alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Milad ke-11 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong, Haedar Nashir Resmikan Gedung Baru

JEPARA – Rumah Sakit Pembina Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah Mayong, Jepara baru saja merayakan milad ke-11. Milad itu berbarengan dengan peresmian gedung baru. Gedung tersebut menyediakan perawatan rawat inap kelas tiga, poli kesehatan, rehabilitasi medik, ruang persalinan dan Intensive Care Unit (ICU).

Hadir juga dalam peresmian ini Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, perwakilan Gubernur Jawa Tengah Tri Yuli Susanti, serta perwakilan Forum Komunikasi dan Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tak hanya meresmikan gedung baru, RS PKU Muhammadiyah Mayong juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial. Seperti bakti sosial, pengobatan massal di 15 titik di Jepara dan Demak, serta pemberian 2500 paket baksos untuk warga yang kurang mampu.


Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Cabang Mayong H.M. Yusuf berharap, pelayanan Rumah Sakit ini nantinya bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Pihaknya juga berharap, tahun depan ada 200 warga kurang mampu yang berhasil diiurkan jaminan kesehatannya oleh RS PKU Muhammadiyah Mayong.

Baca Juga :  Ribuan Wisatawan Serbu Pantai Kartini Jepara saat Libur Tahun Baru
BERI BAKSOS: Pimpinan RS PKU Mayong memberikan bakti sosial (baksos) kepada beberapa perwakilan untuk warga sekitar yang kurang mampu. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Sementara itu, terdapat dua gedung baru yang diresmikan. Yakni, Gedung Sang Pencerah yang menyediakan rawat inap kelas tiga, serta Gedung Mentari 2 yang menyediakan poliklinik kesehatan, rehabilitasi medik, ruang persalinan dan Intensive Care Unit (ICU).

Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah berpesan semangat Muhammadiyah adalah semangat memberi untuk kemanusiaan. “Sesuai dengan kehadiran Islam, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam tidak lain untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Rahmat itu tidak sekedar kata-kata, tapi juga diimplementasikan lewat amaliyah nyata,” kata Haedar.

Ia juga berpesan, adanya RS PKU Muhammadiyah merupakan contoh dari spirit kebangsaan. Juga penerapan sifat menyantuni dan memberdayakan orang lain, sesuai dengan Qur’an Surah Al-Ma’un. “Itu hanya sedikit ayatnya, tapi kita lihat sudah ada banyak rumah sakit Muhammadiyah berdiri, ini juga bentuk dari spirit Al-Ma’un” imbuhnya. (nib/khim)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Rumah Sakit Pembina Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah Mayong, Jepara baru saja merayakan milad ke-11. Milad itu berbarengan dengan peresmian gedung baru. Gedung tersebut menyediakan perawatan rawat inap kelas tiga, poli kesehatan, rehabilitasi medik, ruang persalinan dan Intensive Care Unit (ICU).

Hadir juga dalam peresmian ini Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, perwakilan Gubernur Jawa Tengah Tri Yuli Susanti, serta perwakilan Forum Komunikasi dan Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tak hanya meresmikan gedung baru, RS PKU Muhammadiyah Mayong juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial. Seperti bakti sosial, pengobatan massal di 15 titik di Jepara dan Demak, serta pemberian 2500 paket baksos untuk warga yang kurang mampu.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Cabang Mayong H.M. Yusuf berharap, pelayanan Rumah Sakit ini nantinya bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Pihaknya juga berharap, tahun depan ada 200 warga kurang mampu yang berhasil diiurkan jaminan kesehatannya oleh RS PKU Muhammadiyah Mayong.

Baca Juga :  Dilanda Kekeringan, BPBD Jepara Lakukan Dropping Air Rutin Sepekan Dua Kali
BERI BAKSOS: Pimpinan RS PKU Mayong memberikan bakti sosial (baksos) kepada beberapa perwakilan untuk warga sekitar yang kurang mampu. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Sementara itu, terdapat dua gedung baru yang diresmikan. Yakni, Gedung Sang Pencerah yang menyediakan rawat inap kelas tiga, serta Gedung Mentari 2 yang menyediakan poliklinik kesehatan, rehabilitasi medik, ruang persalinan dan Intensive Care Unit (ICU).

Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah berpesan semangat Muhammadiyah adalah semangat memberi untuk kemanusiaan. “Sesuai dengan kehadiran Islam, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam tidak lain untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Rahmat itu tidak sekedar kata-kata, tapi juga diimplementasikan lewat amaliyah nyata,” kata Haedar.

Ia juga berpesan, adanya RS PKU Muhammadiyah merupakan contoh dari spirit kebangsaan. Juga penerapan sifat menyantuni dan memberdayakan orang lain, sesuai dengan Qur’an Surah Al-Ma’un. “Itu hanya sedikit ayatnya, tapi kita lihat sudah ada banyak rumah sakit Muhammadiyah berdiri, ini juga bentuk dari spirit Al-Ma’un” imbuhnya. (nib/khim)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru