alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

BPKAD Jepara Ungkap Capaian Pajak Daerah Kurang Lima Persen

JEPARA – Capaian pendapatan daerah melalui pajak daerah di Jepara baru terealisasi 20,2 persen dalam triwulan pertama. Atau sekitar Rp 43,921 miliar. Jumlah tersebut belum memenuhi target sebesar 25 persen tiap triwulan. Total target tahun ini Rp 217,2 miliar.

Dibanding tahun kemarin dalam waktu yang sama, pendapatan pajak itu ada selisih sekitar satu persen. Pasalnya tahun kemarin pendapatan daerah dari sektor pajak mencapai 21 persen. “Di tahun 2022 ini kami ada target mineral bukan logam dan batuan (MBLB) yang cukup besar. Sehingga itu memengaruhi. Karena targetnya tinggi sekali,” terang Kabid Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Kendar Praptomo.

Target pendapatan pajak MBLB tahun ini adalah Rp 52,928 miliar dan baru terealisasi Rp 608 juta. “Meningkat tajam,” ujar Kendar.


Meski begitu, dirinya mulai optimis pendapatan daerah dari sektor pajak tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Pasalnya, dampak pandemi ke sektor pariwisata mulai berkurang. Salah satunya meningkatnya pendapatan pajak dari sektor pajak restoran dan hotel. Untuk realisasi pajak hotel di triwulan pertama telah mencapai 11,4 persen. Sementara pajak restoran mencapai 31,4 persen.

Baca Juga :  Pemasangan ADM di Karimunjawa Terkendala Cuaca

Tiap triwulan BPKAD Jepara memiliki target realisasi pendapatan dari pajak daerah sebesar 25 persen. Sehingga saat triwulan kedua diperoleh 50 persen, triwulan ketiga sebesar 75 persen. Dan saat triwulan keempat, target pendapatannya sebesar 100 persen. Keseluruhan pendapatan itu diperoleh dari sebelas objek pajak.

Meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, dan pajak air tanah. Adapula pajak sarang burung wallet, pajak MBLB, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Capaian pendapatan daerah melalui pajak daerah di Jepara baru terealisasi 20,2 persen dalam triwulan pertama. Atau sekitar Rp 43,921 miliar. Jumlah tersebut belum memenuhi target sebesar 25 persen tiap triwulan. Total target tahun ini Rp 217,2 miliar.

Dibanding tahun kemarin dalam waktu yang sama, pendapatan pajak itu ada selisih sekitar satu persen. Pasalnya tahun kemarin pendapatan daerah dari sektor pajak mencapai 21 persen. “Di tahun 2022 ini kami ada target mineral bukan logam dan batuan (MBLB) yang cukup besar. Sehingga itu memengaruhi. Karena targetnya tinggi sekali,” terang Kabid Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Kendar Praptomo.

Target pendapatan pajak MBLB tahun ini adalah Rp 52,928 miliar dan baru terealisasi Rp 608 juta. “Meningkat tajam,” ujar Kendar.

Meski begitu, dirinya mulai optimis pendapatan daerah dari sektor pajak tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Pasalnya, dampak pandemi ke sektor pariwisata mulai berkurang. Salah satunya meningkatnya pendapatan pajak dari sektor pajak restoran dan hotel. Untuk realisasi pajak hotel di triwulan pertama telah mencapai 11,4 persen. Sementara pajak restoran mencapai 31,4 persen.

Baca Juga :  Mobil Listrik Kecepatan Maksimal 40 Km per Jam, Menanjak No Problem

Tiap triwulan BPKAD Jepara memiliki target realisasi pendapatan dari pajak daerah sebesar 25 persen. Sehingga saat triwulan kedua diperoleh 50 persen, triwulan ketiga sebesar 75 persen. Dan saat triwulan keempat, target pendapatannya sebesar 100 persen. Keseluruhan pendapatan itu diperoleh dari sebelas objek pajak.

Meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, dan pajak air tanah. Adapula pajak sarang burung wallet, pajak MBLB, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/