alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Tim CCU DLH Jepara Kewalahan Atasi Sampah Laut

JEPARA – Tim Coastal Clean Up (CCU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara kewalahan atasi sampai laut di sejumlah pantai di Jepara. Setelah dibersihkan, sampah kembali menggunung di bibir pantai.

Tumpukan sampah itu terjadi saat ombak meninggi disertai angin kencang akhir-akhir ini. Per harinya, sampah yang diangkut dari pantai bisa mencapai tiga hingga empat kubik.

“Untuk sampah dari laut memang banyak jumlahnya. Paling banyak sampah jenis kayu,” tutur Kabid Pengelolaan Persampahan pada DLH Jepara, Lulut Andi Ariyanto.


Sejak sekitar 2017 hingga 2018 pihaknya telah membentuk Tim CCU. Bertugas membersihkan pantai pada batas area tertentu. Nantinya CCU akan mengumpulkan sampah tersebut untuk diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terdekat. Meski begitu, terkadang karena terlalu banyaknya sampah sehingga tidak memungkinkan untuk dibersihkan dengan manual. Namun, harus menggunakan alat berat.

Untuk saat ini, CCU bertugas hanya di beberapa pantai saja. Utamanya yang tidak dikelola pemerintah kabupaten. Di antaranya Pantai Bondo, Blebak, Semat, Seribu Ranting, Telukawur, dan Pailus.

Menurutnya, sampah dari laut ini juga bisa berbahaya. Pernah suatu kali pihaknya mendapat laporan ada ular laut di tumpukan sampah. “Makanya CCU kami bekali peralatan yang memadai supaya aman,” jelas Lulut.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pengusulan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional Di-launching

Timbunan sampah laut ini juga dirasakan oleh Nanang, salah satu pegiat lingkungan di Pantai Bondo. Bondo sendiri adalah salah satu Desa Mandiri Sampah. Ia mengaku, saat musim baratan sering menemukan sampah laut lebih banyak. Pernah ia menjual kayu-kayu yang terdampar di pinggir pantai. Katanya, kayu itu masih bernilai ekonomis.

Sementara itu, Suwek, petugas pengawas pantai Telukawur mengeluhkan tumpukan sampah di TPS desanya. Kata Suwek, seharusnya TPS tersebut khusus untuk sampah dari pantai. Namun banyak warga tidak tahu sehingga banyak yang menumpuk sampah di situ. “TPSnya penuh,” ujar Suwek.

Dari pantauan wartawan di pantai Telukawur kemarin, terlihat banyak sampah di sepanjang pantai. Kebanyakan kayu. Tampak di samping tumpukan sampah itu, ada beberapa pengunjung menggelar tikar sembari melihat pantai dan berfoto.

Nurul, salah satu pengunjung asal Gubug, Grobogan merasa terganggu dengan sampah itu. “Sangat disayangkan, mestinya pantainya bagus tapi banyak sampah dari laut,” tuturnya. (nib/war)

JEPARA – Tim Coastal Clean Up (CCU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara kewalahan atasi sampai laut di sejumlah pantai di Jepara. Setelah dibersihkan, sampah kembali menggunung di bibir pantai.

Tumpukan sampah itu terjadi saat ombak meninggi disertai angin kencang akhir-akhir ini. Per harinya, sampah yang diangkut dari pantai bisa mencapai tiga hingga empat kubik.

“Untuk sampah dari laut memang banyak jumlahnya. Paling banyak sampah jenis kayu,” tutur Kabid Pengelolaan Persampahan pada DLH Jepara, Lulut Andi Ariyanto.

Sejak sekitar 2017 hingga 2018 pihaknya telah membentuk Tim CCU. Bertugas membersihkan pantai pada batas area tertentu. Nantinya CCU akan mengumpulkan sampah tersebut untuk diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terdekat. Meski begitu, terkadang karena terlalu banyaknya sampah sehingga tidak memungkinkan untuk dibersihkan dengan manual. Namun, harus menggunakan alat berat.

Untuk saat ini, CCU bertugas hanya di beberapa pantai saja. Utamanya yang tidak dikelola pemerintah kabupaten. Di antaranya Pantai Bondo, Blebak, Semat, Seribu Ranting, Telukawur, dan Pailus.

Menurutnya, sampah dari laut ini juga bisa berbahaya. Pernah suatu kali pihaknya mendapat laporan ada ular laut di tumpukan sampah. “Makanya CCU kami bekali peralatan yang memadai supaya aman,” jelas Lulut.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Bangsri Jepara Selesai, Pedagang Tempati Kios Bulan Ini

Timbunan sampah laut ini juga dirasakan oleh Nanang, salah satu pegiat lingkungan di Pantai Bondo. Bondo sendiri adalah salah satu Desa Mandiri Sampah. Ia mengaku, saat musim baratan sering menemukan sampah laut lebih banyak. Pernah ia menjual kayu-kayu yang terdampar di pinggir pantai. Katanya, kayu itu masih bernilai ekonomis.

Sementara itu, Suwek, petugas pengawas pantai Telukawur mengeluhkan tumpukan sampah di TPS desanya. Kata Suwek, seharusnya TPS tersebut khusus untuk sampah dari pantai. Namun banyak warga tidak tahu sehingga banyak yang menumpuk sampah di situ. “TPSnya penuh,” ujar Suwek.

Dari pantauan wartawan di pantai Telukawur kemarin, terlihat banyak sampah di sepanjang pantai. Kebanyakan kayu. Tampak di samping tumpukan sampah itu, ada beberapa pengunjung menggelar tikar sembari melihat pantai dan berfoto.

Nurul, salah satu pengunjung asal Gubug, Grobogan merasa terganggu dengan sampah itu. “Sangat disayangkan, mestinya pantainya bagus tapi banyak sampah dari laut,” tuturnya. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/