alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Sepi Pengunjung, Dewan Minta Pemkab Jepara untuk Revitalisasi JTTC

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara mengusulkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara agar gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC) belum lama ini. Usulan tersebut disampaikan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jepara dalam rapat paripurna pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021.

Keberadaan gedung tersebut dibangun 2017 lalu. Namun, dari waktu ke waktu, kondisinya kian suram. Kondisinya sunyi dan sepi pengunjung. Disinyalir, lokasi yang tertutup dan tersembunyi membuat bangunan itu jarang dikunjungi.

Bangunan tersebut lokasinya ada di Jalan Raya Rengging, Pecangaan. Bangunan tersebut dikelilingi pagar dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Gerbangnya tidak tepat di tengah bangunan. Melainkan ada di pojok kanan dan kiri bangunan. Sehingga, bangunan utama tak nampak dari luar karena tertutup pohon.

Baca Juga :  Jelang Natal, Perajin Patung Yesus di Jepara Dapat Pesanan hingga 20 Buah

Halamannya luas. Di halaman itu, berdiri sekitar sepuluh pohon yang rindang. Daun-daunnya berjatuhan di halaman. Membuat bangunan gedung itu seolah tak berpenghuni. Selain itu, dari depan tidak ada penunjuk yang menjelaskan bangunan apa dan untuk apa bangunan tersebut.

Padahal, gedung itu dikonsep untuk showroom produksi kerajinan kayu masyarakat Jepara. di tengah bangunan ada beberapa ornamen kayu hasil karya masyarakat yang dipajang. Oleh sebab itu, di dalamnya terdapat kantor dari berbagai macam organisasi kerajinan. Ada APKJ, HIPMI, HIMKI, Kadin, Asmindo Jepara, serta Jepara Indikasi Geografis Produk.

Menyikapi usulan dewan tersebut, Kepala Disperindag Jepara Eriza Rudi Yulianto mengaku perlu mendiskusikan hal itu kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. ”Konsepnya mau diarahkan seperti apa,” tegasnya. (rom/war)

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara mengusulkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara agar gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC) belum lama ini. Usulan tersebut disampaikan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jepara dalam rapat paripurna pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021.

Keberadaan gedung tersebut dibangun 2017 lalu. Namun, dari waktu ke waktu, kondisinya kian suram. Kondisinya sunyi dan sepi pengunjung. Disinyalir, lokasi yang tertutup dan tersembunyi membuat bangunan itu jarang dikunjungi.

Bangunan tersebut lokasinya ada di Jalan Raya Rengging, Pecangaan. Bangunan tersebut dikelilingi pagar dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Gerbangnya tidak tepat di tengah bangunan. Melainkan ada di pojok kanan dan kiri bangunan. Sehingga, bangunan utama tak nampak dari luar karena tertutup pohon.

Baca Juga :  Sempat Terkendala Refocusing, Pembangunan Gedung Arsip Jepara Rampung

Halamannya luas. Di halaman itu, berdiri sekitar sepuluh pohon yang rindang. Daun-daunnya berjatuhan di halaman. Membuat bangunan gedung itu seolah tak berpenghuni. Selain itu, dari depan tidak ada penunjuk yang menjelaskan bangunan apa dan untuk apa bangunan tersebut.

Padahal, gedung itu dikonsep untuk showroom produksi kerajinan kayu masyarakat Jepara. di tengah bangunan ada beberapa ornamen kayu hasil karya masyarakat yang dipajang. Oleh sebab itu, di dalamnya terdapat kantor dari berbagai macam organisasi kerajinan. Ada APKJ, HIPMI, HIMKI, Kadin, Asmindo Jepara, serta Jepara Indikasi Geografis Produk.

Menyikapi usulan dewan tersebut, Kepala Disperindag Jepara Eriza Rudi Yulianto mengaku perlu mendiskusikan hal itu kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. ”Konsepnya mau diarahkan seperti apa,” tegasnya. (rom/war)


Most Read

Artikel Terbaru