alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Ponpes Hasyim Asy’ari Jepara Terpilih Jadi Tuan Rumah KUPI

JEPARA – Jepara terpilih sebagai lokasi Konferensi Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) tahun ini. Berlokasi di Bangsri, tepatnya di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari. Sekitar 700 orang akan hadir.

Hindun Anisah, Pengasuh Ponpes Hasyim Asy’ari menjelaskan pemilihan lokasi Jepara bukan karena kebetulan. “Jepara adalah ikon perempuan, kita tahun ada Kartini dan Ratu Kalinyamat,” kata Hindun yang juga menjadi Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tersebut.

Selain itu, ia sendiri pernah menjadi komite pada KUPI sebelumnya. Yakni KUPI I yang terlaksana di Cirebon. Ia juga turut ikut berpartisipasi dalam pembentukan KUPI pada awal periode. Itu sekitar 2014.


Hindun, yang juga menjadi istri dari KH. Nuruddin Amin Wakil Ketua DPRD Jepara itu mengatakan pemilihan Jepara sebagai lokasi KUPI II memiliki makna  tersendiri. “Jadi nanti tidak ahistoris,” imbuhnya.

Sementara itu, Masruchah Rahima, Ketua Panitia KUPI II menjelaskan persiapan sudah 60 persen. Pelaksanaannya direncanakan 25 hingga 27 November mendatang. “Dukungan teknis sambil jalan,” kata mantan komisioner Komnas Perempuan itu.

“Ada lima lembaga yang berpartisipasi dalam acara ini diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Ponpes Hasyim Asy’ari, Rahima, Alimat, Gusdurian, dan Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia,” jelas Masruchah.

Baca Juga :  Relokasi Pedagang Pasar Jepara Tak Kunjung Beres, Ini Penyebabnya!

Ia menjelaskan acara ini juga mengusung pembahasan beragam soal terkait isu perempuan. Mulai dari kekerasan seksual, perceraian, pemaksaan aborsi bagi korban pemerkosaan, serta kepemimpinan perempuan. “Kalau merujuk agenda pembangunan berkelanjutan, Indonesia nanti kuota perempuan sudah harus 50:50, nah itu yang menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua juga,” katanya.

Acara juga dilakukan secara hybrid. Mengingat tidak semua peserta bisa hadir. Khususnya yang dari luar negeri. KUPI juga menghadirkan penasehat dari Jawa Tengah maupun Jakarta. “Di Jawa Tengah kami ada Kiai Mustofa Bisri, Ummi Aizzah dari Ponpes Hasyim Asy’ari, ada juga di Jakarta Azyumardi Azra, Komaruddin Amin, Nasaruddin Umar, dan lainnya,” jelas Masruchah.

Wakil Ketua DPRD Jepara Nuruddin Amin, sangat mendukung kegiatan itu. Karena dalam KUPI nanti akan membahas tiga persoalan besar terkait isu-isu perempuan. Mengenai aborsi untuk korban kekerasan seksual, sunat perempuan, dan isu radikalisme. “Beberapa isu ini sangat penting untuk konteks Jepara, karena kami melihat isu kekerasan perempuan di Jepara cukup tinggi,” terangnya. (nib/war)

JEPARA – Jepara terpilih sebagai lokasi Konferensi Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) tahun ini. Berlokasi di Bangsri, tepatnya di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari. Sekitar 700 orang akan hadir.

Hindun Anisah, Pengasuh Ponpes Hasyim Asy’ari menjelaskan pemilihan lokasi Jepara bukan karena kebetulan. “Jepara adalah ikon perempuan, kita tahun ada Kartini dan Ratu Kalinyamat,” kata Hindun yang juga menjadi Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tersebut.

Selain itu, ia sendiri pernah menjadi komite pada KUPI sebelumnya. Yakni KUPI I yang terlaksana di Cirebon. Ia juga turut ikut berpartisipasi dalam pembentukan KUPI pada awal periode. Itu sekitar 2014.

Hindun, yang juga menjadi istri dari KH. Nuruddin Amin Wakil Ketua DPRD Jepara itu mengatakan pemilihan Jepara sebagai lokasi KUPI II memiliki makna  tersendiri. “Jadi nanti tidak ahistoris,” imbuhnya.

Sementara itu, Masruchah Rahima, Ketua Panitia KUPI II menjelaskan persiapan sudah 60 persen. Pelaksanaannya direncanakan 25 hingga 27 November mendatang. “Dukungan teknis sambil jalan,” kata mantan komisioner Komnas Perempuan itu.

“Ada lima lembaga yang berpartisipasi dalam acara ini diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Ponpes Hasyim Asy’ari, Rahima, Alimat, Gusdurian, dan Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia,” jelas Masruchah.

Baca Juga :  LPPM Unisnu Jepara Sukses Gelar Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Ia menjelaskan acara ini juga mengusung pembahasan beragam soal terkait isu perempuan. Mulai dari kekerasan seksual, perceraian, pemaksaan aborsi bagi korban pemerkosaan, serta kepemimpinan perempuan. “Kalau merujuk agenda pembangunan berkelanjutan, Indonesia nanti kuota perempuan sudah harus 50:50, nah itu yang menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua juga,” katanya.

Acara juga dilakukan secara hybrid. Mengingat tidak semua peserta bisa hadir. Khususnya yang dari luar negeri. KUPI juga menghadirkan penasehat dari Jawa Tengah maupun Jakarta. “Di Jawa Tengah kami ada Kiai Mustofa Bisri, Ummi Aizzah dari Ponpes Hasyim Asy’ari, ada juga di Jakarta Azyumardi Azra, Komaruddin Amin, Nasaruddin Umar, dan lainnya,” jelas Masruchah.

Wakil Ketua DPRD Jepara Nuruddin Amin, sangat mendukung kegiatan itu. Karena dalam KUPI nanti akan membahas tiga persoalan besar terkait isu-isu perempuan. Mengenai aborsi untuk korban kekerasan seksual, sunat perempuan, dan isu radikalisme. “Beberapa isu ini sangat penting untuk konteks Jepara, karena kami melihat isu kekerasan perempuan di Jepara cukup tinggi,” terangnya. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/