alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Antisipasi Omicron, Sampel 19 Santri di Jepara Diperiksa

JEPARA – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mengirimkan 19 sampel santri yang terdeteksi positif Covid-19 dikirim ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Salatiga. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan sampel.

Ria, bagian pelayanan B2P2VRP Salatiga, mengatakan hasil menunjukkan Omicron atau tidak belum bisa diumumkan. Sebab, saat ini pihaknya masih memeriksa  sampel tersebut. “Masih dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, Evi, bagian sarana penelitian B2P2VRP Salatiga menyatakan untuk saat ini laboratoriumnya menggunakan metode partial sequencing untuk mendeteksi varian Omicron. Proses deteksi ini biasanya memakan waktu tujuh hari.


“Kalau sudah selesai kami langsung kirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Nanti dari provinsi yang akan mengabarkan terkait hasil,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Jepara Eko Cahyo Supeno menjelaskan kondisi terakhir para santri yang saat ini menjalani isolasi. Totalnya 19 santri yang mendapat perawatan dan fasilitas makan dari DKK. Ia menyatakan, mayoritas santri tidak bergejala. Lainnya, sakit ringan seperi batuk dan pilek.

Baca Juga :  Sempat Dicopot karena Salah Desain, Pompa Air Kaliwiso Kembali Dipasang

“Ada sepuluh orang tanpa gejala, enam orang batuk dan pilek, ada tiga orang mengalami pusing,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah melakukan tracing ulang kepada santri lain di salah satu pondok pesantren di Bangsri itu.

Untuk diketahui, pada pemberitaan sebelumnya (1/2), sebanyak 23 santri dites swab. Dinas mendapati 19 positif Covid-19. Dari riwayat yang dilaporkan, ada seorang anak pengasuh pondok pesantren di Bangsri yang pergi ke Jakarta. Setelah muncul penemuan ini, DKK langsung melakukan penyemprotan dan tracing. (nib/war)

JEPARA – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mengirimkan 19 sampel santri yang terdeteksi positif Covid-19 dikirim ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Salatiga. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan sampel.

Ria, bagian pelayanan B2P2VRP Salatiga, mengatakan hasil menunjukkan Omicron atau tidak belum bisa diumumkan. Sebab, saat ini pihaknya masih memeriksa  sampel tersebut. “Masih dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, Evi, bagian sarana penelitian B2P2VRP Salatiga menyatakan untuk saat ini laboratoriumnya menggunakan metode partial sequencing untuk mendeteksi varian Omicron. Proses deteksi ini biasanya memakan waktu tujuh hari.

“Kalau sudah selesai kami langsung kirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Nanti dari provinsi yang akan mengabarkan terkait hasil,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Jepara Eko Cahyo Supeno menjelaskan kondisi terakhir para santri yang saat ini menjalani isolasi. Totalnya 19 santri yang mendapat perawatan dan fasilitas makan dari DKK. Ia menyatakan, mayoritas santri tidak bergejala. Lainnya, sakit ringan seperi batuk dan pilek.

Baca Juga :  KKN Unisnu Jepara Dampingi Mitra Branding Usaha Donat

“Ada sepuluh orang tanpa gejala, enam orang batuk dan pilek, ada tiga orang mengalami pusing,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah melakukan tracing ulang kepada santri lain di salah satu pondok pesantren di Bangsri itu.

Untuk diketahui, pada pemberitaan sebelumnya (1/2), sebanyak 23 santri dites swab. Dinas mendapati 19 positif Covid-19. Dari riwayat yang dilaporkan, ada seorang anak pengasuh pondok pesantren di Bangsri yang pergi ke Jakarta. Setelah muncul penemuan ini, DKK langsung melakukan penyemprotan dan tracing. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/