alexametrics
33.6 C
Kudus
Friday, August 5, 2022

Pengerjaan Jalan Mindahan-Damaran Tak Kunjung Usai, Rekanan Kena Denda Rp 2,5 Juta Perhari

JEPARA – Proyek pemeliharaan berkala Jalan Raya Mindahan-Damaran, Batealit hingga saat ini belum selesai. Sejauh ini progresnya masih berupa pengecoran bahu jalan. Sementara untuk pelapisan hotmix-nya belum.

Padahal, menurut keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Bina Marga Agus Priyadi bobot paling banyak dari pekerjaan tersebut adalah pekerjaan pelapisan hotmix. ”Terus kita kejar untuk mempercepat penyelesaian. Dinas berharap secepatnya bisa diselesaikan dan akan dikenakan denda keterlambatan,” tegasnya kemarin.

Semestinya, proyek tersebut rampung 28 Juli lalu. Namun, sepekan sebelum deadline target, progres pengerjaannya baru mencapai 25 persen. Akibatnya, rekanan diberi perpanjangan masa pengerjaan selama 50 hari disertai denda keterlambatan sebesar seperseribu nilai kontrak tiap hari keterlambatan.

Baca Juga :  Longsor Akibat Hujan Deras Terjang 2 Desa di Jepara, 2 Rumah Warga Rusak

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Bangun Tata Sarana (BATAS) asal Pati. Nilai kontraknya sekitar Rp 2,5 miliar. Masa pengerjaannya telah dimulai sejak 31 Maret lalu. Dengan keterlamabatan tersebut, rekanan itu harus membayarkan denda sekitar Rp 2,5 juta perhari.

Selain mengenai rekanan denda, dinas juga telah memanggil rekanan tersebut untuk diberi peringatan. Terkait masa depan rekanan yang terlambat menyelesaikan proyeknya, saat ini masih dipantau. Bila dalam masa perpanjangan waktu dengan denda masih tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sehingga terjadi putus kontrak, rekanan tersebut terancam di-blacklist. ”Dengan tambahan waktu 50 hari harusnya bisa selesai. Karena yang paling banyak di hotmix. Dan pengerjaan hotmix itu cepat,” imbuh Agus. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Proyek pemeliharaan berkala Jalan Raya Mindahan-Damaran, Batealit hingga saat ini belum selesai. Sejauh ini progresnya masih berupa pengecoran bahu jalan. Sementara untuk pelapisan hotmix-nya belum.

Padahal, menurut keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Bina Marga Agus Priyadi bobot paling banyak dari pekerjaan tersebut adalah pekerjaan pelapisan hotmix. ”Terus kita kejar untuk mempercepat penyelesaian. Dinas berharap secepatnya bisa diselesaikan dan akan dikenakan denda keterlambatan,” tegasnya kemarin.

Semestinya, proyek tersebut rampung 28 Juli lalu. Namun, sepekan sebelum deadline target, progres pengerjaannya baru mencapai 25 persen. Akibatnya, rekanan diberi perpanjangan masa pengerjaan selama 50 hari disertai denda keterlambatan sebesar seperseribu nilai kontrak tiap hari keterlambatan.

Baca Juga :  Miris! Ada 17 Ribu Anak di Jepara Tak Sekolah

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Bangun Tata Sarana (BATAS) asal Pati. Nilai kontraknya sekitar Rp 2,5 miliar. Masa pengerjaannya telah dimulai sejak 31 Maret lalu. Dengan keterlamabatan tersebut, rekanan itu harus membayarkan denda sekitar Rp 2,5 juta perhari.

Selain mengenai rekanan denda, dinas juga telah memanggil rekanan tersebut untuk diberi peringatan. Terkait masa depan rekanan yang terlambat menyelesaikan proyeknya, saat ini masih dipantau. Bila dalam masa perpanjangan waktu dengan denda masih tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sehingga terjadi putus kontrak, rekanan tersebut terancam di-blacklist. ”Dengan tambahan waktu 50 hari harusnya bisa selesai. Karena yang paling banyak di hotmix. Dan pengerjaan hotmix itu cepat,” imbuh Agus. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/