alexametrics
24.3 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Razia Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Jepara Amankan Enam Pemandu Karaoke

JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara menggelar razia kawasan karaoke Senin (7/2) malam sekitar pukul 21.45. Sasarannya saat itu adalah area sekitar Pantai Mororejo, Mlonggo. Hasilnya, ada enam orang pemandu karaoke (PK) dan seorang operator karaoke diamankan petugas.

Giat razia tersebut diikuti oleh sekitar sebelas orang petugas. Mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama merazia dari arah timur dan tim ke dua razia dari arah barat. Kawasan tersebut bisa diakses dari dua arah. “Operasi mandiri. Dilakukan Satpol PP,” terang Kepala Satpol PP Jepara Abdul Syukur melalui Kasi Operasi Penegak dan Pembinaan Agus DP.

Dari keterangan Agus, para PK tersebut diamankan dari salah satu kompleks tempat karaoke berdiri. Letaknya di selatan jalan raya. Jaraknya sekitar 50 meter sebelum pintu masuk pantai sebelah utara. “Razia itu juga sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat,” tegas Agus.

Baca Juga :  KKN Unisnu Jepara Ajak Warga Buat Vas Bunga

Hasilnya, enam orang PK, seorang operator, dan sebotol miras berhasil diamankan. Petugas mengamankan identitas para PK dan operator tersebut. Selanjutnya, mereka diminta mengambilnya di kantor Satpol PP kemarin dan diberi pembinaan.

Agus menerangkan mereka diamankan karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara No. 4 Tahun 2021. Tentang perubahan atas peraturan Daerah No. 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, pada Pasal 7A ayat (2). ”PKnya diberi pembinaan. Sementara pemiliknya bisa dikenakan sanksi atas tindak pidana ringan (tipiring),” tuturnya.

Beberapa PK yang diamankan mengaku berasal dari Jepara, Pati, hingga Blora. Salah satunya DL, 32. Dirinya selain menjadi PK, juga bekerja di salah satu perusahaan di Jepara. PK merupakan kerja sampingannya. Pasalnya itu digunakannya untuk memenuhi kebutuhannya yang tinggi. Terutama untuk merawat anaknya. ”Kerja di Jepara sudah lima bulan ini,” ungkapnya. Ia mengaku terpaksa. (war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara menggelar razia kawasan karaoke Senin (7/2) malam sekitar pukul 21.45. Sasarannya saat itu adalah area sekitar Pantai Mororejo, Mlonggo. Hasilnya, ada enam orang pemandu karaoke (PK) dan seorang operator karaoke diamankan petugas.

Giat razia tersebut diikuti oleh sekitar sebelas orang petugas. Mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama merazia dari arah timur dan tim ke dua razia dari arah barat. Kawasan tersebut bisa diakses dari dua arah. “Operasi mandiri. Dilakukan Satpol PP,” terang Kepala Satpol PP Jepara Abdul Syukur melalui Kasi Operasi Penegak dan Pembinaan Agus DP.

Dari keterangan Agus, para PK tersebut diamankan dari salah satu kompleks tempat karaoke berdiri. Letaknya di selatan jalan raya. Jaraknya sekitar 50 meter sebelum pintu masuk pantai sebelah utara. “Razia itu juga sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat,” tegas Agus.

Baca Juga :  Upaya Kapolres Jepara Bantu Bedah Rumah Warga Peroleh Apresiasi

Hasilnya, enam orang PK, seorang operator, dan sebotol miras berhasil diamankan. Petugas mengamankan identitas para PK dan operator tersebut. Selanjutnya, mereka diminta mengambilnya di kantor Satpol PP kemarin dan diberi pembinaan.

Agus menerangkan mereka diamankan karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara No. 4 Tahun 2021. Tentang perubahan atas peraturan Daerah No. 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, pada Pasal 7A ayat (2). ”PKnya diberi pembinaan. Sementara pemiliknya bisa dikenakan sanksi atas tindak pidana ringan (tipiring),” tuturnya.

Beberapa PK yang diamankan mengaku berasal dari Jepara, Pati, hingga Blora. Salah satunya DL, 32. Dirinya selain menjadi PK, juga bekerja di salah satu perusahaan di Jepara. PK merupakan kerja sampingannya. Pasalnya itu digunakannya untuk memenuhi kebutuhannya yang tinggi. Terutama untuk merawat anaknya. ”Kerja di Jepara sudah lima bulan ini,” ungkapnya. Ia mengaku terpaksa. (war)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/