alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Pemasangan Beton Pemecah Ombak di Pelabuhan Kartini Capai 75 Persen

JEPARA – Rehabilitasi break water atau pemecah ombak di sebelah barat Pelabuhan Kartini saat ini masih berlangsung. Pengerjaannya telah dimulai sejak Juli lalu. Progresnya mencapai 75 persen.

Pemecah ombak itu berada di sisi barat pagar pelabuhan atau di ujung paling timur objek wisata Pantai Kartini. Panjangnya lebih dari 100 meter. Dibuat dari konstruksi balok beton yang ditumpuk mengerucut dan memanjang.

Kemarin, beberapa tetrapod tampak terletak di sisi jalan pelabuhan. Begitu pula beberapa blok beton. Pekerja satu persatu bahan break water tersebut diangkat menggunakan ekskavator untuk dipindahkan ke lokasi pemecah ombak yang telah ada.


Paket pengerjaan tersebut dianggarkan melalui APBD Kabupaten Jepara tahun 2021. Kontrak pekerjaan itu senilai Rp 7,7 miliar. “Target semestinya akhir bulan depan. Perkiraan kami, semoga bisa tercapai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa kemarin.

Baca Juga :  PLN Peduli Lingkungan, Daerah Aliran Sungai di Jepara Dikonservasi

Dia menjelaskan terdapat penambahan konstruksi break water. Sebab, beberapa bagian sudah longsor. Blok beton bagian paling atas akan diambil. Sementara bagian bawah berupa batu belah diganti tetrapod. Kemudian bagian atas ditutup kembali menggunakan blok beton.

Trisno Santosa menambahkan, Kementerian Perhubungan RI telah mengkaji area pelabuhan. Break water yang sudah ada, dinilai sudah tidak efektif memecah gelombang arus laut. Sehingga perlu direhab.

Tahun ini, selain rehabilitasi break water, Dishub juga ada penggantian ponton. Lokasinya Pelabuhan Karimunjawa. Lantaran ponton tersebut rusak. Sehingga bisa membahayakan para penumpang saat naik maupun turun dari kapal.

Anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. “Sempat khawatir tidak bisa selesai tepat waktu. Karena lokasinya juga jauh. Tapi saat ini progresnya juga sudah mencapai 75 persen,” papar Trisno. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Rehabilitasi break water atau pemecah ombak di sebelah barat Pelabuhan Kartini saat ini masih berlangsung. Pengerjaannya telah dimulai sejak Juli lalu. Progresnya mencapai 75 persen.

Pemecah ombak itu berada di sisi barat pagar pelabuhan atau di ujung paling timur objek wisata Pantai Kartini. Panjangnya lebih dari 100 meter. Dibuat dari konstruksi balok beton yang ditumpuk mengerucut dan memanjang.

Kemarin, beberapa tetrapod tampak terletak di sisi jalan pelabuhan. Begitu pula beberapa blok beton. Pekerja satu persatu bahan break water tersebut diangkat menggunakan ekskavator untuk dipindahkan ke lokasi pemecah ombak yang telah ada.

Paket pengerjaan tersebut dianggarkan melalui APBD Kabupaten Jepara tahun 2021. Kontrak pekerjaan itu senilai Rp 7,7 miliar. “Target semestinya akhir bulan depan. Perkiraan kami, semoga bisa tercapai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa kemarin.

Baca Juga :  Jelang Nyepi, Umat Hindu Jepara Gelar Upacara Melasti di Pantai Bandengan

Dia menjelaskan terdapat penambahan konstruksi break water. Sebab, beberapa bagian sudah longsor. Blok beton bagian paling atas akan diambil. Sementara bagian bawah berupa batu belah diganti tetrapod. Kemudian bagian atas ditutup kembali menggunakan blok beton.

Trisno Santosa menambahkan, Kementerian Perhubungan RI telah mengkaji area pelabuhan. Break water yang sudah ada, dinilai sudah tidak efektif memecah gelombang arus laut. Sehingga perlu direhab.

Tahun ini, selain rehabilitasi break water, Dishub juga ada penggantian ponton. Lokasinya Pelabuhan Karimunjawa. Lantaran ponton tersebut rusak. Sehingga bisa membahayakan para penumpang saat naik maupun turun dari kapal.

Anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. “Sempat khawatir tidak bisa selesai tepat waktu. Karena lokasinya juga jauh. Tapi saat ini progresnya juga sudah mencapai 75 persen,” papar Trisno. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/