alexametrics
25.9 C
Kudus
Sunday, July 31, 2022

Kisruh Galian C di Mayong, Alat Berat yang Disita Warga Diduga Hendak Dibawa Lari Penambang

JEPARA – Persoalan terkait galian C di Desa Bungu, Mayong tak kunjung beres. Terbaru, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, tampak alat berat masih berada di lokasi galian. Alat berat berwarna itu terparkir di depan gudang milik perusahaan penambang. Di tengah jalan. Alat berat itu sempat dibawa secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya ditemukan oleh warga di salah satu sungai desa.

Baca Juga : Transaksi di Balai Jagong, Polisi Bekuk Pengedar Pil Koplo Asal Jepara dan Amankan Ribuan Ekstasi

Sebelumnya, alat berat itu dijadikan pengembang sebagai jaminan bila tidak bisa membayar tanggungan kepada warga. Carik Bungu Saputro mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga soal alat berat yang sempat dibawa pergi itu. “Pak Petinggi dapat laporan dari warga, akhirnya alat berat kembali ke lokasi,” jelasnya.


Sebelumnya pihak pengembang, CV Kartika Jaya sempat berjanji akan membayar tanggungan serta kerugian yang ditanggung akibat adanya galian C.

Pihak pengembang diketahui sempat membeli bahan material pendukung galian seperti batu kepada warga namun belum dilunasi. Mereka juga berjanji akan melunasi kerugian lain. Namun saat ini belum ada tindak lanjut dan kejelasan.

Baca Juga :  Showroom Mebel di Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

Sejak ada galian itu, aliran air warga menjadi tidak normal. Ada dua sungai yang dialihkan menjadi satu sungai. “Ini ternyata sangat mengganggu karena setelah sungai dialihkan, air sungai warga menjadi berkurang. Para petani sulit mengairi sawah mereka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sekitar 20 hektare sawah terdampak karena macetnya aliran air tersebut. Selain itu, warga merasa jengkel karena sungai tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Namun berubah bentuk karena galian C.

Rencana dan janji pengembang saat sosialisasi kepada warga berbeda pada kenyataannya. Disebutkan, pengembang berjanji tidak akan merugikan pihak manapun.

Sementara itu, Koordinator Jabatan Fungsi Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Endang Purwaningsih mengatakan pihaknya belum memeriksa lebih lanjut terkait kasus ini. Terakhir, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi. (nib/war)






Reporter: Nibros Hassani

JEPARA – Persoalan terkait galian C di Desa Bungu, Mayong tak kunjung beres. Terbaru, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, tampak alat berat masih berada di lokasi galian. Alat berat berwarna itu terparkir di depan gudang milik perusahaan penambang. Di tengah jalan. Alat berat itu sempat dibawa secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya ditemukan oleh warga di salah satu sungai desa.

Baca Juga : Transaksi di Balai Jagong, Polisi Bekuk Pengedar Pil Koplo Asal Jepara dan Amankan Ribuan Ekstasi

Sebelumnya, alat berat itu dijadikan pengembang sebagai jaminan bila tidak bisa membayar tanggungan kepada warga. Carik Bungu Saputro mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga soal alat berat yang sempat dibawa pergi itu. “Pak Petinggi dapat laporan dari warga, akhirnya alat berat kembali ke lokasi,” jelasnya.

Sebelumnya pihak pengembang, CV Kartika Jaya sempat berjanji akan membayar tanggungan serta kerugian yang ditanggung akibat adanya galian C.

Pihak pengembang diketahui sempat membeli bahan material pendukung galian seperti batu kepada warga namun belum dilunasi. Mereka juga berjanji akan melunasi kerugian lain. Namun saat ini belum ada tindak lanjut dan kejelasan.

Baca Juga :  Hasil Sidak ke SPBU, Pj Bupati Akui Ada Pengurangan Pengiriman Pertalite di Jepara

Sejak ada galian itu, aliran air warga menjadi tidak normal. Ada dua sungai yang dialihkan menjadi satu sungai. “Ini ternyata sangat mengganggu karena setelah sungai dialihkan, air sungai warga menjadi berkurang. Para petani sulit mengairi sawah mereka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sekitar 20 hektare sawah terdampak karena macetnya aliran air tersebut. Selain itu, warga merasa jengkel karena sungai tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Namun berubah bentuk karena galian C.

Rencana dan janji pengembang saat sosialisasi kepada warga berbeda pada kenyataannya. Disebutkan, pengembang berjanji tidak akan merugikan pihak manapun.

Sementara itu, Koordinator Jabatan Fungsi Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara Endang Purwaningsih mengatakan pihaknya belum memeriksa lebih lanjut terkait kasus ini. Terakhir, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi. (nib/war)






Reporter: Nibros Hassani

Most Read

Artikel Terbaru

/