alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Empat Kendaraan Alami Kecelakaan Beruntun di Jepara, Begini Kronologinya

JEPARA – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Jepara-Pati kilometer 12 tepatnya di depan Masjid Jami`Roudhotul Falah Sekuro, Mlonggo pada Kamis (10/2) sekira pukul 09.17. Dalam kejadian itu, sebuah mikro bus jurusan Jepara-Pati menabrak tiga kendaraan bermotor. Akibatnya, dua orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Saksi mata Supriyanto, 50, mengungkapan kecelakaan bermula dari bus Armada Sejahtera jurusan Jepara-Pati bernomor polisi K 7057 OA melaju dari barat ke timur. Sekitar sepuluh meter dari lokasi kecelakaan, bus yang dikemudikan Margono, warga Tayu, Pati, oleng ke kanan.

Dari arah berlawanan, atau dari arah timur ke barat kemudian ada sebuah kendaraan pickup Daihatsu Granmax. Di belakangnya dibuntuti sebuah sepeda motor Scoopy hitam tanpa plat nomor dan mobil Daihatsu Espass bernomor polisi K 8717 H. Karena terlalu ke kanan, akhirnya tabrakan tak terhindarkan.


Dia menambahkan, bus pertama kali menyenggol kendaraan Daihatsu Granmax. Selanjutnya bus menabrak sepeda motor sehingga pengendaranya, yakni Risna Ristiana, 38, dan anaknya Bachtiar warga Jambu Timur, RT 9/RW 2, Mlonggo, terpental sekitar dua meter. Keduanya seketika tak sadarkan diri. Selain itu, bus juga menghantam mobil Daihatsu Espass hingga mobil itu tercebur ke dalam parit yang ada di sisi selatan jalan. Bus baru berhenti setelah menabrak pembatas jalan.

Dia juga menyebutkan, saat kejadian kondisi jalanan sedang dalam kondisi sepi. ”Bus tiba-tiba miring ke kanan terus,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Jadi Rebutan Warga, Bangkai Tongkang di Jepara Kini Dijaga Polisi

Sementara itu, sopir Daihatsu Espass Yoyok, 45, asal Bangsri menuturkan dirinya telah berusaha pelan saat mengemudi. ”Posisi sudah ngiri. Kecepatan mobil tidak sampai 20 kilometer,” tuturnya.

Namun, tabrakan tetap tak bisa dihindari. Dirinya saat itu hendak ke Jepara Kota dan berangkat dari Bangsri. Meski mobilnya rusak parah hingga masuk parit, beruntung dirinya tak mengalami luka. Dan berhasil keluar sendiri dari mobil tersebut.

Sementara itu, kernet bus Sholihin, 40, yang merupakan warga Tayu menuturkan, busnya itu baru saja berangkat dari Jepara dan hendak menuju Tayu, Pati. Bus membawa penumpang tujuh orang. Penyebab busnya oleng ke kanan saat dikendarai tersebut dari penuturannya disebabkan setirnya terkunci. ”Habis menerjang lubang, setirnya terkunci ke kanan,” ungkapnya.

Karena jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depannya, sang sopir tak bisa menguasai kendaraannya. Tabrakan pun tak terhindarkan. Beruntung seluruh penumpang saat itu selamat. Sementara sang sopir langsung menyerahkan diri ke polisi.

Adapun tiga kendaraan yang rusak, yakni bus, mobil Daihatsu Espass, dan motor Honda Scopy langsung dievakuasi aparat kepolisian. Sementara pengendara motor yang tak sadarkan diri langsung dievakuasi ke rumah sakit. Ke duanya menjalani perawatan intensif di RSI Sultan Hadlirin. Terpisah, Kepala Satlantas Polres Jepara AKP Doddy Triantoro memprediksi kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp 10 juta. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Jepara-Pati kilometer 12 tepatnya di depan Masjid Jami`Roudhotul Falah Sekuro, Mlonggo pada Kamis (10/2) sekira pukul 09.17. Dalam kejadian itu, sebuah mikro bus jurusan Jepara-Pati menabrak tiga kendaraan bermotor. Akibatnya, dua orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Saksi mata Supriyanto, 50, mengungkapan kecelakaan bermula dari bus Armada Sejahtera jurusan Jepara-Pati bernomor polisi K 7057 OA melaju dari barat ke timur. Sekitar sepuluh meter dari lokasi kecelakaan, bus yang dikemudikan Margono, warga Tayu, Pati, oleng ke kanan.

Dari arah berlawanan, atau dari arah timur ke barat kemudian ada sebuah kendaraan pickup Daihatsu Granmax. Di belakangnya dibuntuti sebuah sepeda motor Scoopy hitam tanpa plat nomor dan mobil Daihatsu Espass bernomor polisi K 8717 H. Karena terlalu ke kanan, akhirnya tabrakan tak terhindarkan.

Dia menambahkan, bus pertama kali menyenggol kendaraan Daihatsu Granmax. Selanjutnya bus menabrak sepeda motor sehingga pengendaranya, yakni Risna Ristiana, 38, dan anaknya Bachtiar warga Jambu Timur, RT 9/RW 2, Mlonggo, terpental sekitar dua meter. Keduanya seketika tak sadarkan diri. Selain itu, bus juga menghantam mobil Daihatsu Espass hingga mobil itu tercebur ke dalam parit yang ada di sisi selatan jalan. Bus baru berhenti setelah menabrak pembatas jalan.

Dia juga menyebutkan, saat kejadian kondisi jalanan sedang dalam kondisi sepi. ”Bus tiba-tiba miring ke kanan terus,” tuturnya.

Baca Juga :  Cair Bulan Depan, Pemkab Jepara Gelontorkan Rp 40 Miliar untuk Gaji ke-13 ASN

Sementara itu, sopir Daihatsu Espass Yoyok, 45, asal Bangsri menuturkan dirinya telah berusaha pelan saat mengemudi. ”Posisi sudah ngiri. Kecepatan mobil tidak sampai 20 kilometer,” tuturnya.

Namun, tabrakan tetap tak bisa dihindari. Dirinya saat itu hendak ke Jepara Kota dan berangkat dari Bangsri. Meski mobilnya rusak parah hingga masuk parit, beruntung dirinya tak mengalami luka. Dan berhasil keluar sendiri dari mobil tersebut.

Sementara itu, kernet bus Sholihin, 40, yang merupakan warga Tayu menuturkan, busnya itu baru saja berangkat dari Jepara dan hendak menuju Tayu, Pati. Bus membawa penumpang tujuh orang. Penyebab busnya oleng ke kanan saat dikendarai tersebut dari penuturannya disebabkan setirnya terkunci. ”Habis menerjang lubang, setirnya terkunci ke kanan,” ungkapnya.

Karena jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depannya, sang sopir tak bisa menguasai kendaraannya. Tabrakan pun tak terhindarkan. Beruntung seluruh penumpang saat itu selamat. Sementara sang sopir langsung menyerahkan diri ke polisi.

Adapun tiga kendaraan yang rusak, yakni bus, mobil Daihatsu Espass, dan motor Honda Scopy langsung dievakuasi aparat kepolisian. Sementara pengendara motor yang tak sadarkan diri langsung dievakuasi ke rumah sakit. Ke duanya menjalani perawatan intensif di RSI Sultan Hadlirin. Terpisah, Kepala Satlantas Polres Jepara AKP Doddy Triantoro memprediksi kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp 10 juta. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/