alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

EKSKLUSIF! Ini Sosok Crazy Rich Jepara, Dulu Pengusaha Mebel dan Properti

Jembatan sepanjang 22 meter dan lebar 6 meter yang menghubungkan Dukuh Kedungjogo RT 15/RW 2 dengan Dukuh Kecapi Krajan RT 33/RW 7, Kecapi, Tahunan, ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, jembatan itu dibangun oleh dana pribadi oleh seseorang. Yaitu Kholilullah Al-Ibrahim, 54, warga Kecapi, Tahunan, yang rela menjual tanah hingga mobil untuk membangun jembatan tersebut.

Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus

JEMBATAN sepanjang 22 meter dengan lebar 6 meter membentang di atas Sungai Kaliwiso di Desa Kecapi, Tahunan. Di sisinya, terdapat sebuah bangunan tiga lantai berbentuk kapal. Di bangunan tersebutlah, sang pembangun jembatan tersebut mengisi hari-harinya. Di tempat tersebut dikenal pula sebagai Petilasan Sunan Kalijaga.


Sang pembangun jembatan yang viral itu adalah Kholilullah Al-Ibrahim. Atau akrab disapa Kholil. Jembatan itu dibangunnya sejak 2019 hingga 2020. Besar biayanya, sekitar Rp 3,7 miliar. ”Yang membuat dana besar itu, ada pembangunan talut sekitar 130 meter. Itu saja butuh biaya sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya sembari bersantai di sisi jembatan.

Ia juga mengungkapkan, untuk membangun jembatan itu menggunakan dana milik Kholil sendiri. Namun, perlu diketahui, sosok Kholil saat ini tidak bekerja. Namun rupanya, sebelumnya ia merupakan orang sukses di bidang mebel. Yaitu desain interior. Produknya dalam sebulan bisa kirim hingga 2 kontainer. Bahkan, ia juga sempat merantau hingga Jakarta.

Baca Juga :  Agus Sutisna Masuk Jajaran Pimpinan Nasional AMK

Sekitar tahun 2000-an, ia memutuskan berhenti. ”Saya punya tekad. saat usia sekitar 40 tahun harus berhenti. Dan lebih banyak beramal,” ujar Kholil. Meski berhenti, ia tetap ikut beriventasi di sejumlah perusahaan. Juga ikut serta dalam beberapa perusahaan property.

Dari investasi itu, uangnya sempat mencapai nilai Rp 3 miliar. Namun, karena nilai investasinya menurun, seluruh uangnya ia ambil. ”Dan saya buang ke kali. Artinya saya bangunkan jembatan ini,” imbuh Kholil.

Alasan utama ia membangun jembatan tersebut karena demi kemanusiaan. Sebab, banyak warga sekitar yang harus berjuang lebih keras untuk melewati jalur tersebut. Apalagi saat musim penghujan. Arus sungai kadangkala meluap. Ia merasa tidak tega.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Jembatan sepanjang 22 meter dan lebar 6 meter yang menghubungkan Dukuh Kedungjogo RT 15/RW 2 dengan Dukuh Kecapi Krajan RT 33/RW 7, Kecapi, Tahunan, ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, jembatan itu dibangun oleh dana pribadi oleh seseorang. Yaitu Kholilullah Al-Ibrahim, 54, warga Kecapi, Tahunan, yang rela menjual tanah hingga mobil untuk membangun jembatan tersebut.

Moh. Nur Syahri Muharrom, Jepara, Radar Kudus

JEMBATAN sepanjang 22 meter dengan lebar 6 meter membentang di atas Sungai Kaliwiso di Desa Kecapi, Tahunan. Di sisinya, terdapat sebuah bangunan tiga lantai berbentuk kapal. Di bangunan tersebutlah, sang pembangun jembatan tersebut mengisi hari-harinya. Di tempat tersebut dikenal pula sebagai Petilasan Sunan Kalijaga.

Sang pembangun jembatan yang viral itu adalah Kholilullah Al-Ibrahim. Atau akrab disapa Kholil. Jembatan itu dibangunnya sejak 2019 hingga 2020. Besar biayanya, sekitar Rp 3,7 miliar. ”Yang membuat dana besar itu, ada pembangunan talut sekitar 130 meter. Itu saja butuh biaya sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya sembari bersantai di sisi jembatan.

Ia juga mengungkapkan, untuk membangun jembatan itu menggunakan dana milik Kholil sendiri. Namun, perlu diketahui, sosok Kholil saat ini tidak bekerja. Namun rupanya, sebelumnya ia merupakan orang sukses di bidang mebel. Yaitu desain interior. Produknya dalam sebulan bisa kirim hingga 2 kontainer. Bahkan, ia juga sempat merantau hingga Jakarta.

Baca Juga :  Sabrina Skincare Luncurkan Dua Produk Baru

Sekitar tahun 2000-an, ia memutuskan berhenti. ”Saya punya tekad. saat usia sekitar 40 tahun harus berhenti. Dan lebih banyak beramal,” ujar Kholil. Meski berhenti, ia tetap ikut beriventasi di sejumlah perusahaan. Juga ikut serta dalam beberapa perusahaan property.

Dari investasi itu, uangnya sempat mencapai nilai Rp 3 miliar. Namun, karena nilai investasinya menurun, seluruh uangnya ia ambil. ”Dan saya buang ke kali. Artinya saya bangunkan jembatan ini,” imbuh Kholil.

Alasan utama ia membangun jembatan tersebut karena demi kemanusiaan. Sebab, banyak warga sekitar yang harus berjuang lebih keras untuk melewati jalur tersebut. Apalagi saat musim penghujan. Arus sungai kadangkala meluap. Ia merasa tidak tega.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/