alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Bertambah, Klaster Covid-19 Pesantren di Jepara Jadi 35 Orang

JEPARA – Jumlah pasien positif Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bangsri, Jepara, kembali bertambah. Setelah sebelumnya ada 19 santri perempuan di ponpes itu, terkonfirmasi Covid-19. Kali ini, ada tambahan 14 santri lagi. Dengan begitu, jumlah orang yang positif Covid-19 di pesantren itu menjadi 35 orang.

Rinciannya, 33 orang merupakan santri dan dua orang lainnya jajaran pengurus. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eko Cahyo Puspeno menjelaskan, penambahan pasien terkonfirmasi itu merupakan hasil tracing dari kontak erat 19 santri yang terkonfirmasi Covid-19 lebih dahulu.

”Kemarin (Jumat (4/2), Red) 13 santri mulai menjalani isolasi terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Satu orang jalani isolasi mandiri di rumahnya Desa Cepogo, Kembang,” terangnya.


Sejauh ini para santri yang menjalani isolasi di BLK Pecangaan kondisinya stabil. Sebagian besar hanya bergejala ringan, seperti batuk, pilek, dan kepala pusing. ”Tidak ada yang demam tinggi,” tandas Eko.

Baca Juga :  Jaga Literasi, YBKB Sedekah 500 Buku dan Alquran

Sesuai ketentuan, masa isolasi terpusat tersebut jangka waktunya 10 hari sejak pertama kali terkonfirmasi. Perkiraannya, 19 santri yang terkonfirmasi lebih dahulu sudah diperkenankan pulang dari BLK Pecangaan pekan depan.

Terkait varian virus yang menderap para santri ponpes di Kecamatan Bangsri tersebut, saat ini belum bisa diketahui. Namun, pihak Dinkes Jepara sangat mewaspadai bila varian tersebut omicron. Untuk itu, sampel yang didapatkan dari 19 santri yang lebih dulu terdeteksi dikirimkan ke Balitbang Semarang untuk diteliti.

Selain itu, Dinkes Jepara juga mengirimkan tiga sampel lain ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) ke Salatiga. Satu sampel dari santri pesantren di Bangsri tersebut, dua lainnya didapat dari sampel masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 di Mlonggo dan Kalinyamatan. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Jumlah pasien positif Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Bangsri, Jepara, kembali bertambah. Setelah sebelumnya ada 19 santri perempuan di ponpes itu, terkonfirmasi Covid-19. Kali ini, ada tambahan 14 santri lagi. Dengan begitu, jumlah orang yang positif Covid-19 di pesantren itu menjadi 35 orang.

Rinciannya, 33 orang merupakan santri dan dua orang lainnya jajaran pengurus. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eko Cahyo Puspeno menjelaskan, penambahan pasien terkonfirmasi itu merupakan hasil tracing dari kontak erat 19 santri yang terkonfirmasi Covid-19 lebih dahulu.

”Kemarin (Jumat (4/2), Red) 13 santri mulai menjalani isolasi terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Satu orang jalani isolasi mandiri di rumahnya Desa Cepogo, Kembang,” terangnya.

Sejauh ini para santri yang menjalani isolasi di BLK Pecangaan kondisinya stabil. Sebagian besar hanya bergejala ringan, seperti batuk, pilek, dan kepala pusing. ”Tidak ada yang demam tinggi,” tandas Eko.

Baca Juga :  Raih WTP 10 Kali Beruntun, Jepara Terima Penghargaan dari Kemenkeu

Sesuai ketentuan, masa isolasi terpusat tersebut jangka waktunya 10 hari sejak pertama kali terkonfirmasi. Perkiraannya, 19 santri yang terkonfirmasi lebih dahulu sudah diperkenankan pulang dari BLK Pecangaan pekan depan.

Terkait varian virus yang menderap para santri ponpes di Kecamatan Bangsri tersebut, saat ini belum bisa diketahui. Namun, pihak Dinkes Jepara sangat mewaspadai bila varian tersebut omicron. Untuk itu, sampel yang didapatkan dari 19 santri yang lebih dulu terdeteksi dikirimkan ke Balitbang Semarang untuk diteliti.

Selain itu, Dinkes Jepara juga mengirimkan tiga sampel lain ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) ke Salatiga. Satu sampel dari santri pesantren di Bangsri tersebut, dua lainnya didapat dari sampel masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 di Mlonggo dan Kalinyamatan. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/