alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Dua Tahun Ditiadakan, Pesta Lomban di Jepara bakal Digelar Meriah

JEPARA – Rangkaian pesta lomban di pekan Syawalan resmi dimulai hari ini (8/5). Acaranya akan dimulai dengan prosesi penyembelihan hewan kerbau. Kepalanya, akan diletakkan di kapal sesaji dan dilarung ke tengah laut. Kapal sesaji itu sudah hampir rampung. Tinggal dihias dan penambahan beberapa ornamen. Pembuatan kapal itu butuh waktu sebulan.

Pengerjaannya dimulai sejak Ramadan lalu. Kapal sesaji tersebut dibuat Agus Murdoko, salah satu warga Kelurahan Ujungbatu, Jepara Kota, yang telah membuat kapal sesaji sejak 17 tahun lalu. Tahun ini, panjang kapal sesaji itu sekitar empat meter dan lebarnya semeter. ”Model dan panjangnya berubah-ubah tiap tahunnya,” terangnya. Bahan-bahan yang utama dalam membuat kapal sesaji di antaranya berupa kain warna putih, bambu apus, dan batang pisang raja.

Semua bahan tersebut dirangkai dan dibentuk menyerupai sebuah kapal atau perahu nelayan.


Kapal tersebut saat ini masih terpajang di depan kediaman Agus Murdoko di Kelurahan Ujungbatu, Jepara. Untuk mengangkat kapal tersebut dibutuhkan enam orang. Saat kapal masih kosong, beratnya sekitar 50 kilogram.

Baca Juga :  Bupati Jepara Lepas Estafet Obor PeSONas 2022

Sementara bila telah diiisi beragam sesaji, beratnya mencapai dua kwintal. Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ida Lestari memastikan acara pesta lomban tahun ini bakal meriah. Pasalnya, sudah dua tahun pesta tersebut ditiadakan dan hanya berupa pelaksanaan larung kepala kerbau.

Ia menyebutkan rangkaian acaranya dimulai hari ini. Diawali dengan penyembelihan kerbau. Dilanjutkan sore harinya kegiatan ziarah ke Cik Lanang di Kelurahan Bulu, Jepara, dan makam Mbah Ronggo di Kelurahan Ujungbatu. Setelah itu dilanjutkan dengan pementasan wayang semalam suntuk di TPI Ujungbatu.

Terkait pesta lomban dan larung kepala kerbaunya dilaksanakan besok. Baru setelah itu ditutup dengan festival kupat lepet di Pantai Kartini Jepara. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Rangkaian pesta lomban di pekan Syawalan resmi dimulai hari ini (8/5). Acaranya akan dimulai dengan prosesi penyembelihan hewan kerbau. Kepalanya, akan diletakkan di kapal sesaji dan dilarung ke tengah laut. Kapal sesaji itu sudah hampir rampung. Tinggal dihias dan penambahan beberapa ornamen. Pembuatan kapal itu butuh waktu sebulan.

Pengerjaannya dimulai sejak Ramadan lalu. Kapal sesaji tersebut dibuat Agus Murdoko, salah satu warga Kelurahan Ujungbatu, Jepara Kota, yang telah membuat kapal sesaji sejak 17 tahun lalu. Tahun ini, panjang kapal sesaji itu sekitar empat meter dan lebarnya semeter. ”Model dan panjangnya berubah-ubah tiap tahunnya,” terangnya. Bahan-bahan yang utama dalam membuat kapal sesaji di antaranya berupa kain warna putih, bambu apus, dan batang pisang raja.

Semua bahan tersebut dirangkai dan dibentuk menyerupai sebuah kapal atau perahu nelayan.

Kapal tersebut saat ini masih terpajang di depan kediaman Agus Murdoko di Kelurahan Ujungbatu, Jepara. Untuk mengangkat kapal tersebut dibutuhkan enam orang. Saat kapal masih kosong, beratnya sekitar 50 kilogram.

Baca Juga :  DPRD Jepara Pertahankan 24 Ribu Hektare Lahan Sawah Dilindungi

Sementara bila telah diiisi beragam sesaji, beratnya mencapai dua kwintal. Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ida Lestari memastikan acara pesta lomban tahun ini bakal meriah. Pasalnya, sudah dua tahun pesta tersebut ditiadakan dan hanya berupa pelaksanaan larung kepala kerbau.

Ia menyebutkan rangkaian acaranya dimulai hari ini. Diawali dengan penyembelihan kerbau. Dilanjutkan sore harinya kegiatan ziarah ke Cik Lanang di Kelurahan Bulu, Jepara, dan makam Mbah Ronggo di Kelurahan Ujungbatu. Setelah itu dilanjutkan dengan pementasan wayang semalam suntuk di TPI Ujungbatu.

Terkait pesta lomban dan larung kepala kerbaunya dilaksanakan besok. Baru setelah itu ditutup dengan festival kupat lepet di Pantai Kartini Jepara. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/