alexametrics
25.6 C
Kudus
Thursday, July 28, 2022

Dua Desa Sepakat Damai, Posko Keamanan di Muryolobo Jepara Resmi Ditutup

JEPARA – Setelah dilaksanakan rekonsiliasi secara intensif, Desa Muryolobo dan Ngetuk, Nalumsari, menyepakati damai pada Kamis (2/6) lalu. Dengan perdamaian dua desa tersebut, posko keamanan yang sempat didirikan di perbatasan kedua desa itu beberapa waktu lalu telah resmi ditutup.

Sebelumnya sempat diberitakan, meski pelaku pengeroyokan di Desa Bendanpete, Nalumsari, yang mengakibatkan tewasnya FR, 30, warga Desa Muryolobo, tertangkap di Bekasi pada Minggu (15/5) lalu. Aparat keamanan masih disiagakan di Desa Muryolobo dan sekitarnya. Ada 35 personel TNI dan Polri yang berjaga.

Tujuannya, agar keamanan dan kondusivitas terus terjaga. Ada tiga desa yang rutin digelar patroli keamanan. Meliputi Desa Muryolobo, Ngetuk, dan Bendanpete. Ketiga desa itu, ada di Kecamatan Nalumsari.


Setelah adanya pengeroyokan itu, masyarakat sempat takut. Namun, saat ini masyarakat di tiga desa tersebut telah beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga :  Operasi Patuh Candi 2021 Digelar untuk Tegakkan Prokes dan Lalin

”Sudah kami tarik pengamanannya, setelah kesepakatan damai. Namun, patroli dan penggalangan masih tetap rutin dilaksanakan,” terang Kasat Samapta Polres Jepara AKP M. Syaifuddin kemarin.

Terpisah, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menyebut, untuk mencegah konflik terjadi kembali di daerah berkonflik ada tiga tahapan. ”Nanti ada preentif. Itu dilakukan Binmas. Ada preventif juga. Berupa patroli penjagaan dan pengawalan. Yang dilakukan Satlantas dan Satsabhara,” terangnya.

Saat ini masuk tahapan ketiga, berupa pemulihan. Tahapannya meliputi rekonsiliasi dan dilanjut mitigasi. Untuk mitigasi saat ini telah berlangsung. Berupa penegakan hukum bagi para pelaku pengeroyokan. Dan terakhir berupa rekontruksi.

”Tiga tahapan itu, dikolaborasikan dan dilaksanakan berkesinambungan supaya aman dan nyaman,” imbuh Rozi. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Setelah dilaksanakan rekonsiliasi secara intensif, Desa Muryolobo dan Ngetuk, Nalumsari, menyepakati damai pada Kamis (2/6) lalu. Dengan perdamaian dua desa tersebut, posko keamanan yang sempat didirikan di perbatasan kedua desa itu beberapa waktu lalu telah resmi ditutup.

Sebelumnya sempat diberitakan, meski pelaku pengeroyokan di Desa Bendanpete, Nalumsari, yang mengakibatkan tewasnya FR, 30, warga Desa Muryolobo, tertangkap di Bekasi pada Minggu (15/5) lalu. Aparat keamanan masih disiagakan di Desa Muryolobo dan sekitarnya. Ada 35 personel TNI dan Polri yang berjaga.

Tujuannya, agar keamanan dan kondusivitas terus terjaga. Ada tiga desa yang rutin digelar patroli keamanan. Meliputi Desa Muryolobo, Ngetuk, dan Bendanpete. Ketiga desa itu, ada di Kecamatan Nalumsari.

Setelah adanya pengeroyokan itu, masyarakat sempat takut. Namun, saat ini masyarakat di tiga desa tersebut telah beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga :  Desa Plajan Jepara Dicanangkan Jadi Kampung Pancasila

”Sudah kami tarik pengamanannya, setelah kesepakatan damai. Namun, patroli dan penggalangan masih tetap rutin dilaksanakan,” terang Kasat Samapta Polres Jepara AKP M. Syaifuddin kemarin.

Terpisah, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menyebut, untuk mencegah konflik terjadi kembali di daerah berkonflik ada tiga tahapan. ”Nanti ada preentif. Itu dilakukan Binmas. Ada preventif juga. Berupa patroli penjagaan dan pengawalan. Yang dilakukan Satlantas dan Satsabhara,” terangnya.

Saat ini masuk tahapan ketiga, berupa pemulihan. Tahapannya meliputi rekonsiliasi dan dilanjut mitigasi. Untuk mitigasi saat ini telah berlangsung. Berupa penegakan hukum bagi para pelaku pengeroyokan. Dan terakhir berupa rekontruksi.

”Tiga tahapan itu, dikolaborasikan dan dilaksanakan berkesinambungan supaya aman dan nyaman,” imbuh Rozi. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/