alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Tingkat Kesembuhan Kasus PMK pada Hewan Ternak di Jepara Capai 97 Persen

JEPARA – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar di Jepara masuk bulan kedua. Hingga kemarin, ada 1.220 kasus PMK yang ditemukan menyerang hewan ternak. Masih ada kasus aktif 682 ekor ternak yang sakit, 511 ekor telah sembuh, dan yang mati atau potong paksa 27 ekor. Dari jumlah tersebut, dapat dipastikan tingkat kesembuhan PMK di Jepara mencapai 97 persen.

Hal itu menjadikan para peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Jepara bernafas lega. ”Alhamdullilah, setelah dilakukan percepatan vaksin PMK, tingkat kesembuhan PMK ini mencapai 97 persen,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko saat sosialisasi PMK di Hotel Kerbau Guwosobokerto, Welahan, kemarin.

Saat ini, hampir seluruh kecamatan di Jepara terdampak PMK. Untuk itu, diharapkan masyarakat sadar dan tanggap terhadap PMK. Langkah-langkah penanganan medis bisa dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara. Juga disertai upaya kedisiplinan para peternak dalam menjaga kesehatan dan kebersihan ternak. ”Ini bukan penyakit baru di Indonesia. Sebelumnya sudah pernah terjadi pada 1984,” lanjut Edy.

Baca Juga :  Polres Jepara Sebut Tren Pelanggaran Lalu Lintas Alami Penurunan

Ia menegaskan, meski diterpa wabah PMK, stok populasi ternak di Kota Ukir sejauh ini masih aman. Total populasi sapi dan kerbau di Jepara ada 55.560 ekor. Dari total keseluruhan populasi tersebut, 15.000 ekor ternak siap untuk dipotong atau disembelih.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Edy turut berkeliling dan mengecek ternak kerbau yang ada di kandang. Ia juga berkesempatan menyuntikkan vaksin PMK untuk ternak kerbau. Juga menyemprot hewan yang kakinya luka karena terinfeksi virus PMK. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar di Jepara masuk bulan kedua. Hingga kemarin, ada 1.220 kasus PMK yang ditemukan menyerang hewan ternak. Masih ada kasus aktif 682 ekor ternak yang sakit, 511 ekor telah sembuh, dan yang mati atau potong paksa 27 ekor. Dari jumlah tersebut, dapat dipastikan tingkat kesembuhan PMK di Jepara mencapai 97 persen.

Hal itu menjadikan para peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Jepara bernafas lega. ”Alhamdullilah, setelah dilakukan percepatan vaksin PMK, tingkat kesembuhan PMK ini mencapai 97 persen,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko saat sosialisasi PMK di Hotel Kerbau Guwosobokerto, Welahan, kemarin.

Saat ini, hampir seluruh kecamatan di Jepara terdampak PMK. Untuk itu, diharapkan masyarakat sadar dan tanggap terhadap PMK. Langkah-langkah penanganan medis bisa dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara. Juga disertai upaya kedisiplinan para peternak dalam menjaga kesehatan dan kebersihan ternak. ”Ini bukan penyakit baru di Indonesia. Sebelumnya sudah pernah terjadi pada 1984,” lanjut Edy.

Baca Juga :  Dinas Tunda Penarikan Retribusi Dua Objek Wisata di Jepara, Apa Alasannya?

Ia menegaskan, meski diterpa wabah PMK, stok populasi ternak di Kota Ukir sejauh ini masih aman. Total populasi sapi dan kerbau di Jepara ada 55.560 ekor. Dari total keseluruhan populasi tersebut, 15.000 ekor ternak siap untuk dipotong atau disembelih.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Edy turut berkeliling dan mengecek ternak kerbau yang ada di kandang. Ia juga berkesempatan menyuntikkan vaksin PMK untuk ternak kerbau. Juga menyemprot hewan yang kakinya luka karena terinfeksi virus PMK. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/