alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Dua Nelayan asal Jepara dan Pati Hilang di Dekat Pulau Mandalika

JEPARA – Dua orang nelayan, Soferul Anwar warga Desa Clering Kecamatan Donorojo, dan Sunarji warga Desa Tawang, Dukuh Seti, Pati dilaporkan hilang di perairan dekat Pulau Mandalika sejak Senin (6/12). Namun, menjelang kemarin sore, salah satu korban, Sunarji ditemukan di perairan berjarak sekitar 30 mil sebelah utara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelum dinyatakan hilang, dua nelayan tersebut berangkat melaut dari TPI Puncel Dukuhseti, Pati, Sabtu (4/12) lalu sekitar pukul 14.00 menggunakan Kapal Nelayan Mona Rasa. Mereka dijadwalkan tiba kembali ke daratan Minggu (5/12) pukul 14.00 berlabuh di TPI Puncel lagi.

Namun sampai Senin (6/12) kedua nelayan tersebut belum pulang melaut. “Sebagian nelayan segera melakukan pencarian di wilayah perairan Mandalika dan Puncel,” terang Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Baca Juga :  Bejat, Pria di Jepara Cabuli Gadis Difabel Tetangganya Usia 18 Tahun

Pihaknya juga menerjunkan empat orang tim reaksi cepat untuk membantu pencarian dua nelayan tersebut. Selain dari BPBD Jepara, pencairan juga melibatkan relawan dan BPBD Pati, serta tim SAR Gabungan. Proses pencarian kemarin sempat menemui kendala cuaca. Sehingga, tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian korban di darat karena tidak mendukung untuk menurunkan perahu.

”Polairud Juwana yang mengevakuasi menggunakan kapal cepat milik Polairud. Tim gabungan sebelumnya ditarik ke darat karena perahu tidak memungkinkan,” terang Arwin Noor Isdiyanto. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Dua orang nelayan, Soferul Anwar warga Desa Clering Kecamatan Donorojo, dan Sunarji warga Desa Tawang, Dukuh Seti, Pati dilaporkan hilang di perairan dekat Pulau Mandalika sejak Senin (6/12). Namun, menjelang kemarin sore, salah satu korban, Sunarji ditemukan di perairan berjarak sekitar 30 mil sebelah utara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelum dinyatakan hilang, dua nelayan tersebut berangkat melaut dari TPI Puncel Dukuhseti, Pati, Sabtu (4/12) lalu sekitar pukul 14.00 menggunakan Kapal Nelayan Mona Rasa. Mereka dijadwalkan tiba kembali ke daratan Minggu (5/12) pukul 14.00 berlabuh di TPI Puncel lagi.

Namun sampai Senin (6/12) kedua nelayan tersebut belum pulang melaut. “Sebagian nelayan segera melakukan pencarian di wilayah perairan Mandalika dan Puncel,” terang Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Baca Juga :  Diduga Hirup Gas Beracun di Sumur Masjid, Dua Warga Jepara Tewas

Pihaknya juga menerjunkan empat orang tim reaksi cepat untuk membantu pencarian dua nelayan tersebut. Selain dari BPBD Jepara, pencairan juga melibatkan relawan dan BPBD Pati, serta tim SAR Gabungan. Proses pencarian kemarin sempat menemui kendala cuaca. Sehingga, tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian korban di darat karena tidak mendukung untuk menurunkan perahu.

”Polairud Juwana yang mengevakuasi menggunakan kapal cepat milik Polairud. Tim gabungan sebelumnya ditarik ke darat karena perahu tidak memungkinkan,” terang Arwin Noor Isdiyanto. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/