alexametrics
32.7 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

Terungkap, Ternyata Ini Racikan Miras Oplosan yang Tewaskan 9 Warga Jepara

JEPARA – Polres Jepara telah menetapkan PRW (38), warga RT 5/RW 6 Karanggondang, Mlonggo, Jepara, sebagai tersangka atas perkara pesta miras yang menewaskan sembilan orang di Jepara. Dirinya berperan sebagai pengoplos dan penjual miras.

Dia meracik dua liter etanol dicampur segalon air mineral. Dari campuran itu nantinya diberi perasa lalu dibungkus dalam botol ukuran 1,5 liter. Per botol harganya Rp 30 ribu.

Saat ini enam dari delapan (AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20) orang dari peserta pesta oplosan sudah pulang. Menyisakan dua orang yang masih dirawat.


Polisi kemungkinan akan menambah tersangka. Pasalnya, PRW memiliki keahlian meracik miras dari orang lain. ”Terkait perkara ini, masih mendalami beberapa peran-peran dari saksi lainnya. Apakah menetapkan jadi tersangka, kami mohon waktu. Karena kami menunggu hasil pengujian sampel Labfor di Polda Jateng yang sekarang diuji,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKM M. Fachrur Rozi kemarin.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa sekitar 13 orang saksi. Di antaranya adalah para korban yang masih hidup, warga sekitar, penjual miras lainnya, dan pegawai warung milik PRW.

PRW yang dihadirkan kemarin mengakui membeli etanol dari seorang berinisial A, asal Mambak, Pakisaji. Selain dari sana, dirinya juga mendapatkan bahan miras oplosan dari marketplace dan luar daerah.

Dia menjual miras oplosan tersebut sejak enam bulan lalu. Sementara angkringannya baru buka sekitar dua pekan lalu.

Atas tindakannya itu, PRW dikenai Pasal 204 KUHP dan Pasal 146 UU 18/2012 tentang Pangan dan Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya berupa penjara paling lama 15 tahun.

Baca Juga :  Trotoar Jalan Pemuda Jepara bakal Ditata, Aliran Air PDAM Terganggu

Selain menetapkan PRW sebagai tersangka, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti di dua lokasi. Yakni di tempat kejadian perkara (TKP) pesta miras. Yakni di warung milik PRW yang ada di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. Dan di kediaman orang tua PRW, jaraknya sekitar sekilometer dari warung PRW.

Barang-buktinya meliputi 4 jeriken etanol isi 5 liter, 1 jeriken etanol isi 20 liter, 1 jeriken etanol isi 15 liter dan 4 jeriken kosong ukuran 20 liter.  Adapula 1 botol miras oplosan dan 20 botol kosonng bekas miras oplosan.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua ember, satu teko takar, enam teko plastik, sebuah alat ukur kadar alkohol, dan sebuah alat pengaduk. ”Di warungnya hanya mengamankan botol-botol dan cangkir bekas. Ada pula teko-teko plastik. Sedangkan BB lainnya, didapatkan dari rumah orang tua penjual,” jelas Rozi.

Miras oplosan yang dijual PRW tersebut mengakibatkan sembilan orang tewas. Enam korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka adalah CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lainnya, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga Desa Sekuro RT 18/RW 4, Mlonggo; dan HS, 29, warga Guyangan Gondang RT 3/ RW 8, Bangsri.

Selain mengakibatkan korban tewas, pesta miras oplosan itu juga mengakibatkan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit. Yakni AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20. Delapan orang itu berasal dari desa yang sama. Yakni Desa Karanggondang, Mlonggo. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Polres Jepara telah menetapkan PRW (38), warga RT 5/RW 6 Karanggondang, Mlonggo, Jepara, sebagai tersangka atas perkara pesta miras yang menewaskan sembilan orang di Jepara. Dirinya berperan sebagai pengoplos dan penjual miras.

Dia meracik dua liter etanol dicampur segalon air mineral. Dari campuran itu nantinya diberi perasa lalu dibungkus dalam botol ukuran 1,5 liter. Per botol harganya Rp 30 ribu.

Saat ini enam dari delapan (AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20) orang dari peserta pesta oplosan sudah pulang. Menyisakan dua orang yang masih dirawat.

Polisi kemungkinan akan menambah tersangka. Pasalnya, PRW memiliki keahlian meracik miras dari orang lain. ”Terkait perkara ini, masih mendalami beberapa peran-peran dari saksi lainnya. Apakah menetapkan jadi tersangka, kami mohon waktu. Karena kami menunggu hasil pengujian sampel Labfor di Polda Jateng yang sekarang diuji,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKM M. Fachrur Rozi kemarin.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa sekitar 13 orang saksi. Di antaranya adalah para korban yang masih hidup, warga sekitar, penjual miras lainnya, dan pegawai warung milik PRW.

PRW yang dihadirkan kemarin mengakui membeli etanol dari seorang berinisial A, asal Mambak, Pakisaji. Selain dari sana, dirinya juga mendapatkan bahan miras oplosan dari marketplace dan luar daerah.

Dia menjual miras oplosan tersebut sejak enam bulan lalu. Sementara angkringannya baru buka sekitar dua pekan lalu.

Atas tindakannya itu, PRW dikenai Pasal 204 KUHP dan Pasal 146 UU 18/2012 tentang Pangan dan Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya berupa penjara paling lama 15 tahun.

Baca Juga :  EKSKLUSIF! Ini Sosok Crazy Rich Jepara, Dulu Pengusaha Mebel dan Properti

Selain menetapkan PRW sebagai tersangka, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti di dua lokasi. Yakni di tempat kejadian perkara (TKP) pesta miras. Yakni di warung milik PRW yang ada di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. Dan di kediaman orang tua PRW, jaraknya sekitar sekilometer dari warung PRW.

Barang-buktinya meliputi 4 jeriken etanol isi 5 liter, 1 jeriken etanol isi 20 liter, 1 jeriken etanol isi 15 liter dan 4 jeriken kosong ukuran 20 liter.  Adapula 1 botol miras oplosan dan 20 botol kosonng bekas miras oplosan.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua ember, satu teko takar, enam teko plastik, sebuah alat ukur kadar alkohol, dan sebuah alat pengaduk. ”Di warungnya hanya mengamankan botol-botol dan cangkir bekas. Ada pula teko-teko plastik. Sedangkan BB lainnya, didapatkan dari rumah orang tua penjual,” jelas Rozi.

Miras oplosan yang dijual PRW tersebut mengakibatkan sembilan orang tewas. Enam korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka adalah CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lainnya, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga Desa Sekuro RT 18/RW 4, Mlonggo; dan HS, 29, warga Guyangan Gondang RT 3/ RW 8, Bangsri.

Selain mengakibatkan korban tewas, pesta miras oplosan itu juga mengakibatkan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit. Yakni AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20. Delapan orang itu berasal dari desa yang sama. Yakni Desa Karanggondang, Mlonggo. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/