alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Masyarakat Umum di Jepara Ramai-ramai Buru Oksigen

JEPARA – Sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara tiga pekan terakhir, permintaan oksigen di agen-agen pengisian oksigen turut meningkat. Salah satunya dialami Hartoyo, salah satu agen isi ulang oksigen di Desa Demeling, Mlonggo.

Dalam sehari ia menghabiskan 27 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik. Untuk melayani pengisian oksigen oleh masyarakat umum. Permintaan oksigen tersebut meningkat sejak Juni lalu atau seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Ukir.

Sebelum terjadi lonjakan kasus, biasanya cukup 15 tabung ukuran 6 meter kubik yang dihabiskan. Namun hingga saat ini sekitar 27 tabung oksigen habis dalam sehari. Isi ulangnya pun setiap hari. Bila sebelum terjadi lonjakan, ia isi ulang ke jasa pengisian sepekan cukup dua atau tiga kali. ”Saya mengisinya ke Semarang. Kalau di Kudus juga sudah tidak bisa melayani pengisian,” terangnya.


Dari pantauan di tempat refill oksigen di tempat Hartoyo kemarin, terdapat puluhan tabung oksigen ukuran 1 meter kubik dan 6 meter kubik berjajar rapi di teras rumahnya. Antrean pelanggannya tak banyak. Namun datang terus menerus. Usai satu pelanggan rampung pengisiannya, datang pelanggan lainnya. ”Begitu terus sejak tiga pekan terakhir ini. Bahkan kadang pukul 06.00 sudah ada yang datang,” ungkapnya.

Baca Juga :  BKD Rembang Tak Buka Pelayanan Tatap Muka

Meski permintaan oksigen saat ini tinggi, dirinya tak menaikkan tariff refill. Harganya tetap Rp 50 ribu sekali isi untuk tabung oksigen ukuran 1 meter kubik. Selain itu, ia hanya melayani oksigen untuk kebutuhan medis.

Adanya peningkatan permintaan oksigen di Jepara juga dialami agen Samator Gas Demeling, Mlonggo. Kepala Gudang Samator Gas Demeling Surya menyatakan, pasokan oksigen di tempatnya hanya untuk kebutuhan rumah sakit di Jepara.

Sebelum terjadi lonjakan kasus Covid-19, permintaan oksigen di RS Jepara rata-rata sekitar 10 tabung per hari. Namun sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19, jumlah tersebut melonjak sekitar 50 tabung per hari. ”Kami hanya melayani pengisian untuk rumah sakit-rumah sakit. Sementara tidak melayani pengisian untuk masyarakat umum,” terangnya. (rom)

JEPARA – Sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara tiga pekan terakhir, permintaan oksigen di agen-agen pengisian oksigen turut meningkat. Salah satunya dialami Hartoyo, salah satu agen isi ulang oksigen di Desa Demeling, Mlonggo.

Dalam sehari ia menghabiskan 27 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik. Untuk melayani pengisian oksigen oleh masyarakat umum. Permintaan oksigen tersebut meningkat sejak Juni lalu atau seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Ukir.

Sebelum terjadi lonjakan kasus, biasanya cukup 15 tabung ukuran 6 meter kubik yang dihabiskan. Namun hingga saat ini sekitar 27 tabung oksigen habis dalam sehari. Isi ulangnya pun setiap hari. Bila sebelum terjadi lonjakan, ia isi ulang ke jasa pengisian sepekan cukup dua atau tiga kali. ”Saya mengisinya ke Semarang. Kalau di Kudus juga sudah tidak bisa melayani pengisian,” terangnya.

Dari pantauan di tempat refill oksigen di tempat Hartoyo kemarin, terdapat puluhan tabung oksigen ukuran 1 meter kubik dan 6 meter kubik berjajar rapi di teras rumahnya. Antrean pelanggannya tak banyak. Namun datang terus menerus. Usai satu pelanggan rampung pengisiannya, datang pelanggan lainnya. ”Begitu terus sejak tiga pekan terakhir ini. Bahkan kadang pukul 06.00 sudah ada yang datang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pesan Bupati: Ayo Warga Jepara Bangkit dari Pandemi Covid-19

Meski permintaan oksigen saat ini tinggi, dirinya tak menaikkan tariff refill. Harganya tetap Rp 50 ribu sekali isi untuk tabung oksigen ukuran 1 meter kubik. Selain itu, ia hanya melayani oksigen untuk kebutuhan medis.

Adanya peningkatan permintaan oksigen di Jepara juga dialami agen Samator Gas Demeling, Mlonggo. Kepala Gudang Samator Gas Demeling Surya menyatakan, pasokan oksigen di tempatnya hanya untuk kebutuhan rumah sakit di Jepara.

Sebelum terjadi lonjakan kasus Covid-19, permintaan oksigen di RS Jepara rata-rata sekitar 10 tabung per hari. Namun sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19, jumlah tersebut melonjak sekitar 50 tabung per hari. ”Kami hanya melayani pengisian untuk rumah sakit-rumah sakit. Sementara tidak melayani pengisian untuk masyarakat umum,” terangnya. (rom)

Most Read

Artikel Terbaru

/