alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Pemkab Jepara Klaim Kesulitan Nelayan Dapat Solar karena SPBN Rusak

JEPARA – Belum lama ini nelayan di wilayah Jepara utara sempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar solar. Disinyalir, itu disebabkan karena tidak berfungsinya Sarana Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Mlonggo, Jepara. Hal itu diakui Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pemkab Jepara dan pengelola SPBN sepakat tak ada kelangkaan solar, namun hanya kesulitan akses.

Sementara itu, Kasubbag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Jepara Heru Sutamaji membantah jika solar subsidi langka. Ia menegaskan solar langka karena tidak berfungsinya SPBN di Jepara. Dikarenakan saat ini masih dilakukan maintenance.


”Bulan Januari lalu (SPBN) tersambar petir. Sehingga ada peralatan yang rusak. Tidak ada kekurangan solar. Hanya di SPBN AKR Mlonggo belum operasi. Sedang dalam tahap evaluasi BPH Migas, sehingga nelayan utara tidak bisa membeli solar di SPBN Mlonggo untuk sementara,” terang Heru.

Meski begitu, para nelayan tetap diperkenankan untuk membeli di SPBU dengan rekomendasi dinas terkait. Di samping itu, pihaknya juga telah mengejak perwakilan BPH Migas untuk mengecek kondisi SPBN di Mlonggo, Jepara, sehingga bisa dapat menerima alokasi solar untuk nelayan lagi.

Baca Juga :  Tim P2 HIV/AIDS PLTU TJB Gencar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS

”Sudah dapat respon positif dari BPH Migas. Tinggal menunggu rekomendasi,” tandas Heru.

Alokasi solar yang diterima Jepara untuk tahun ini jumlahnya mencapai 54 ribu kiloliter. Sementara solar yang dialokasikan untuk para nelayan mencapai 18 ribu kiloliter.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Nelayan Simpul Jepara Hari Mulyono mengatakan banyak nelayan kesulitan mendapat solar. Kejadiannya sekitar sebulan lalu.

”Saya dengar, banyak yang di daerah utara itu sulit dapat solar. Beberapa kali ke SPBU, selalu habis. Pernah ada juga di SPBU sini juga ada nelayan yang nunggu dari pagi-pagi buta karena saking langkanya,” jelas Hari.

Sementara Ketua Fornel Utara Solikhul berharap solar juga bisa terpenuhi tak hanya di Mlonggo. Namun juga bagi seluruh nelayan di Kabupaten Jepara. “Kalau dihitung semua jenis nelayan mungkin sampai 10 ribu jumlahnya,” imbuh Solikhul.

Ia juga sempat mendengar nelayan Karimunjawa sempat kesulitan mendapat solar. Padahal, mayoritas warga disana berprofesi sebagai nelayan. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Belum lama ini nelayan di wilayah Jepara utara sempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar solar. Disinyalir, itu disebabkan karena tidak berfungsinya Sarana Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Mlonggo, Jepara. Hal itu diakui Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pemkab Jepara dan pengelola SPBN sepakat tak ada kelangkaan solar, namun hanya kesulitan akses.

Sementara itu, Kasubbag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Jepara Heru Sutamaji membantah jika solar subsidi langka. Ia menegaskan solar langka karena tidak berfungsinya SPBN di Jepara. Dikarenakan saat ini masih dilakukan maintenance.

”Bulan Januari lalu (SPBN) tersambar petir. Sehingga ada peralatan yang rusak. Tidak ada kekurangan solar. Hanya di SPBN AKR Mlonggo belum operasi. Sedang dalam tahap evaluasi BPH Migas, sehingga nelayan utara tidak bisa membeli solar di SPBN Mlonggo untuk sementara,” terang Heru.

Meski begitu, para nelayan tetap diperkenankan untuk membeli di SPBU dengan rekomendasi dinas terkait. Di samping itu, pihaknya juga telah mengejak perwakilan BPH Migas untuk mengecek kondisi SPBN di Mlonggo, Jepara, sehingga bisa dapat menerima alokasi solar untuk nelayan lagi.

Baca Juga :  Stok Terbatas, Pembelian Minyak Goreng Curah di Jepara Dibatasi

”Sudah dapat respon positif dari BPH Migas. Tinggal menunggu rekomendasi,” tandas Heru.

Alokasi solar yang diterima Jepara untuk tahun ini jumlahnya mencapai 54 ribu kiloliter. Sementara solar yang dialokasikan untuk para nelayan mencapai 18 ribu kiloliter.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Nelayan Simpul Jepara Hari Mulyono mengatakan banyak nelayan kesulitan mendapat solar. Kejadiannya sekitar sebulan lalu.

”Saya dengar, banyak yang di daerah utara itu sulit dapat solar. Beberapa kali ke SPBU, selalu habis. Pernah ada juga di SPBU sini juga ada nelayan yang nunggu dari pagi-pagi buta karena saking langkanya,” jelas Hari.

Sementara Ketua Fornel Utara Solikhul berharap solar juga bisa terpenuhi tak hanya di Mlonggo. Namun juga bagi seluruh nelayan di Kabupaten Jepara. “Kalau dihitung semua jenis nelayan mungkin sampai 10 ribu jumlahnya,” imbuh Solikhul.

Ia juga sempat mendengar nelayan Karimunjawa sempat kesulitan mendapat solar. Padahal, mayoritas warga disana berprofesi sebagai nelayan. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru