alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Dampingi UMKM, KKN Unisnu Desa Wanusobo Lakukan Inovasi Olahan Singkong

JEPARA – Tim KKN Unisnu Desa Wanusobo mengadakan kegiatan seminar kewirausahaan di rumah salah satu mitra UMKM pada Minggu (27/2).  Kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada pelaku UMKM. Agar, nantinya mengetahui cara packaging (pengemasan) serta strategi pemasaran produk. Dalam kegiatan tesebut turut hadir perangkat Desa Wonusobo, UMKM Desa Wanusobo, serta Dosen Pendamping Lapangan.

Selain memberikan pemahaman tentang pengemasan dan strategi pemasaran. Nantinya,  akan ada pendampingan kepada mitra UMKM. Agar produk unggulan desa mampu bersaing dan memiliki positioning yang baik di pasaran. “Pendampingan Inovasi Produk bertujuan agar keripik singkong dapat menjadi produk unggulan desa.  Nantinya bisa masuk pasar modern. Selain itu, pendampingan dilakukan dengan melakukan inovasi produk serta pemasaran melalui media sosial”. Ujar Nurul Huda selaku narasumber.

Untuk kemasan awal keripik singkong masih tradisional, yaitu dengan plastik tipis dan perekat segel dengan bantuan bantuan uplik (botol lilin). Sekarang, packaging dikembangkan menggunakan standing pouch agar praktis dan kualitas produk terjamin. Setelah itu, keripik juga disegel menggunakan alat press modern untuk menjaga ketahanan produk.

Baca Juga :  Pintu Syphon SWD Bocor di Desa Batukali Jepara Tak Kunjung Diperbaiki

“Penggunaan standing pouch sendiri terlihat modern dan menarik sehingga akan lebih menarik minat konsumen untuk membeli. Mereka juga menambahkan stiker sebagai identifikasi produk dan juga bisa untuk mempercantik kemasan”. Ujar Yudhid Maulidin selaku ketua pengabdian.

Dari segi pemasaran sendiri, awal mulanya hanya dipasarkan di sekitar rumah dan ke pasar terdekat (pasar bugel). Tim KKN kemudian membantu melakukan pemasaran dengan menggunakan teknologi e-commerce. Khususnya melalui media sosial seperti instagram, facebook dan juga tiktok.

“Harapan kami dengan pendampingan mitra melalui inovasi produk. Keripik singkong dapat menjadi produk unggulan desa dan bisa masuk ke pangsa pasar modern” jelas Nuril, salah satu anggota tim pengabdian.

Sementara itu, mbah Manah selaku pemilik UMKM berterima kasih dengan adanya pendampingan dari Tim KKN Unisnu Jepara karena telah mendampingi dalam pengembangan produknya. (adv)

JEPARA – Tim KKN Unisnu Desa Wanusobo mengadakan kegiatan seminar kewirausahaan di rumah salah satu mitra UMKM pada Minggu (27/2).  Kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada pelaku UMKM. Agar, nantinya mengetahui cara packaging (pengemasan) serta strategi pemasaran produk. Dalam kegiatan tesebut turut hadir perangkat Desa Wonusobo, UMKM Desa Wanusobo, serta Dosen Pendamping Lapangan.

Selain memberikan pemahaman tentang pengemasan dan strategi pemasaran. Nantinya,  akan ada pendampingan kepada mitra UMKM. Agar produk unggulan desa mampu bersaing dan memiliki positioning yang baik di pasaran. “Pendampingan Inovasi Produk bertujuan agar keripik singkong dapat menjadi produk unggulan desa.  Nantinya bisa masuk pasar modern. Selain itu, pendampingan dilakukan dengan melakukan inovasi produk serta pemasaran melalui media sosial”. Ujar Nurul Huda selaku narasumber.

Untuk kemasan awal keripik singkong masih tradisional, yaitu dengan plastik tipis dan perekat segel dengan bantuan bantuan uplik (botol lilin). Sekarang, packaging dikembangkan menggunakan standing pouch agar praktis dan kualitas produk terjamin. Setelah itu, keripik juga disegel menggunakan alat press modern untuk menjaga ketahanan produk.

Baca Juga :  Ranperda Dievaluasi Gubernur, Masuk Wisata Pungkruk Jepara Masih Gratis

“Penggunaan standing pouch sendiri terlihat modern dan menarik sehingga akan lebih menarik minat konsumen untuk membeli. Mereka juga menambahkan stiker sebagai identifikasi produk dan juga bisa untuk mempercantik kemasan”. Ujar Yudhid Maulidin selaku ketua pengabdian.

Dari segi pemasaran sendiri, awal mulanya hanya dipasarkan di sekitar rumah dan ke pasar terdekat (pasar bugel). Tim KKN kemudian membantu melakukan pemasaran dengan menggunakan teknologi e-commerce. Khususnya melalui media sosial seperti instagram, facebook dan juga tiktok.

“Harapan kami dengan pendampingan mitra melalui inovasi produk. Keripik singkong dapat menjadi produk unggulan desa dan bisa masuk ke pangsa pasar modern” jelas Nuril, salah satu anggota tim pengabdian.

Sementara itu, mbah Manah selaku pemilik UMKM berterima kasih dengan adanya pendampingan dari Tim KKN Unisnu Jepara karena telah mendampingi dalam pengembangan produknya. (adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/