alexametrics
26.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Keluar dari Penjara, Mantan Bupati Jepara Marzuqi Disambut Iringan Rebana

JEPARA – Sabtu (5/3) menjadi hari spesial bagi Ahmad Marzuqi. Pasalnya, Mantan Bupati Jepara tersebut dinyatakan bebas dari Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang. Setibanya di rumah yang sempat dia tinggal beberapa tahun itu, Marzuqi langsung disambut dengan antusias tabuhan rebana.

Ratusan orang berkumpul di halaman kediaman Ahmad Marzuqi, Minggu (6/3). Sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Jepara tersebut dijadwalkan tiba di kediamannya yang berada di Bangsri, Jepara, pukul 15.30.

Dua baliho penyambutan dipasang untuk menyambut kedatangan kiai kharismatik tersebut. Sosok yang akrab disapa Kiai Marzuqi tersebut memang dijadwalkan pulang ke rumahnya di gang sempit yang tidak bisa dilewati mobil. Setelah dinyatakan bebas dari Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang Sabtu (5/3). Ahmad Marzuqi divonis tiga tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang terkait kasus suap, September 2019 lalu. Dia juga didenda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan.


Dia saat itu didakwa menyuap hakim nonaktif PN Semarang Lasito untuk menggugurkan status tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Jumlah suapnya Rp 700 juta. Yang terdiri Rp 500 juta pecahan rupiah, kemudian sisanya  Rp 200 juta pecahan dolar AS. Hasilnya, Lasito mengabulkan gugatan pra-peradilan Marzuqi dan menyatakan status tersangka itu batal demi hukum.

Saat tiba di komplek kediamannya, dia didampingi keluarganya. Mulai dari istri, anak, menantu, hingga cucunya. Jamaah dan simpatisannya, terdiri dari pria juga wanita hadir untuk menyambut kepulangan Marzuqi. Satu persatu menyalami dan memberi selamat. Kepulangannya itu juga disambut dengan tabuhan rebana dan lantunan selawat.

Hadir pula tim Jawa Pos Radar Kudus untuk menyambut kedatangan mantan Bupati Jepara tersebut. Terdiri dari Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, Pimpinan Redaksi Zainal Abidin, dan Kepala Jawa Pos Radar Kudus Biro Jepara M. Khoirul Anwar.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Razia

Sebelum menuju rumahnya, Marzuqi menyempatkan diri untuk memberi sambutan di hadapan jamaah dan simpatisannya. ”Alhamdulillah. Tentu sangat bersyukur atas anugerah kebebasan yang diberikan. Sehingga hari ini bisa bertemu dengan keluarga dan masyarakat,” ungkap Marzuqi.

Sesampai di rumahnya, seluruh tamu dijamu minum adon-adon coro (minuman jahe yang ada potongan kelapa kecil-kecil,Red) dan pindang daging kerbau.

Tamu berdatangan silih berganti. Hampir setiap tiga menit berganti-ganti. Rata-rata dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti Ketua DPC PPP Jepara Masykuri dan Anggota DPRD Jepara dari PPP Agus Sutisna. Beberapa tokoh timses ketika Marzuqi nyalon juga hadir.

Dia menyebut Lapas Kelas I Kedungpane Semarang sebagai Pondok Pesantren At-Taubah baginya. Dengan di dalam lapas, menurutnya sebagai tempat istirahat dari hal-hal yang bisa membuatnya berlaku buruk. Sebab itu, saat di dalam itulah dia berusaha untuk lebih menggiatkan ibadah dibanding saat masih di luar lapas. ”Karena saya di dalam itu merasakan tidak pernah lima waktu salat tidak pernah tidak berjamaah. Dan itu tepat waktu,” tegas Marzuqi.

Marzuqi bercerita suatu ketika di lapas dia joging dengan dokter. Dokter itu mengaku masuk penjara bukan karena korupsi. Mungkin itu cara Tuhan menasehati dirinya. Karena sebelum dipenjara dirinya selalu pegang payudara perempuan. “Karena memang dokter itu spesialis payudara,” cerita Marzuqi dibalas gelak tawa jamaah.

Setelah resmi dinyatakan bebas, dia saat ini menghabiskan waktu bersama keluarganya di Bangsri, Jepara. Terkait kegiatan setelah ini, Marzuqi mengaku akan kembali menjalankan apa yang menjadikan dirinya dikenal masyarakat. Yakni mengajar dan mengaji.

