alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Puncak Harlah ke-31, Unisnu Jepara Gelar Dzikir Bareng Al Khidmah

JEPARA – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-31, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar kegiatan dzikir bersama Jamaah Al Khidmah, Minggu (7/8) malam. Berlangsung di lapangan kampus Unisnu Jepara, majelis dzikir dihadiri oleh ribuan jamaah yang berasal dari Jepara dan kota sekitarnya. Majelis Dzikir dimulai pukul 19.30 dengan pembacaaan istighatsah, Yasin dan manakib yang dibaca secara bergantian oleh Jamaah Al Khidmah.

Majelis Dzikir bersama Al Khidmah menghadirkan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang dilakukan Unisnu Jepara dalam memperingati kelahirannya yang ke-31.

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assa’idi meminta doa kepada jamaah supaya amanah yang diemban oleh Unisnu Jepara untuk turut mencerdaskan bangsa bisa dilakukan dengan baik dan selalu mendapat bimbingan dan dukungan dari masyarakat. Rektor Unisnu juga berterima kasih meminta doa kepada para kiai, habaib dan jamaah yang hadir dalam majelis. “Semoga Unisnu senantiasa dicintai masyarakat, dan semakin dekat dengan kebaikan,” ujarnya

Baca Juga :  Warga Jepara Rela Antre dan Berdesakan Demi Sembako Murah

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar mengemukakan pentingnya peran kampus untuk menggodok kader-kader NU. Adanya kampus NU itu penting dan perlu untuk memajukan ilmu sains dan lain-lain, supaya kader NU bisa masuk di dunia kerja. “Keberadaan kampus itu penting supaya kader-kader NU bisa masuk di dunia kerja. Kita tidak mungkin masuk dunia industri tanpa punya ilmu dan skill. Universitas NU hadir untuk itu,” ujarnya

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa pentingnya kader NU untuk bisa masuk di dunia industri, baik di BUMN maupun industri yang lain, adalah supaya bisa mengamalkan ajaran-ajaran NU. Terbimbing dan terpimpin oleh ajaran-ajaran NU, serta mengcounter ajaran-ajaran radikalisme. “NU harus hadir untuk menciptakan kampus dan melahirkan sarjana-sarjana yang kepintarannya untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Itu tidak mungkin jika mahasiswanya, alumninya terpapar paham-paham anti NKRI. Sarjana perlu dilahirkan oleh kampus-kampus NU karena kampus NU lah yang mampu mengikhtiarkan supaya sarjana, ilmuan muslim ini top otaknya dan juga top hatinya” pungkasnya. (nib/war)

JEPARA – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-31, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar kegiatan dzikir bersama Jamaah Al Khidmah, Minggu (7/8) malam. Berlangsung di lapangan kampus Unisnu Jepara, majelis dzikir dihadiri oleh ribuan jamaah yang berasal dari Jepara dan kota sekitarnya. Majelis Dzikir dimulai pukul 19.30 dengan pembacaaan istighatsah, Yasin dan manakib yang dibaca secara bergantian oleh Jamaah Al Khidmah.

Majelis Dzikir bersama Al Khidmah menghadirkan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang dilakukan Unisnu Jepara dalam memperingati kelahirannya yang ke-31.

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assa’idi meminta doa kepada jamaah supaya amanah yang diemban oleh Unisnu Jepara untuk turut mencerdaskan bangsa bisa dilakukan dengan baik dan selalu mendapat bimbingan dan dukungan dari masyarakat. Rektor Unisnu juga berterima kasih meminta doa kepada para kiai, habaib dan jamaah yang hadir dalam majelis. “Semoga Unisnu senantiasa dicintai masyarakat, dan semakin dekat dengan kebaikan,” ujarnya

Baca Juga :  Simpan Sabu 353,49 Gram di Kamar Anak, Dua Warga Jepara Dibekuk Polisi

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar mengemukakan pentingnya peran kampus untuk menggodok kader-kader NU. Adanya kampus NU itu penting dan perlu untuk memajukan ilmu sains dan lain-lain, supaya kader NU bisa masuk di dunia kerja. “Keberadaan kampus itu penting supaya kader-kader NU bisa masuk di dunia kerja. Kita tidak mungkin masuk dunia industri tanpa punya ilmu dan skill. Universitas NU hadir untuk itu,” ujarnya

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa pentingnya kader NU untuk bisa masuk di dunia industri, baik di BUMN maupun industri yang lain, adalah supaya bisa mengamalkan ajaran-ajaran NU. Terbimbing dan terpimpin oleh ajaran-ajaran NU, serta mengcounter ajaran-ajaran radikalisme. “NU harus hadir untuk menciptakan kampus dan melahirkan sarjana-sarjana yang kepintarannya untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Itu tidak mungkin jika mahasiswanya, alumninya terpapar paham-paham anti NKRI. Sarjana perlu dilahirkan oleh kampus-kampus NU karena kampus NU lah yang mampu mengikhtiarkan supaya sarjana, ilmuan muslim ini top otaknya dan juga top hatinya” pungkasnya. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru