelidikan. ”Kondisi malam itu hujan (saat kejadian Selasa (7/9) sekitar pukul 18.30, Red). Dugaannya sementara mungkin karena jalannya kena air. Ketinggiannya sekitar 15 meter,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, informasi yang diterima Radar Kudus, kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kejadian terjadi sekitar pukul 18.30. Di area tambang tersebut dilakukan aktivitas, saat itu terjadi hujan.

Ada alat berat yang beroperasi. Salah satunya yang digunakan oleh korban. Setelah selesai aktivitas, alat berat tersebut akan diparkirkan. Karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut pun terperosok.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Perkara kecelakaan tambang di Kecamatan Sale, Rembang, diproses pihak kepolisian. Diketahui, tambang tersebut berada di luar area PT Sinar Asia Fortuna (SAF).

Diberitakan sebelumnya, terjadi kesalahan kerja penulisan bahwa lokasi kecelakaan berada dalam area PT SAF. Sebenarnya, lokasi kecelakaan itu, merupakan area tambang lain yang berada di sekitar PT SAF.

Kejadiannya, informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, korban bernama Leles Imam Tobroni, 39, warga Desa/Kecamatan Tahunan, Jepara, yang merupakan operator alat berat. Petaka bermula ketika korban hendak memarkir alat berat. Diduga karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut terperosok. Korban sempat di bawa ke puskesmas Sale untuk menerima tindakan medis. Namun sayangnya, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Wilayah Kendeng Selatan Teguh Yudi Pristiyanto menyampaikan, lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan. Saat ini telah ditangani oleh Polres Rembang.

Dia menegaskan, lokasi tersebut bukan termasuk dalam area PT SAF. Disinggung terkait nama perusahaan yang menjadi lokasi kecelakaan kerja itu, Teguh enggan menjawab. Dia hanya menyarankan wartawan untuk minta keterangan kepada Polres Rembang. ”Bukan (wilayah PT SAF). Konfirmasi saja langsung ke Polres, karena saat ini sedang ditangani polres,” jelasnya.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung di Jepara bakal Rehab RTLH hingga Beri Wawasan Kebangsaan

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo membenarkan terkait kecelakaan tambang tersebut. Untuk sementara, pihaknya masih melaksanakan penyelidikan. ”Memenuhi unsur pidana atau tidak masih kami gali. Perkembangan selanjutnya nanti kami informasikan,” katanya.

Pihaknya sudah melaksanakan penyelidikan. ”Kondisi malam itu hujan (saat kejadian Selasa (7/9) sekitar pukul 18.30, Red). Dugaannya sementara mungkin karena jalannya kena air. Ketinggiannya sekitar 15 meter,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, informasi yang diterima Radar Kudus, kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kejadian terjadi sekitar pukul 18.30. Di area tambang tersebut dilakukan aktivitas, saat itu terjadi hujan.

Ada alat berat yang beroperasi. Salah satunya yang digunakan oleh korban. Setelah selesai aktivitas, alat berat tersebut akan diparkirkan. Karena kondisi hujan dan kurangnya penerangan, alat berat tersebut pun terperosok.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/