alexametrics
23.8 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Jembatan Ambrol, Akses Mayong-Pancur Ditutup

JEPARA – Jembatan ruas jalan Kabupaten di Desa Jebol, Mayong, ambrol Rabu (8/6) sekitar pukul 17.30. Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Mayong dan Pancur dan daerah sekitarnya. Saat ini, akses menuju jembatan tersebut ditutup mulai hari ini. Sementara kemarin masih bisa dilalui kendaraan.

Ruas kendaraan dialihkan lewat perempatan Singorojo, Mayong, dan pertigaan menuju Ponpes Balekambang. ”Kendaraan truk muatan berat dialihkan lewat pertigaan Balekambang, nanti menuju Muryolobo, Nalumsari,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Bina Marga Agus Priyadi kemarin.

Dari pantauan di lapangan kemarin, kendaraan masih bisa lewat di jembatan tersebut. Namun hanya di sisi bagian barat saja. Sisi bagian timur jembatan amblas sebagian dan ambrol dengan diameter hampir semeter. Bagian bawah jembatan nampak dari lubang tersebut. Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.00, pihak kepolisian terus mengimbau para pengendara untuk mencari jalur alternatif lain. Di lain sisi, petugas Bina Marga juga mengecek kondisi kerusakan jembatan.

Baca Juga :  Adu Banteng Bus vs Motor di Jepara, Satu Orang Tewas di Tempat

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, jembatan tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1970. Panjang jembatannya 4,5 meter. Sementara lebarnya 5,5 meter. Kontruksi bangunannya, maksimal hanya bisa dilalui kendaraan dengan beban maksimal 8 ton.

”Kemungkinan rusaknya ini karena intensitas truk yang lewat berlebihan. Truk yang lewat jumbo. Melebihi kapasitas. Tonase berlebih. Ini mungkin beban gandarnya 14 hingga 15 ton,” ungkap Agus.

Penutupan jalan tersebut dilaksanakan mulai hari ini. Itu juga sebagai awal mulai perbaikan jembatan yang ambrol tersebut. Diprediksi proses perbaikan tersebut memakan waktu sepuluh hari. Namun, terkait kebijakan kendaraan yang lewat setelah pengerjaan rampung, Agus menyerahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara.

”Kami juga mengkritisi. Tapi yang punya wewenang Dishub,” tandasnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Jembatan ruas jalan Kabupaten di Desa Jebol, Mayong, ambrol Rabu (8/6) sekitar pukul 17.30. Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Mayong dan Pancur dan daerah sekitarnya. Saat ini, akses menuju jembatan tersebut ditutup mulai hari ini. Sementara kemarin masih bisa dilalui kendaraan.

Ruas kendaraan dialihkan lewat perempatan Singorojo, Mayong, dan pertigaan menuju Ponpes Balekambang. ”Kendaraan truk muatan berat dialihkan lewat pertigaan Balekambang, nanti menuju Muryolobo, Nalumsari,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Bina Marga Agus Priyadi kemarin.

Dari pantauan di lapangan kemarin, kendaraan masih bisa lewat di jembatan tersebut. Namun hanya di sisi bagian barat saja. Sisi bagian timur jembatan amblas sebagian dan ambrol dengan diameter hampir semeter. Bagian bawah jembatan nampak dari lubang tersebut. Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.00, pihak kepolisian terus mengimbau para pengendara untuk mencari jalur alternatif lain. Di lain sisi, petugas Bina Marga juga mengecek kondisi kerusakan jembatan.

Baca Juga :  Bupati Jepara Izinkan Masyarakat Gelar Takbir Keliling, Ini Syaratnya

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, jembatan tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1970. Panjang jembatannya 4,5 meter. Sementara lebarnya 5,5 meter. Kontruksi bangunannya, maksimal hanya bisa dilalui kendaraan dengan beban maksimal 8 ton.

”Kemungkinan rusaknya ini karena intensitas truk yang lewat berlebihan. Truk yang lewat jumbo. Melebihi kapasitas. Tonase berlebih. Ini mungkin beban gandarnya 14 hingga 15 ton,” ungkap Agus.

Penutupan jalan tersebut dilaksanakan mulai hari ini. Itu juga sebagai awal mulai perbaikan jembatan yang ambrol tersebut. Diprediksi proses perbaikan tersebut memakan waktu sepuluh hari. Namun, terkait kebijakan kendaraan yang lewat setelah pengerjaan rampung, Agus menyerahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara.

”Kami juga mengkritisi. Tapi yang punya wewenang Dishub,” tandasnya. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/