alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Atasi Kelangkaan, Bupati Jepara Kembali Distribusikan Minyak Goreng Murah

JEPARA – Mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Jepara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menyebar minyak goreng ke pasaran. Kali ini jumlahnya ada 3.990 liter dan disebar di wilayah Kecamatan Pakis Aji, Batealit, Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan dan Mayong. Masing-masing kecamatan disediakan 570 liter minyak goreng. Bupati Jepara Dian Kristiandi kembali turun langsung memantau dan membantu mendistribusikan minyak goreng murah itu kepada warga di Kecamatan Pakis Aji, kemarin.

Agenda tersebut masih jadi satu rangkaian kegiatan dengan operasi pasar minyak goreng yang digelar Rabu (2/3) lalu. Itu sebagai upaya dalam menyediakan minyak goreng dengan harga murah yang bisa diperoleh masyarakat Jepara. Selain itu juga dilakukan guna menjaga ketersediaan komoditas minyak goreng di kalangan masyarakat.

Totalnya ada 8.796 liter minyak goreng yang dijual. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dua liter minyak goreng dengan harga Rp 28 ribu. Minyak goreng yang dijual ini sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 14 ribu per liter.

Baca Juga :  Bupati Andi Hentikan Sementara PTM Seluruh Sekolah

Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudy Yulianto, serta Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara Siti Nurjannah.  “Adanya kelangkaan minyak goreng ini, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat menyediakan minyak goreng dengan harga murah. Meski dalam jumlah yang masih terbatas,” ungkap Andi, sapaan akrab Bupati Jepara.

Ia berharap melalui penyediaan minyak goreng murah tersebut masyarakat terbantu akibat berkurangnya layanan di tiap toko yang sedang mengalami keterlambatan pasokan minyak goreng. Kalaupun ada, harganya juga cukup mahal.

Salah satu warga Desa Bulungan Yeni mengaku sejak pagi mengantre kupon untuk bisa membeli minyak ini. Ia mengaku cukup senang pada akhirnya mendapat minyak goreng kemasan. “Alhamdulilah akhirnya dapat jatah 2 botol mas,” kata dia. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Jepara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menyebar minyak goreng ke pasaran. Kali ini jumlahnya ada 3.990 liter dan disebar di wilayah Kecamatan Pakis Aji, Batealit, Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan dan Mayong. Masing-masing kecamatan disediakan 570 liter minyak goreng. Bupati Jepara Dian Kristiandi kembali turun langsung memantau dan membantu mendistribusikan minyak goreng murah itu kepada warga di Kecamatan Pakis Aji, kemarin.

Agenda tersebut masih jadi satu rangkaian kegiatan dengan operasi pasar minyak goreng yang digelar Rabu (2/3) lalu. Itu sebagai upaya dalam menyediakan minyak goreng dengan harga murah yang bisa diperoleh masyarakat Jepara. Selain itu juga dilakukan guna menjaga ketersediaan komoditas minyak goreng di kalangan masyarakat.

Totalnya ada 8.796 liter minyak goreng yang dijual. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dua liter minyak goreng dengan harga Rp 28 ribu. Minyak goreng yang dijual ini sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 14 ribu per liter.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, Desa Clering Jepara Terendam Banjir 80 Cm

Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Eriza Rudy Yulianto, serta Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara Siti Nurjannah.  “Adanya kelangkaan minyak goreng ini, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat menyediakan minyak goreng dengan harga murah. Meski dalam jumlah yang masih terbatas,” ungkap Andi, sapaan akrab Bupati Jepara.

Ia berharap melalui penyediaan minyak goreng murah tersebut masyarakat terbantu akibat berkurangnya layanan di tiap toko yang sedang mengalami keterlambatan pasokan minyak goreng. Kalaupun ada, harganya juga cukup mahal.

Salah satu warga Desa Bulungan Yeni mengaku sejak pagi mengantre kupon untuk bisa membeli minyak ini. Ia mengaku cukup senang pada akhirnya mendapat minyak goreng kemasan. “Alhamdulilah akhirnya dapat jatah 2 botol mas,” kata dia. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/