alexametrics
25.6 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Investasi Triwulan Pertama Kabupaten Jepara Tembus Rp 9,9 Triliun

JEPARA – Nilai Investasi di Jepara pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 9,9 triliun. Baik dari pemodal asing maupun dalam negeri. Tenaga kerja yang terserap sekitar 14 ribu.

Hery Yulianto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Kusmiyatun mengatakan pihaknya menjumlah nilai itu dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Berdasarkan laporan tersebut, penanam  modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 7,6 triliun. Sementara PMA menyumbang Rp 2,3 triliun.

Untuk PMA, investasi tertinggi dicapai oleh sektor listrik, gas dan air. Sedangkan PMDN, investasi terbesar disumbang oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Yakni senilai Rp 4,4 triliun. Disusul oleh sektor listrik, gas dan air.

Baca Juga :  Sekolah Nekat Tetap PTM di Jepara akan Diperingatkan

Kata Kusmiyatun, hasil ini belum bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab sistem penghitungannya akumulasi. Pertambahan dari bulan-bulan sebelumnya. “Data juga langsung tercatat pada one single submission (OSS),” kata Kus—panggilan akrabnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan untuk usaha dari luar negeri pemerintah pusat lebih banyak berwenang. Pihaknya hanya berwenang lebih pada industri lokal (PMDN).

Sehari-hari ia mendata laporan penghasilan. Dalam sehari, ia mengunjungi rata-rata tiga pelaku usaha di Jepara untuk mengingatkan membuat laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). (nib/war)

JEPARA – Nilai Investasi di Jepara pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 9,9 triliun. Baik dari pemodal asing maupun dalam negeri. Tenaga kerja yang terserap sekitar 14 ribu.

Hery Yulianto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Kusmiyatun mengatakan pihaknya menjumlah nilai itu dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Berdasarkan laporan tersebut, penanam  modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 7,6 triliun. Sementara PMA menyumbang Rp 2,3 triliun.

Untuk PMA, investasi tertinggi dicapai oleh sektor listrik, gas dan air. Sedangkan PMDN, investasi terbesar disumbang oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Yakni senilai Rp 4,4 triliun. Disusul oleh sektor listrik, gas dan air.

Baca Juga :  Desa Bangsri Dikucur Hibah Rp 500 Juta untuk Kembangkan Wisata

Kata Kusmiyatun, hasil ini belum bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab sistem penghitungannya akumulasi. Pertambahan dari bulan-bulan sebelumnya. “Data juga langsung tercatat pada one single submission (OSS),” kata Kus—panggilan akrabnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan untuk usaha dari luar negeri pemerintah pusat lebih banyak berwenang. Pihaknya hanya berwenang lebih pada industri lokal (PMDN).

Sehari-hari ia mendata laporan penghasilan. Dalam sehari, ia mengunjungi rata-rata tiga pelaku usaha di Jepara untuk mengingatkan membuat laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/