alexametrics
33.3 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Kemenkominfo Apresiasi Perkembangan Smart City Jepara

JEPARA – Pogram penunjang Smart City Jepara tersapat tambahan enam program quick wins smart city. Perkembangan program Smart City di Jepara ini mendapat apresiasi dari Evaluator Kemenkominfo.

Hal itu disampaikan, tim evaluator Smart City yang ditunjuk Kemenkominfo RI, yakni Dirjen Aplikasi dan Informatika Hari S Nuegroho. Ada juga evaluator lainnya Mariam Barata, Rini Rachmawati, Wikan Danar Suninyo, dan Paulus Inspa Santosa.

Untuk diketahui EN.program.unggulam Smart City Jepara itu di antaranya layanan online Disdukcapil Jepara atau (Smart Governance), Mal pelayanan Publik (Smart Branding), Sistem Monitoring CSR (Simoncer) yang menjadi bagian Smart Economy. Ada juga Emas Berlian (Edukasi Masyarakat Berbasis Literasi Digital) yang jadi bagian Smart Society. Serta Si Cepat Onas (Sistem Informasi Cari Pasien Terintegrasi One Number All Service) bagian Smart Living, dan Desa Mandiri Sampah (DMS), atau Smart Environtment.


Hari menilai, Jepara mengalami kemajuan di bidang Smart City. Terutama terkait smart branding. Orientasinya saat ini layanan publik yang menjadi brand di Jepara. Menurutnya, itu berbeda dengan beberapa tahun lalu yang fokus pada brand Jepara sebagai pusat ukir dunia.

Baca Juga :  Penangkapan Kurir Sabu di Mantingan Jepara Diwarnai Kejar-kejaran dengan Polisi

“Saya masih ingat Jepara dari awal membimbing Smart City 2018. Peran serta masyarakat memang luar biasa dan termasuk salah satu unggulan. Mereka begitu sangat peduli terkait perkembangan,” ungkap Hari S Nuegroho.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara yang diwakili Sekda Jepara Edy Sujatmiko dan didampingi Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan mengungkapkan kegiatan yang menunjang program Smart City tahun 2020 ada 164 kegiatan dari 208 kegiatan yang ditetapkan. Atau sekitar 78,85 persen.

Sedangkan jumlah kegiatan rencana aksi Smart City tahun 2020 ada 164 kegiatan dan terlaksana sebanyak 134 kegiatan atau 81,71 persen. “Untuk kegiatan yang tidak terlaksana, dikarenakan terkena refocussing anggaran penanganan Covid-19,” terang Edy. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pogram penunjang Smart City Jepara tersapat tambahan enam program quick wins smart city. Perkembangan program Smart City di Jepara ini mendapat apresiasi dari Evaluator Kemenkominfo.

Hal itu disampaikan, tim evaluator Smart City yang ditunjuk Kemenkominfo RI, yakni Dirjen Aplikasi dan Informatika Hari S Nuegroho. Ada juga evaluator lainnya Mariam Barata, Rini Rachmawati, Wikan Danar Suninyo, dan Paulus Inspa Santosa.

Untuk diketahui EN.program.unggulam Smart City Jepara itu di antaranya layanan online Disdukcapil Jepara atau (Smart Governance), Mal pelayanan Publik (Smart Branding), Sistem Monitoring CSR (Simoncer) yang menjadi bagian Smart Economy. Ada juga Emas Berlian (Edukasi Masyarakat Berbasis Literasi Digital) yang jadi bagian Smart Society. Serta Si Cepat Onas (Sistem Informasi Cari Pasien Terintegrasi One Number All Service) bagian Smart Living, dan Desa Mandiri Sampah (DMS), atau Smart Environtment.

Hari menilai, Jepara mengalami kemajuan di bidang Smart City. Terutama terkait smart branding. Orientasinya saat ini layanan publik yang menjadi brand di Jepara. Menurutnya, itu berbeda dengan beberapa tahun lalu yang fokus pada brand Jepara sebagai pusat ukir dunia.

Baca Juga :  Telan Anggaran Rp 8,1 Miliar, Pembangunan Pasar Bangsri Dilanjut, Fokus Bangun Kios

“Saya masih ingat Jepara dari awal membimbing Smart City 2018. Peran serta masyarakat memang luar biasa dan termasuk salah satu unggulan. Mereka begitu sangat peduli terkait perkembangan,” ungkap Hari S Nuegroho.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara yang diwakili Sekda Jepara Edy Sujatmiko dan didampingi Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan mengungkapkan kegiatan yang menunjang program Smart City tahun 2020 ada 164 kegiatan dari 208 kegiatan yang ditetapkan. Atau sekitar 78,85 persen.

Sedangkan jumlah kegiatan rencana aksi Smart City tahun 2020 ada 164 kegiatan dan terlaksana sebanyak 134 kegiatan atau 81,71 persen. “Untuk kegiatan yang tidak terlaksana, dikarenakan terkena refocussing anggaran penanganan Covid-19,” terang Edy. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/