alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Penjual Miras Oplosan di Jepara yang Tewaskan 9 Orang Ditetapkan Tersangka

JEPARA – Kejadian pesta miras yang menimbulkan korban jiwa sejak Minggu (30/1) lalu, membuat aparat kepolisian mengambil tindakan cepat. Setelah menaikkan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan, saat ini sudah ada tersangka yang ditetapkan. Yakni PRW, penjual miras oplosan.

Selain menetapkan PRW sebagai tersangka, pihak kepolisian juga langsung menahannya. Sebab, PRW memiliki latar belakar sopir ekspedisi. Dikhawatirkan bisa melarikan diri. Sebelum ditetapkan tersangka, polisi telah mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan delapan orang saksi.

Sebelum ditetapkan tersangka, PRW sempat berkilah bahwa dirinya tidak menjual miras oplosan tersebut. ”Dia sempat berkelit bahwa dia hanya menjual campuran miras. Yaitu softdrink dan perasa makanan. Tambah lagi hanya menjual makanan saja,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi kemarin.


Namun, setelah diperiksa instensif, dirinya akhirnya mengakui. Bahkan, dia mengaku telah menjual miras sejak tiga bulan lalu. Hanya, bisnis warungnya yang bernama 2 Jiwo dan terletak di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo, itu baru beroperasi sekitar dua pekan.

PRW juga sempat mencoba menghilangkan barang bukti. Hal itu dilakukan saat mengetahui ada pelanggannya yang meninggal dunia. Ia langsung memindahkan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) ke rumah orang tuanya. ”Jaraknya sekitar satu kilometer dari TKP,” tutur Rozi.

Namun, barang bukti tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian. Di antaranya, etanol 5 liter, 1 jeriken etanol isi 20 liter, dan 1 jeriken etanol isi 15 liter, dan satu set alat pengoplos miras. Ditemukan pula satu alat pengukur kadar alkohol. ”Miras oplosan yang dijual PRW merupakan campuran etanol dengan air mineral,” terangnya.

Baca Juga :  UMKM Jepara Sumbang Investasi Rp 79 Miliar

Oleh polisi, PRW dikenai Pasal 204 KUHP, Undang-Undang Pangan, dan Undang-Undang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Pesta miras di warung milik PRW tersebut, terjadi pada Sabtu (29/1) pukul 13.00 hingga Minggu (30/1) pukul 03.00. Peserta yang ikut diperkirakan lebih dari 20 orang. ”Mereka datang secara berangsur-angsur,” jelas Rozi.

Hingga saat ini, korban tewas akibat pesta miras oplosan itu, sudah mencapai sembilan orang. Enam korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lain, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga RT 18/RW 4, Desa Sekuro, Mlonggo; dan HS, 29, warga RT 3/ RW 8, Desa Guyangan Gondang, Bangsri.

Selain mengakibatkan korban tewas, pesta miras oplosan itu, juga mengakibatkan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit. Mereka AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20. Delapan orang itu, berasal dari desa yang sama, Desa Karanggondang, Mlonggo.

Sejauh ini, kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit kondisinya stabil. ”Kondisi awalnya mual-mual, pusing, dan dadanya nyeri. Saat ini terus dipantau kondisinya. Namun, masih ada juga peserta pesta miras yang belum teridentifikasi. Mudah-mudahan yang belum teridentifikasi ini, dalam keadaan sehat dan bisa sembuh dari pengaruh oplosan,” imbuh AKP M. Fachrur Rozi. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kejadian pesta miras yang menimbulkan korban jiwa sejak Minggu (30/1) lalu, membuat aparat kepolisian mengambil tindakan cepat. Setelah menaikkan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan, saat ini sudah ada tersangka yang ditetapkan. Yakni PRW, penjual miras oplosan.

Selain menetapkan PRW sebagai tersangka, pihak kepolisian juga langsung menahannya. Sebab, PRW memiliki latar belakar sopir ekspedisi. Dikhawatirkan bisa melarikan diri. Sebelum ditetapkan tersangka, polisi telah mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan delapan orang saksi.

Sebelum ditetapkan tersangka, PRW sempat berkilah bahwa dirinya tidak menjual miras oplosan tersebut. ”Dia sempat berkelit bahwa dia hanya menjual campuran miras. Yaitu softdrink dan perasa makanan. Tambah lagi hanya menjual makanan saja,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi kemarin.

Namun, setelah diperiksa instensif, dirinya akhirnya mengakui. Bahkan, dia mengaku telah menjual miras sejak tiga bulan lalu. Hanya, bisnis warungnya yang bernama 2 Jiwo dan terletak di Dukuh Ploso RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo, itu baru beroperasi sekitar dua pekan.

PRW juga sempat mencoba menghilangkan barang bukti. Hal itu dilakukan saat mengetahui ada pelanggannya yang meninggal dunia. Ia langsung memindahkan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) ke rumah orang tuanya. ”Jaraknya sekitar satu kilometer dari TKP,” tutur Rozi.

Namun, barang bukti tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian. Di antaranya, etanol 5 liter, 1 jeriken etanol isi 20 liter, dan 1 jeriken etanol isi 15 liter, dan satu set alat pengoplos miras. Ditemukan pula satu alat pengukur kadar alkohol. ”Miras oplosan yang dijual PRW merupakan campuran etanol dengan air mineral,” terangnya.

Baca Juga :  Biro Wisata Keluhkan Pembatalan Pelayaran Mendadak ke Karimunjawa

Oleh polisi, PRW dikenai Pasal 204 KUHP, Undang-Undang Pangan, dan Undang-Undang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Pesta miras di warung milik PRW tersebut, terjadi pada Sabtu (29/1) pukul 13.00 hingga Minggu (30/1) pukul 03.00. Peserta yang ikut diperkirakan lebih dari 20 orang. ”Mereka datang secara berangsur-angsur,” jelas Rozi.

Hingga saat ini, korban tewas akibat pesta miras oplosan itu, sudah mencapai sembilan orang. Enam korban dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lain, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga RT 18/RW 4, Desa Sekuro, Mlonggo; dan HS, 29, warga RT 3/ RW 8, Desa Guyangan Gondang, Bangsri.

Selain mengakibatkan korban tewas, pesta miras oplosan itu, juga mengakibatkan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit. Mereka AM, 20; AK, 17; DM, 30; MU, 17; YL, 22; KS, 22; NR, 22; dan RK, 20. Delapan orang itu, berasal dari desa yang sama, Desa Karanggondang, Mlonggo.

Sejauh ini, kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit kondisinya stabil. ”Kondisi awalnya mual-mual, pusing, dan dadanya nyeri. Saat ini terus dipantau kondisinya. Namun, masih ada juga peserta pesta miras yang belum teridentifikasi. Mudah-mudahan yang belum teridentifikasi ini, dalam keadaan sehat dan bisa sembuh dari pengaruh oplosan,” imbuh AKP M. Fachrur Rozi. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/