alexametrics
28.5 C
Kudus
Tuesday, August 16, 2022

Meski Wabah PMK Kian Merebak, Permintaan Daging di Pasar Jepara Masih Stabil

JEPARA– Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi dan kerbau saat ini kian merebak di sejumlah daerah. Di antaranya di Jepara yang dari 16 kecamatan, hewan ternak di 11 kecamatan terjangkit. Hingga Senin (6/6) tercatat 362 ekor ternak diduga terjangkit PMK. Meski begitu, sejauh ini permintaan daging di pasaran tetap stabil.

Seperti halnya diungkapkan Masruni, 42, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Jepara 1. Setiap hari ia menjual sekitar 50 kilogram daging sapi. ”Saat ini masih aman. Kadang habis, kadang juga masih sisa,” ungkapnya kemarin.

Hal senada diungkapkan pedagang daging sapi lain, Maslikhah, 67. Pedagang asal Kecamatan Bangsri ini mengaku, penjualan dagingnya di tengah merebaknya wabah PMK di Jepara saat ini masih aman. ”Saya ambil daging di Bangsri dan Mlonggo. Sekitar 10 kilogram. Ini (kemarin siang, Red) suma sisa sedikit,” ujarnya.


Meski tak memengaruhi penjualan dagingnya, ia tetap berharap agar wabah PMK yang menyerang ternak bisa segera teratasi. Sebab, sebentar lagi Iduladha. Sementara hewan yang disembelih kondisinya harus betul-betul sehat.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Sediakan 8.796 Liter Harga Rp 14 Ribu, Bupati Turun Tangan

Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menginstruksikan agar dinas terkait memperketat arus lalu lintas atau perdagangan hewan ternak yang masuk ke Kota Ukir. ”Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan satpol PP untuk memperketat arus lalu lintas hewan ternak yang masuk maupun yang keluar Jepara,” ujarnya.

Terkait kian merebaknya PMK, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara Zamroni Lestiaza mengaku, ada beberapa dugaan masuknya PMK di Bumi Kartini. Dugaan pertama, kemungkinan ada pedagang yang membeli kerbau terinfeksi PMK dari Jawa Timur. Sebab, kasus pertama ditemukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung.

Kemungkinan kedua, adanya pedagang sapi Jepara yang kulakan dari Pasar Hewan Jatirogo, Kabupaten Tuban, dan kemudian dijual di Pasar Hewan Keling. Itu didasari munculnya kasus kedua yang berasal dari Desa Jlegong, Keling. ”Kemudian, pedagang kerbau yang membeli dari Pasar Hewan Mayong. Namun, berasal dari Jawa Timur dan dibawa ke kandang. Ini menjadi klaster terbesar di Jepara,” ungkap Zamroni. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA– Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi dan kerbau saat ini kian merebak di sejumlah daerah. Di antaranya di Jepara yang dari 16 kecamatan, hewan ternak di 11 kecamatan terjangkit. Hingga Senin (6/6) tercatat 362 ekor ternak diduga terjangkit PMK. Meski begitu, sejauh ini permintaan daging di pasaran tetap stabil.

Seperti halnya diungkapkan Masruni, 42, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Jepara 1. Setiap hari ia menjual sekitar 50 kilogram daging sapi. ”Saat ini masih aman. Kadang habis, kadang juga masih sisa,” ungkapnya kemarin.

Hal senada diungkapkan pedagang daging sapi lain, Maslikhah, 67. Pedagang asal Kecamatan Bangsri ini mengaku, penjualan dagingnya di tengah merebaknya wabah PMK di Jepara saat ini masih aman. ”Saya ambil daging di Bangsri dan Mlonggo. Sekitar 10 kilogram. Ini (kemarin siang, Red) suma sisa sedikit,” ujarnya.

Meski tak memengaruhi penjualan dagingnya, ia tetap berharap agar wabah PMK yang menyerang ternak bisa segera teratasi. Sebab, sebentar lagi Iduladha. Sementara hewan yang disembelih kondisinya harus betul-betul sehat.

Baca Juga :  Sempat Ambrol, TPI Ujungbatu Jepara Akhirnya Diperbaiki

Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menginstruksikan agar dinas terkait memperketat arus lalu lintas atau perdagangan hewan ternak yang masuk ke Kota Ukir. ”Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan satpol PP untuk memperketat arus lalu lintas hewan ternak yang masuk maupun yang keluar Jepara,” ujarnya.

Terkait kian merebaknya PMK, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara Zamroni Lestiaza mengaku, ada beberapa dugaan masuknya PMK di Bumi Kartini. Dugaan pertama, kemungkinan ada pedagang yang membeli kerbau terinfeksi PMK dari Jawa Timur. Sebab, kasus pertama ditemukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung.

Kemungkinan kedua, adanya pedagang sapi Jepara yang kulakan dari Pasar Hewan Jatirogo, Kabupaten Tuban, dan kemudian dijual di Pasar Hewan Keling. Itu didasari munculnya kasus kedua yang berasal dari Desa Jlegong, Keling. ”Kemudian, pedagang kerbau yang membeli dari Pasar Hewan Mayong. Namun, berasal dari Jawa Timur dan dibawa ke kandang. Ini menjadi klaster terbesar di Jepara,” ungkap Zamroni. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/