alexametrics
24.2 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Jepara Banjir Lagi, Puluhan Rumah Warga Terendam

JEPARA – Banjir merendam RT 9 RW 2 Desa Tegalsambi, Tahunan kemarin. Di jalan, tingginya mencapai lutut orang dewasa. Akses jalan menuju Kedungmalang ditutup sementara. 44 rumah juga terendam.

Tampak beberapa pengendara motor dan mobil putar balik. Arah menuju Kedungmlang. Warga yang berjaga mengingatkan para pengendara. “Putar balik saja mas, banjir!,” kata salah satu warga.

Jalan dibatasi dengan bangku kayu. Beberapa motor sempat menerobos kemudian mematikan mesin. Lalu mendorong motor hingga ke jembatan.


Selain akses jalan yang sempat ditutup, banjir membuat 44 rumah terendam. Pukul 13.00 tingginya sekitar 70 sentimeter. Dua jam kemudian mulai surut. Tinggal 32 rumah. “Sore sudah mulai surut,” kata Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan sumber banjir ini diduga dari sumbatan sampah di sungai dan tergerusnya tanggul. Ditambah intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu (8/1) malam hingga kemarin.

Baca Juga :  Anggota Koramil Pecangaan Ajarkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SD

Di jembatan, sampah dan bekas bambu menumpuk. Selain itu, terdapat tanggul sawah yang tergerus air. Pihaknya ikut mengirimkan 100 lembar karung untuk mencegah banjir di sawah.

Saat wartawan di lokasi, tampak tiga warga ikut membersihkan tumpukan sampah itu. Terlihat dari jembatan itu area persawahan Desa Tegalsambi terendam.

Banjir ini bukan kali pertama. Ahmad, warga setempat mengaku dua tahun ini sering menghadapi banjir. “2021 kemarin empat kali, 2022 awal ini sekali. Kalau hujan deras dan lama ya banjir,” ungkapnya.

Ahmad, selaku pemilik sebagian lahan sawah mengaku tahun lalu terjadi hal yang sama. Tanggul sawah sempat tergerus air. Ditambal dengan karung pasir bantuan BPBD. Namun tanggul itu tergerus lagi.

Sumiatun, warga RT 9 mengaku hujan mulai turun sejak pukul 20.00 Sabtu (8/1). Lalu hujan berhenti sebentar dan turun lagi. Terus berlanjut hingga pukul 11.00 kemarin. (nib/war)

JEPARA – Banjir merendam RT 9 RW 2 Desa Tegalsambi, Tahunan kemarin. Di jalan, tingginya mencapai lutut orang dewasa. Akses jalan menuju Kedungmalang ditutup sementara. 44 rumah juga terendam.

Tampak beberapa pengendara motor dan mobil putar balik. Arah menuju Kedungmlang. Warga yang berjaga mengingatkan para pengendara. “Putar balik saja mas, banjir!,” kata salah satu warga.

Jalan dibatasi dengan bangku kayu. Beberapa motor sempat menerobos kemudian mematikan mesin. Lalu mendorong motor hingga ke jembatan.

Selain akses jalan yang sempat ditutup, banjir membuat 44 rumah terendam. Pukul 13.00 tingginya sekitar 70 sentimeter. Dua jam kemudian mulai surut. Tinggal 32 rumah. “Sore sudah mulai surut,” kata Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan sumber banjir ini diduga dari sumbatan sampah di sungai dan tergerusnya tanggul. Ditambah intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu (8/1) malam hingga kemarin.

Baca Juga :  Imbas Tawuran Berujung Maut, Pentas Dangdut di Nalumsari Jepara Dilarang

Di jembatan, sampah dan bekas bambu menumpuk. Selain itu, terdapat tanggul sawah yang tergerus air. Pihaknya ikut mengirimkan 100 lembar karung untuk mencegah banjir di sawah.

Saat wartawan di lokasi, tampak tiga warga ikut membersihkan tumpukan sampah itu. Terlihat dari jembatan itu area persawahan Desa Tegalsambi terendam.

Banjir ini bukan kali pertama. Ahmad, warga setempat mengaku dua tahun ini sering menghadapi banjir. “2021 kemarin empat kali, 2022 awal ini sekali. Kalau hujan deras dan lama ya banjir,” ungkapnya.

Ahmad, selaku pemilik sebagian lahan sawah mengaku tahun lalu terjadi hal yang sama. Tanggul sawah sempat tergerus air. Ditambal dengan karung pasir bantuan BPBD. Namun tanggul itu tergerus lagi.

Sumiatun, warga RT 9 mengaku hujan mulai turun sejak pukul 20.00 Sabtu (8/1). Lalu hujan berhenti sebentar dan turun lagi. Terus berlanjut hingga pukul 11.00 kemarin. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/