Sementara karir politik, dia pasrahkan ke anak-anaknya. ”Sehingga dalam posisi ini hanya mendorong dan memberi motivasi. Sekiranya, silahkan jadi politikus. Jadi politikus yang selalu mengedepankan akhlakul karimah. Tidak jadi politikus yang gabrul,” tutup Marzuqi. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Sabtu (5/3) menjadi hari spesial bagi Ahmad Marzuqi. Pasalnya, Mantan Bupati Jepara tersebut dinyatakan bebas dari Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang. Setibanya di rumah yang sempat dia tinggal beberapa tahun itu, Marzuqi langsung disambut dengan antusias tabuhan rebana.

Ratusan orang berkumpul di halaman kediaman Ahmad Marzuqi, Minggu (6/3). Sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Jepara tersebut dijadwalkan tiba di kediamannya yang berada di Bangsri, Jepara, pukul 15.30.

Dua baliho penyambutan dipasang untuk menyambut kedatangan kiai kharismatik tersebut. Sosok yang akrab disapa Kiai Marzuqi tersebut memang dijadwalkan pulang ke rumahnya di gang sempit yang tidak bisa dilewati mobil. Setelah dinyatakan bebas dari Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang Sabtu (5/3). Ahmad Marzuqi divonis tiga tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang terkait kasus suap, September 2019 lalu. Dia juga didenda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dia saat itu didakwa menyuap hakim nonaktif PN Semarang Lasito untuk menggugurkan status tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Jumlah suapnya Rp 700 juta. Yang terdiri Rp 500 juta pecahan rupiah, kemudian sisanya  Rp 200 juta pecahan dolar AS. Hasilnya, Lasito mengabulkan gugatan pra-peradilan Marzuqi dan menyatakan status tersangka itu batal demi hukum.

Saat tiba di komplek kediamannya, dia didampingi keluarganya. Mulai dari istri, anak, menantu, hingga cucunya. Jamaah dan simpatisannya, terdiri dari pria juga wanita hadir untuk menyambut kepulangan Marzuqi. Satu persatu menyalami dan memberi selamat. Kepulangannya itu juga disambut dengan tabuhan rebana dan lantunan selawat.

Hadir pula tim Jawa Pos Radar Kudus untuk menyambut kedatangan mantan Bupati Jepara tersebut. Terdiri dari Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, Pimpinan Redaksi Zainal Abidin, dan Kepala Jawa Pos Radar Kudus Biro Jepara M. Khoirul Anwar.

Baca Juga :  Setahun Penerangan Jembatan Cinta di Jepara Rusak, Kapan Diperbaiki?

Sebelum menuju rumahnya, Marzuqi menyempatkan diri untuk memberi sambutan di hadapan jamaah dan simpatisannya. ”Alhamdulillah. Tentu sangat bersyukur atas anugerah kebebasan yang diberikan. Sehingga hari ini bisa bertemu dengan keluarga dan masyarakat,” ungkap Marzuqi.

Sesampai di rumahnya, seluruh tamu dijamu minum adon-adon coro (minuman jahe yang ada potongan kelapa kecil-kecil,Red) dan pindang daging kerbau.

Tamu berdatangan silih berganti. Hampir setiap tiga menit berganti-ganti. Rata-rata dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti Ketua DPC PPP Jepara Masykuri dan Anggota DPRD Jepara dari PPP Agus Sutisna. Beberapa tokoh timses ketika Marzuqi nyalon juga hadir.

Dia menyebut Lapas Kelas I Kedungpane Semarang sebagai Pondok Pesantren At-Taubah baginya. Dengan di dalam lapas, menurutnya sebagai tempat istirahat dari hal-hal yang bisa membuatnya berlaku buruk. Sebab itu, saat di dalam itulah dia berusaha untuk lebih menggiatkan ibadah dibanding saat masih di luar lapas. ”Karena saya di dalam itu merasakan tidak pernah lima waktu salat tidak pernah tidak berjamaah. Dan itu tepat waktu,” tegas Marzuqi.

Marzuqi bercerita suatu ketika di lapas dia joging dengan dokter. Dokter itu mengaku masuk penjara bukan karena korupsi. Mungkin itu cara Tuhan menasehati dirinya. Karena sebelum dipenjara dirinya selalu pegang payudara perempuan. “Karena memang dokter itu spesialis payudara,” cerita Marzuqi dibalas gelak tawa jamaah.

Setelah resmi dinyatakan bebas, dia saat ini menghabiskan waktu bersama keluarganya di Bangsri, Jepara. Terkait kegiatan setelah ini, Marzuqi mengaku akan kembali menjalankan apa yang menjadikan dirinya dikenal masyarakat. Yakni mengajar dan mengaji.

Sementara karir politik, dia pasrahkan ke anak-anaknya. ”Sehingga dalam posisi ini hanya mendorong dan memberi motivasi. Sekiranya, silahkan jadi politikus. Jadi politikus yang selalu mengedepankan akhlakul karimah. Tidak jadi politikus yang gabrul,” tutup Marzuqi. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/