alexametrics
25.9 C
Kudus
Saturday, August 6, 2022

Tiga Desa di Kabupaten Jepara Dilanda Kekeringan, Mana Saja?

JEPARA – Hampir dua pekan ini Kabupaten Jepara mulai jarang diguyur hujan. Pertanda musim kemarau mulai masuk. Bahkan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah ada tiga desa mulai terdampak kekeringan. Desa itu mengajukan dropping air.

Meliputi Desa Sumberejo dan Clering di Kecamatan Donorojo, dan Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit. ”Semoga tahun ini tidak banyak,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.

Selama tahun 2021 lalu, dropping air yang dilaksanakan oleh BPBD Jepara berlangsung di empat desa. Meliputi Desa Klepu Kecamatan Keling; Desa Sumberejo dan Clering Kecamatan Donorojo; dan Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.


Dari ke empat desa tersebut ada sekitar 13 RT dan di dalamnya terdapat 1.395 jiwa yang terdampak kekeringan. Desa-desa tersebut mulai dilaksanakan dropping air bersih sejak Agustus 2021. Penyaluran terakhir dilaksanakan dengan tujuan Desa Clering dan Sumberejo di Kecamatan Donorojo.

Baca Juga :  PDIP Jepara Rayakan Bulan Bung Karno dengan Festival Kuliner dan Bakar Ikan

Saat itu, dua desa tersebut masih mengalami kesulitan air hingga akhir November. Padahal saat itu sebagian besar wilayah Jepara mulai masuk musim penghujan. Terhitung sejak saat itu hingga terakhir kali dilaksanakan dropping sudah ada 940 ribu liter air bersih yang disalurkan.

Tahun ini BPBD menggelontorkan biaya sebesar Rp 35 juta untuk mengantisipasi dampak kekeringan di Jepara. ” Senin (8/8) mulai pelaksanaan dropping air. Sambil menunggu kesiapan masyarakat menyiapkan alat tampung. Estimasi satu tangki tiap desa. Menyesuaikan situasi di lapangan,” papar Arwin. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hampir dua pekan ini Kabupaten Jepara mulai jarang diguyur hujan. Pertanda musim kemarau mulai masuk. Bahkan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah ada tiga desa mulai terdampak kekeringan. Desa itu mengajukan dropping air.

Meliputi Desa Sumberejo dan Clering di Kecamatan Donorojo, dan Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit. ”Semoga tahun ini tidak banyak,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.

Selama tahun 2021 lalu, dropping air yang dilaksanakan oleh BPBD Jepara berlangsung di empat desa. Meliputi Desa Klepu Kecamatan Keling; Desa Sumberejo dan Clering Kecamatan Donorojo; dan Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.

Dari ke empat desa tersebut ada sekitar 13 RT dan di dalamnya terdapat 1.395 jiwa yang terdampak kekeringan. Desa-desa tersebut mulai dilaksanakan dropping air bersih sejak Agustus 2021. Penyaluran terakhir dilaksanakan dengan tujuan Desa Clering dan Sumberejo di Kecamatan Donorojo.

Baca Juga :  Pelaku Kejahatan Ganjal ATM Berhasil Diringkus Polres Jepara

Saat itu, dua desa tersebut masih mengalami kesulitan air hingga akhir November. Padahal saat itu sebagian besar wilayah Jepara mulai masuk musim penghujan. Terhitung sejak saat itu hingga terakhir kali dilaksanakan dropping sudah ada 940 ribu liter air bersih yang disalurkan.

Tahun ini BPBD menggelontorkan biaya sebesar Rp 35 juta untuk mengantisipasi dampak kekeringan di Jepara. ” Senin (8/8) mulai pelaksanaan dropping air. Sambil menunggu kesiapan masyarakat menyiapkan alat tampung. Estimasi satu tangki tiap desa. Menyesuaikan situasi di lapangan,” papar Arwin. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/