alexametrics
24.4 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Jepara Gunakan Sisa Anggaran

JEPARA – Menjelang libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mewaspadai terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Ditambah lagi munculnya varian baru Omricon yang saat ini sudah menjangkau Singapura dan Malaysia. Sebagai langkah antisipasinya, Pemkab Jepara tidak mengalokasikan anggaran khusus. Namun, memanfaatkan sisa anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dan lewat anggaran belanja tidak terduga (BTT).

”Antisipasi itu sudah ada anggarannya lewat anggaran penanganan Covid-19. Kalau memang itu ada yang mengajukan mendesak pakai anggaran tersebut. Kan masih ada sisa saat ini,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji.

Tahun ini, anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Jepara besarannya sekitar Rp 74 miliar. Dan sudah terserap 65,95 persen hingga 30 November. Atau sekitar Rp 49 miliar.


Anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dibagi menjadi tiga plot. Yaitu untuk Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), dan BTT.

Untuk Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Dan alokasi untuk BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Sehingga total keseluruhan sekitar Rp 74 miliar.

Baca Juga :  DPRD Jepara Setujui Perubahan KUA-PPAS 2021, Sertakan 7 Rekomendasi

Di Dinkes Jepara, anggaran tersebut telah terserap ke beragam kegiatan. Mulai dari pengelolaan surveilans kesehatan, koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dukungan dan fasilitas untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, serta pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pascavaksinasi Covid-19.

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 23,2 miliar. Melalui anggaran BTT itu, sejumlah perangkat daerah telah mengajukan pencairan. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Dinas Kesehatan, RSUD RA Kartini, dan lainnya.  Peruntukkannya dipakai dalam upaya pencegahan dan penangan Covid-19 di Jepara. mulai dari biaya pemakaman, sosialiasi protokol kesehatan, hingga pembatasan.

Anggaran penganan Covid-19 merupakan hasil refocusing anggaran yang digelar awal tahun ini. Saat itu, Jepara memperolehdana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 900 miliar. Namun DAU tersebut dipotong sebesar 4 persen atau sekitar Rp 30,7 miliar oleh pemerintah pusat. Sisanya, masih harus di-refocusing lagi sebesar 8 persen. Sekitar Rp 74 miliar oleh pemerintah Kabupaten Jepara. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Menjelang libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mewaspadai terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Ditambah lagi munculnya varian baru Omricon yang saat ini sudah menjangkau Singapura dan Malaysia. Sebagai langkah antisipasinya, Pemkab Jepara tidak mengalokasikan anggaran khusus. Namun, memanfaatkan sisa anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dan lewat anggaran belanja tidak terduga (BTT).

”Antisipasi itu sudah ada anggarannya lewat anggaran penanganan Covid-19. Kalau memang itu ada yang mengajukan mendesak pakai anggaran tersebut. Kan masih ada sisa saat ini,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji.

Tahun ini, anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Jepara besarannya sekitar Rp 74 miliar. Dan sudah terserap 65,95 persen hingga 30 November. Atau sekitar Rp 49 miliar.

Anggaran penanganan Covid-19 tahun ini dibagi menjadi tiga plot. Yaitu untuk Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), dan BTT.

Untuk Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Dan alokasi untuk BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Sehingga total keseluruhan sekitar Rp 74 miliar.

Baca Juga :  Anggaran Penanganan Covid-19 di Jepara Tersisa Rp 28 Miliar

Di Dinkes Jepara, anggaran tersebut telah terserap ke beragam kegiatan. Mulai dari pengelolaan surveilans kesehatan, koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dukungan dan fasilitas untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, serta pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pascavaksinasi Covid-19.

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 23,2 miliar. Melalui anggaran BTT itu, sejumlah perangkat daerah telah mengajukan pencairan. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Dinas Kesehatan, RSUD RA Kartini, dan lainnya.  Peruntukkannya dipakai dalam upaya pencegahan dan penangan Covid-19 di Jepara. mulai dari biaya pemakaman, sosialiasi protokol kesehatan, hingga pembatasan.

Anggaran penganan Covid-19 merupakan hasil refocusing anggaran yang digelar awal tahun ini. Saat itu, Jepara memperolehdana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 900 miliar. Namun DAU tersebut dipotong sebesar 4 persen atau sekitar Rp 30,7 miliar oleh pemerintah pusat. Sisanya, masih harus di-refocusing lagi sebesar 8 persen. Sekitar Rp 74 miliar oleh pemerintah Kabupaten Jepara. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/