alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Barang Dijarah, Ayah Tersangka Investasi Bodong di Jepara Lapor Polisi

JEPARA – Ayah tersangka investasi bodong, HP, melaporkan kehilangan sejumlah barang di rumahnya ke polisi belum lama ini. Barang itu hilang karena rumah tersangka investasi bodong YA, 20, dijarah masal akhir tahun kemarin. Diduga mereka investor yang investasi ke YA.

Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi mengaku menerima laporan tindak pidana pencurian dari ayah tersangka.

”Namun di pengaduannya, yang bersangkutan melaporkan ada penjarahan,” terang Kapolres Jepara AKBP Warsono melalui Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi kemarin (5/1).


Sebelumnya diberitakan YA, gadis asal Desa Jambu Kecamatan Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) 2021 lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah. Para korban tersebut disinyalir mengambil beberapa barang milik YA yang ada di rumah YA.

Menyikapi laporan tersebut, aparat kepolisian segera menyelidiki atas laporan keluarga tersangka tersebut.

”Sampai saat ini kami telah mengklarifikasi dari masing-masing pengadu. Kemudian kerugiannya. Ada lima orang yang dimintai klarifikasi,” terang AKP M. Fachrurozi.

Dirinya menjelaskan dalam laporan yang dilayangkan keluarga tersangka, ada beberapa barang yang dilaporkan hilang. Yakni uang tunai, perhiasan emas, laptop, sembako, mesin jahit, hingga dua buah spring bed. ”Oleh karena itu kami minta waktu untuk melakukan penyelidikan lebih dahulu,” paparnya.

Baca Juga :  71 Pasangan di Jepara Nikah Massal, Gus Mufawiq Beri Wejangan untuk Mereka

Sementara untuk YA sendiri saat ini sudah diamankan pihak kepolisian November tahun kemarin di daerah Pati. Terkait tindakannya dalam menjalankan investasi bodong, diperkirakan jumlah korbannya mencapai 200 orang. Sementara total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 500 juta. ”Secepatnya akan menjalani persidangan di awal tahun ini,” tandas AKP M. Fachrurozi.

Modus YN dalam menjalankan aksinya dengan menawarkan investasi uang melalui unggahan status Whatsapp. Dengan janji keuntungan dari uang investasi yang diberikan dalam waktu tertentu, sekitar empat hari hingga 13 hari. Keuntungannya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

YA telah ditetapkan sebagai tersangka sejak November tahun kemarin. Darinya, polisi mengamankan beberapa barak bukti. Terdiri dari 13 lembar struk bukti transfer Bank BRI, sebuah hp merk Oppo Reno2 F (milik tersangka), nomor hp 089652480090 dan 085869332209 (milik tersangka), sebuah memory card, dua buku rekening Bank BRI dan satu buku rekening Bank BCA, 163 lembar rekening koran, 25 lembar screenshoot chat dan status Whatsapp, serta 3 buku rekening penampung milik tersangka.

Akibat tindakannya itu, YN dikenai Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya 4 Tahun Penjara. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Ayah tersangka investasi bodong, HP, melaporkan kehilangan sejumlah barang di rumahnya ke polisi belum lama ini. Barang itu hilang karena rumah tersangka investasi bodong YA, 20, dijarah masal akhir tahun kemarin. Diduga mereka investor yang investasi ke YA.

Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi mengaku menerima laporan tindak pidana pencurian dari ayah tersangka.

”Namun di pengaduannya, yang bersangkutan melaporkan ada penjarahan,” terang Kapolres Jepara AKBP Warsono melalui Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrurozi kemarin (5/1).

Sebelumnya diberitakan YA, gadis asal Desa Jambu Kecamatan Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) 2021 lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah. Para korban tersebut disinyalir mengambil beberapa barang milik YA yang ada di rumah YA.

Menyikapi laporan tersebut, aparat kepolisian segera menyelidiki atas laporan keluarga tersangka tersebut.

”Sampai saat ini kami telah mengklarifikasi dari masing-masing pengadu. Kemudian kerugiannya. Ada lima orang yang dimintai klarifikasi,” terang AKP M. Fachrurozi.

Dirinya menjelaskan dalam laporan yang dilayangkan keluarga tersangka, ada beberapa barang yang dilaporkan hilang. Yakni uang tunai, perhiasan emas, laptop, sembako, mesin jahit, hingga dua buah spring bed. ”Oleh karena itu kami minta waktu untuk melakukan penyelidikan lebih dahulu,” paparnya.

Baca Juga :  Desa Petekeyan Jadi Pilot Project Desa Anti Narkoba

Sementara untuk YA sendiri saat ini sudah diamankan pihak kepolisian November tahun kemarin di daerah Pati. Terkait tindakannya dalam menjalankan investasi bodong, diperkirakan jumlah korbannya mencapai 200 orang. Sementara total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 500 juta. ”Secepatnya akan menjalani persidangan di awal tahun ini,” tandas AKP M. Fachrurozi.

Modus YN dalam menjalankan aksinya dengan menawarkan investasi uang melalui unggahan status Whatsapp. Dengan janji keuntungan dari uang investasi yang diberikan dalam waktu tertentu, sekitar empat hari hingga 13 hari. Keuntungannya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

YA telah ditetapkan sebagai tersangka sejak November tahun kemarin. Darinya, polisi mengamankan beberapa barak bukti. Terdiri dari 13 lembar struk bukti transfer Bank BRI, sebuah hp merk Oppo Reno2 F (milik tersangka), nomor hp 089652480090 dan 085869332209 (milik tersangka), sebuah memory card, dua buku rekening Bank BRI dan satu buku rekening Bank BCA, 163 lembar rekening koran, 25 lembar screenshoot chat dan status Whatsapp, serta 3 buku rekening penampung milik tersangka.

Akibat tindakannya itu, YN dikenai Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya 4 Tahun Penjara. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/